Hai tumblr ku, lama tak berkunjung 💙

PR's Tumblrdome
almost home

pixel skylines
Not today Justin
Sade Olutola
Monterey Bay Aquarium
noise dept.
$LAYYYTER

if i look back, i am lost
The Bright Sessions

izzy's playlists!

Product Placement
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Lint Roller? I Barely Know Her
Fai_Ryy
Fieri Frames

ellievsbear
EXPECTATIONS
The Bowery Presents
One Nice Bug Per Day
seen from Türkiye
seen from Latvia
seen from United States

seen from United States
seen from T1
seen from Canada
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Colombia

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Colombia
seen from Malaysia
seen from Italy

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
@kopijingga
Hai tumblr ku, lama tak berkunjung 💙
Atas segala sesuatu yang tak mampu kita selalu menggenggamnya, nyatanya yang menenangkan hati adalah dengan terus melangitkan doa-doa. Mengutarakan apapun yang terkadang begitu kita khawatirkan. Memohon agar Allaah menjaga dengan penjagaan terbaik, menjaganya dan menjaga kita dengan ketenangan.
Jakarta, 09 Februari 2019. Menyapa Mentari.
Pagiku sudah cukup dengan segelas kopi hangat dan kamu disampingku.
Seirama dengan rintik hujan malam ini, rindu menghujaniku dengan sangat nyata. Rindu akan suara tawa, Rindu akan derai air mata yang dulu kerap kau cipta.
yang pasti, dimana pun kau berada ku harap kita sama sengsaranya.
Bahkan...
Seribu warna yang ada kala kita bersama,
Menjelma menjadi abu tua saat kau pilih dia.
Mungkin kau pikir aku tak apa,
setelah langkah yang kau pacu beralih asa.
Sementara,
Hatiku retak bahkan luluh lantak,
Menyajikan kenangan yang berserak,
Membuatku beku tak bergerak.
Page 365 of 365, are you ready to close this book?
Don’t look back and ask Why? Look forward and ask Why Not? New year is new opportunity for us to the future.
#newyear
#2018 #bye2018
#welcome2019
Masih saja bercengkrama dengan titik-titik rindu, tidak ada tunggu, tidak ada temu.
Rindu, Waktu, dan Kamu
Rindu memanduku kepadamu. Dan takdirku sedang berjalan ke arahmu.
Aku ingin menemukanmu dalam tempo yang tak lama. Ingin kucurangi waktu. Memutarnya lebih cepat dan bahkan melompatinya. Menuju kamu.
Atau, aku akan berkompromi dengan waktu. Agar kelak ia melambat sejak pertama kali kita bertemu sampai tiba waktunya berpisah.
Sesekali akan kusuap waktu. Agar ia sejenak berhenti di saat wajahmu sedang manis-manisnya, di saat senyummu sedang merekah-merekahnya, dan di saat kamu sedang bahagia-bahagianya.
— Taufik Aulia
“Senyummu hanya sementara, tapi membekas lebih lama dari selamanya”
Kau pakai pelet apa?
Sudah ku reka-reka,
Apa yang akan aku lakukan kala bersua,
Tak akan menuntutmu banyak bicara,
Cukup biarkan aku menatapmu lebih lama,
Biar semua rinduku lesap lepas lewat mata.
Saat hujan turun dengan irama tak menentu ini, saat itu pula jantungku tak berhenti berdegup tak tentu irama. Pikiranku dibanjiri huruf-huruf yang meminta untuk dieja dan di tata, menjadi bait yang akan melukis lebih jelas mengenai luka. Dingin cuaca membuat kopi ku berlomba dengan realita, seolah saling tanya “Mana yang lebih pahit?” Sial memang hatiku yang berhasil porak poranda, karena di hari penuh rutinitas ku ini masih saja bayanganmu melanda, padahal sudah lama kau meniadakan rasa. Bayangmu masih saja mengganggu malangku sebagai gadis pemburu rindu. Kenangan bersamamu senantiasa melintas tak bejeda seiring berjalan waktu. Mengingatkan aku pada kita yang pernah melebur menjadi satu, yang awalnya hanya dua makhluk yang punya sifat sekeras batu. Saat itu ganjil sekalipun genap kita tetap menyatu, tak seperti kenyataan sekarang yang berguguran dan berjalan teratur mengikuti garis pilu. Semalang itu nasibku, menggores kalbu di langit senja yang mulai ungu.
(via cindyalfita)
Berhenti mencipta ilusi-ilusi kalau kau sedang berbahagia, kau tau? Dimatamu luka itu terlukis nyata.
Ada yang lupa menjaga sikap, sampai akhirnya menciptakan kecewa
Mereka-reka kapan kita kan bersua, sementara rindu semakin congkak menguasai dada.
Hatimu Mati
Angin membawa sendu pagi ini,
Ditambah dinginnya kau menyambut rasa yang kuberi,
Seperti tersayat tapi tak terasa lagi,
Apakah jiwaku telah mati,
Hanya karna diabaikan satu hati?
Yang kurasa, aku cinta mati.
Tapi kau acuh tak pakai hati.
@kopijingga
“Untukmu, bisa kulukis pelangi di angin yang sebenarnya tak berwarna”