Beberapa hari yang lalu, saya ditanya “bagaimana sih menjadi orang yang qanaah?”
Qanaah dalam konteks apa dulu nih? tanya saya balik
Kemudian ternyata Qonaah dalam financial jika sudah berkeluarga, waduh padahal saya bukan praktisi tapi sudah ditanya tentang hal seperti ini XD
Alhasil, hanya sekedar opini kecil saja lah yang saya jawab
Memang masalah uang ini sensitif,
Bahkan tidak smua orang bisa berlapang dada dalam menghadapi ujian finansiali, terlebih lagi kalau kluarga sebelumnya cukup kemudian dibawa suami malah lebih menurun finansialnya, dan ini trjadi bukan hanya di satu-dua orang, namanya rumah tangga baru, brarti baru membangun ibaratnya. Ya belum sepenuhya serba ada
Kalau menurut saya, qanaah dalam takdir yg kita jalani ya harus di upayakan,
Karena ketika kita qana’ah terhadap apa yang kita miliki saat ini, hati kita akan lapang, tidak ada hasad didalamnya, dan kita termasuk orang-orang yang beruntung
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan diberikan oleh Allah sikap qana’ah (rasa cukup) terhadap pemberian-Nya” (HR. Tirmidzi, dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)
meskipun sulit, tapi...bukan berarti ketika kita qanaah ya pasrah saja dengan keadaan yang seperti itu, karena pada akhirnya jika pemasukan pas pasan atau kurang, yang ditakutkan ialah adanya pihak-pihak yang akan terdzalimi, semisal anak
Oleh karena itu, penting bagi perempuan agar berlaku cerdas, dalam artian ketika seorang perempuan menjadi makmum suami d bahtera rumah tangga, bukan berarti tidak ambil peran dalam tanggung jawab finansial, akan tetapi jika pemasukan dari suami belum bisa mencukupi kebutuhan kluarga, berarti istri harus siap sedia pelampung agar kapal rumah tangganya tidak oleng,
Dalam artian, seorang perempuan harus pintar mencari celah dalam menghadapi situasi seperti itu, bisa menyambi pkerjaan rumah tangga, seperti bisnis, freelance, atau minimal berdagang, sehingga, kebutuhan-kebutuhan kecil yang belum terpenuhi itu tercover oleh usaha-usaha kecil yang di bangun istri.
Kemudian, menejemen finansial yang harus diperbaiki jika masih merasa kurang..
Investasi mulai sekarang, hemat budget, Spending budget ke hal hal yang tidak penting mulai di minimalisir,
Ada banyak cara agar meng-upgrade pemasukan, asalkan mau ikhtiar dan percaya sama Allah, ketika dalam kesulitan pasti akan Allah bantu, ketika merasa kurang, pasti akan Allah cukupkan :)
Karna masih banyak orang disekitar kita yang nasibnya mungkin tidak seberuntung kita saat ini, banyak kluarga yang anak-anaknya tidak sekolah karena tidak mampu untuk membayar SPP bulanan, masih banyak kluarga yang makan malam dengan bahan seadanya bahkan untuk beli lauk ayam mereka hanya mampu beli seminggu sekali,
Yah pada akhirnya kalau kita melihat kebawah in shaa Allah, Allah akan selalu mengingatkan kita untuk senantiasa bersyukur, dan jangan terpaku dengan kehidupan orang lain yang berada diatas kita, apalagi orang lain terdekat kita yang mungkin nasib mreka lebih beruntung, karena tidak akan ada habisnya, dan jatuhnya kalau kita yang tidak pintar menjaga hati, kita bisa terbawa arus hasad terhadap orang lain, kan sayang pahala kita kalau begitu, bisa-bisa terkikis dengan hasad-hasad kita terhadap orang lain.
“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Muslim, no. 2963).