Dunia adalah ladang akhirat. Apa yang ditanam di sini pasti akan dituai di sana.
- Jalaluddin Rumi
DEAR READER
No title available
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Discoholic 🪩
🪼
NASA
Sade Olutola
Misplaced Lens Cap
Stranger Things
Three Goblin Art

❣ Chile in a Photography ❣

Product Placement
I'd rather be in outer space 🛸
YOU ARE THE REASON
No title available
Claire Keane
occasionally subtle
h

Janaina Medeiros
we're not kids anymore.

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Russia

seen from Spain

seen from Argentina

seen from Brunei
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Canada
seen from Hungary
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore

seen from Italy
@leilanirahma
Dunia adalah ladang akhirat. Apa yang ditanam di sini pasti akan dituai di sana.
- Jalaluddin Rumi
Allah, jika dengan ujian ini dosa-dosa hamba bisa berguguran sedikit demi sedikit, hamba ridho Ya Rabb
“Kenapa mesti takut menjalani prinsip yang kamu ambil dan yakini. Justru secara tidak langsung, dengan prinsip mu itu, kamu menyaring orang-orang untuk masuk ke dalam hati dan kehidupan mu di masa depan. Kalau dia mundur, berarti dia hanya ingin main-main. Sedangkan kehidupan yang selanjutnya akan dibangun bukan untuk main-main kan? Percayalah dengan keyakinan baik mu. Hanya itu saja yang perlu kamu lakukan, sisanya biarkan Allah yang menentukan.”
— Nasihat teman :)
And it's work, alhamdulillah....;)
Yang Tepat; Bukan Siapa Cepat Atau Lambat
“Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, ‘Hendaklah mereka melaksanakan shalat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan’.” (Qs. Ibrahim 31)
Sebuah Awal
Ada yang sedang merangkai mimpi, ada yang sedang memperjuangkan mimpi, dan atau.. ada juga yang sedang menyerah, karena merasa bermimpi terlalu tinggi. Ada.
Bagi mereka yang merangkai mimpi, layaknya seorang pelukis yang diberi kanvas, seperti penulis yang diberi pena dan lembar agar terisi. Gambar dan tulisannya adalah perjuangan, cat dan tintanya ialah fasilitas-fasilitas yang Allah berikan.
Akan tetapi, ada saat-saat dimana sebelum memulai semuanya menjadi begitu berat. Tentang kegagalan, tentang resiko yang sama besar dengan ‘sesuatu’ yang diimpikan. Tentang lelah, tentang cemas yang kehilangan penguat dan kepastian.
Bagi seorang muslim tentu tidak seharusnya demikian. Sebab kita meyakini,
“Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Qs. An-Nisa 19)
Siapakah yang paling tahu tentang manusia dan dirinya sendiri jika bukan Allah?
Sebagaimana yang dinyatakan oleh penyair, “Seseorang seharusnya berusaha sekuat tenaganya mendapat kebaikan. Tetapi, ia tidak akan bisa menetapkan keberhasilannya.”
Tepat, tugas kita hanyalah berusaha dan berdo’a. Sedangkan perihal menetapkan, ia mutlak kekuasan Allah. Jadi, apakah yang masih membuatmu pesimis?
Mengayuh Sepeda
Wah, udah sering pasti ya, kita mendengar kalimat “Berdo’a itu seperti kayuhan sepeda, terus saja mengayuh, nanti akan sampai ke tujuannya.”
Jika dalam berdo’a saja kita harus terus ‘mengayuh’, maka bagaimana dengan wujud nyata ikhtiyar kita? Duh, udah sampai mana ya~
Dan pengayuh sepeda, selalu menggunakan kedua sisi kakinya. Beriringan. Sama-sama jumlah total kekuatannya. Kalau kita mendapati usaha kita sering gagal, harus menjadi bahan introspeksi. Jangan-jangan ada yang timpal, ada yang tidak seimbang.
Di awal tulisan ini, kami menyematkan surat Ibrahim ayat 31,
“Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, ‘Hendaklah mereka melaksanakan shalat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan’.”
Serta dalam potongan surat Al-Baqarah ayat 45, dengan jelas Allah berfirman;
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, ..”
Sebuah pertanyaan yang paling mendasar setelah ini, “Usahaku selalu gagal, adakah diriku sedang tersibukkan dengan satu sisi kayuhan dalam memperjuangkan, tetapi lupa dengan sisi lainnya tentang memohon pertolongan?”
Bisa jadi.. demikian~ :’
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya dalam setiap harta itu ada hak orang lain selain dari zakat” (HR. Tirmidzi)
Nah, maka.. mulai saat ini, ikhtiyarkan mimpi-mimpi kita dengan menyertakan kehadiran Allah, yuk! Iringi perjuangan dengan sabar dan sholat, serta menyedekahkan harta kita yang memang didalamnya itu ada hak milik orang lain! In syaa Allah, berkah. :))
Selamat Berjuang!
Menjadilah Musa bin Nushair yang belajar dari kesalahan pendahulunya dalam menaklukan wilayah Maghribi, Afrika Utara. Jika Uqbah bin Nafi’ membutuhkan waktu hanya beberapa bulan untuk membuat penduduknya menjadi muslim -yang kembali murtad- maka Musa bin Nushair membutuhkan waktu 6 sampai 7 tahun untuk memperbaikinya menjadi masyarakat muslim yang taat.
Tidak mudah, tentu. Apalagi menghadapi masyarakatnya yang waktu itu adalah suku barbar. Namun Musa bin Nushair menjadikan Allah selalu disisinya. menjadikan sabar dan shalat sebagai penolongnya.
Ini soal kualitas, bukan kuantitas. Mau cepat atau lambat, yang terpenting adalah ‘sukses’ dengan hasil yang tepat.
Selamat Berjuang!
2 Ramadhan 1439 H, Ibn Sabil: Quraners Team.
Jangan sampai, kebahagiaan orang lain membuatmu tak merasa berharga karena kamu tak memiliki kebahagiaan yang sama dengannya. Jangan sampai. :)
-Alizeti
Dimana kalian saat aku butuh bantuan? Ah nyatanya hanya pada Allah sajalah aku hendaknya mengharapkan pertolongan
"Biar saja rasa khawatirku terhadapmu ku titipkan pada Nya melalui doa disepertiga malamku"
- Leilanirahma
Semoga setiap perjuangan selalu dituntun dan dikuatkan oleh Nya.
Aamiin. Terima kasih sudah membuka pintu yang sudah lama ditutup rapat rapat dengan cara dan jalan yang benar.
Saya bilang, "biarkan saya yang bekerja. Istri saya yang mendoakan." Karena keberkahan bukan pada seberapa banyaknya, tapi seberapa cukupnya Mba
- Celetuk Teman di Lab
Setiap orang itu punya pencapaian masing-masing dalam hidupnya. Ga usah iri, ga usah ribet ngurusin pencapaian orang lain. Kita hanya perlu lebih bersyukur dengan pencapaian kita saat ini. Fokus, berusaha dan memasrahkan semuanya sama Gusti Allah buat pencapaian ke depannya.
Allah Maha Baik kok, yang ga diminta aja dikasih :)
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh sahabat *PAY&DoIT!* yang berbahagia😍 Alhamdulillah sebentar lagi kita akan menyambut bulan Ramadhan. Bulan penuh keberkahan💝 Seperti biasa, Kegiatan rutin tahunan *PAY&DoIT!* akan hadir lagi niihh😍 Ayookk! Bergabung bersama kami menjadi Re(a)lawan di *#BUKBERAkbarPAY2018++* Segera daftarkan diri kamu di bit.ly/BukberAkbarPAY2018 Catat tanggalnya jangan sampai terlewat! Pendaftaran dibuka pada tanggal 📆 *17-24 Februari 2018.* 📞 Informasi lebih lanjut bisa kamu tanyakan langsung ke *Kak Indah* melalui link dibawah ini http://api.whatsapp.com/send?phone=6281210651787 Apakah kamu yang kami rindukan?😍 #BUKBERakbarPAY2018++ #BecauseIslamStartFromI #BuatMerekaTersenyum #PAY&DoIT!
"Bagaimana bila akhirnya aku rindu? Ah, rindu ini seharusnya hanya untuk Nya sajalah"
Masih dalam tahap belajar menghafal bumbu dan meracik macam-macam resep menu sehari-hari.
Mas, catet! Wkwkwkwk.
YaaAllah masnya sopoooo, woi.
save dulu ajaaa :)
Ada rezekinya orang lain yang Allah titip melalui kamu. Jangan lupa dikeluarkan yah :) :)
- Leilanirahma
"Mau dikejar sekenceng apapun, kalo kata Allah bukan rezekinya ya ga akan dapet le"
- Efek ketinggalan kereta dan harus nunggu kereta sejam lagi. Wes, sampe pabrik pasti telat hahaha 😂😂😂
“Jika engkau ingin mengetahui watak seseorang, maka ajaklah dia bertukar pikiran dengan mu. Sebab, dengan bertukar pikiran itu, engkau akan mengetahui kadar keadilan dan ketidakadilannya, kebaikan dan keburukannya".
- Ali Bin Abi Thalib