Aku menjauh karena-Nya
Bukan membencinya, hanya saja takut dibenci-Nya.
Bukan pula memutus tali silaturahmi dengannya, hanya saja takut putus silaturahmi dengan-Nya.
Bukan pula meninggalkan percakapan dengannya, hanya saja takut tidak ada lagi percakapan dengan-Nya.
Bukan tanpa sebab mengacuhkan dirinya, hanya saja aku takut diacuhkan-Nya.
Wahai kaum Adam dan wahai kaum hawa. Mengertilah!
Bahwasanya hanya oleh karena-Nya kita akan dipertemukan dengannya diwaktu yang tepat.
Maka aku putuskan untuk meninggalkan dia karena Dia.
Tulisan usang ini ternyata ditulis di Pandeglang, 3 September 2015, sekadar tulisan iseng saja ketika sedang mengasah sajak-sajak walau acak.










