Kamu, ialah nama dalam doa yang kubunyikan; nada dalam rindu yang kusembunyikan.
— @poetrazaman
Alisa U Zemlji Chuda
Peter Solarz

pixel skylines
todays bird
No title available
almost home

Discoholic 🪩

Kaledo Art

Origami Around
d e v o n
art blog(derogatory)
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

roma★

No title available
Today's Document

shark vs the universe
dirt enthusiast
styofa doing anything
Claire Keane
Sade Olutola
seen from Ireland
seen from Türkiye
seen from T1
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Philippines

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
@lembarpuisi
Kamu, ialah nama dalam doa yang kubunyikan; nada dalam rindu yang kusembunyikan.
— @poetrazaman
Pengumuman 11 Naskah Terpilih Proyek Menulis #CeritaPuisi
Selamat pagi #SobatPuisi!
Terima kasih untuk kalian yang sudah bersedia ikut serta dalam Proyek Menulis #CeritaPuisi. Total naskah yang kami terima hingga 31 Juli 2013 adalah 168 naskah dari 154 penulis berbakat. Jumlah yang cukup besar mengingat kuota yang tersedia hanya untuk 11 naskah.
Selanjutnya, semua naskah yang masuk dibaca dan dinilai oleh tim juri. Poin-poin yang dinilai adalah:
Penggunaan EYD;
Diksi puisi;
Gaya penulisan (Storytelling);
Plot dan Logika cerita;
Kesesuaian puisi dengan cerpen;
Tema cerita yang diangkat;
Orisinalitas.
Ternyata menurut juri tulisan kalian semuanya sangat bagus dan menarik. Rasanya ingin sekali memasukkan 168 naskah tersebut sebagai naskah terpilih. Namun sayangnya, sesuai dengan ketentuan, hanya ada 11 penulis terbaik dari yang terbaik yang akan dibukukan melalui penerbit indie (self publishing) nulisbuku.com.
Sebelas naskah tersebut adalah (berdasarkan abjad):
Penulis – Judul Puisi – Judul Cerpen
Budi Lyane – Teman Seperjalanan – Masih Ada Kereta Api ke Medan
Cappucinored – Kata pada Matamu – Kita dan Kenangan yang Belum Usai
Catur Indrawan – Perempuan Penyeduh Kopi – Juni Tak Setabah Itu, Agil
Dian Tria Yunita – Tarian Hujan – Dia Pelangiku
Dita Hersiyanti – Tiada Kata Cinta dalam Hidupku – Asa di Dunia Maya
Komang Ayu Kumaradewi – Romantisme Kematian – Jangan Lupa Pulang, Sayang!
Pramastri Sisimaya – Dalam Ilusi – Pintu Besi
Siti Yulianingsih – Buat Aku Tersenyum – Danau Jingga
Uni Dzalika – Sebuah Elegi – Vina
Wiraswesti – Sabar Mencinta – Catatan Cinta Lady
Yenni Yanuarti – Pulang – Abadi pada Senja yang Sama
Selamat untuk kesebelas penulis yang naskahnya telah terpilih sebagai naskah terbaik. Selanjutnya silakan cek e-mail kalian masing-masing untuk konfirmasi.
Untuk semua peserta yang namanya tidak masuk dalam daftar di atas, bukan berarti tulisan kalian tidak bagus, tulisan kalian sangat menarik untuk dibaca. Untuk itu, kami menyarankan kalian post tulisan kalian di blog atau ikut sertakan ke event-event menulis lainnya, karena kami melihat begitu besar potensi yang kalian miliki dalam menulis. Tetaplah semangat menulis!
Semua naskah yang tidak terpilih sudah kami hapus dari database kami, tujuannya agar tidak terjadi penyalahgunaan hak cipta atas karya-karya kalian. Dan untuk naskah terpilih, hak cipta tetap ada pada penulis, kami hanya menggunakan hak publikasi untuk menerbitkannya menjadi buku melalui penerbit indie (self publishing) NulisBuku.
Nantikan proyek-proyek menulis selanjutnya dari @LembarPuisi!
Salam hangat,
@LembarPuisi
Daftar Peserta Proyek Menulis #CeritaPuisi
Selamat pagi, #SobatPuisi!
Sebelumnya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua #SobatPuisi yang telah berpartisipasi dalam Proyek Menulis #CeritaPuisi ini.
Setelah pengiriman naskah resmi ditutup tadi malam, 30 Juni 2013, tepat pukul 23.59. Total naskah yang kami terima adalah 168 naskah dari 154 penulis berbakat. Jumlah yang sangat banyak, mengingat hanya 11 naskah yang akan kami pilih. Berikut ini adalah nama-nama pengirim naskah:
A. Farid
Abi Sofyan Ghifari
Aida Qothrunnada
Alfiani Mazidatul Karimah
Amalia P. Astari
Amelia
Amy Riana Airis
Anastasia Ervina
Andi Rezky Amaliah
Andina Swandani
Andri Satria
Anggi T.
Anggino
Annisa Zahra Kawitri
Ardaneswari
Ariya Putri
Ary Sunarti
Astri Cahyati
Atiya Fauzan
Aulia Putri
Aurora Khanza
Ayu Kurniawan (2 Naskah)
Ayu Oktaviani
Bambang Ikhwan
Belinda Habsyah
Bella Detiani
Budi Lyane
Cappucinored
Catur Indrawan
Dania Sindi Qistina
Danintya Rahman
Derina Anindya (2 Naskah)
Diah Widiasari
Dian Tria Yunita
Diaz Aulia Wardani
Dika Amelia
Dini Kusuma
Dini Widyani
Dita Hersiyanti
DJ Widya
Dwi Ayu dan Bim
Dyaz Afryanto
Elfratiwy
Elly Mahrani
Emelia
Emilyanti
Endang Purwati
Estri Uswatun Qusna
Ezra Priska Donny Anggoro
Faroh Nur Alfani
Fioleta Dewi
Flazia
Fordiza Alkani
Ghania Ameera
Hafiza Aulia
Hagi Hamdani
Hatika Al Shafa
Hedia Rizki
Hendri Wahyudi
Heru Cakiel
Hesty Imaniar
Ida Ratna Isaura
Iis Ismawati
Indnada (2 Naskah)
Indah Diana Fitria
Inka Tiarni
Ira Artiwi
Isna Eviliyana
Jack Alawi
Japal Fauzi
Jenni
Jingga Sendja (2 Naskah)
Kamara Dika
Kania Nabila Fajrianti
Komang Ayu Kumaradewi
Leni Nur Hikmah
Lina Liana
Mar'atussolihah
Maria Inggrit
Masyyan 'Alal Aqdam
Maziyah Wildan
Meliza Darmalim
Mellinia Fitrika Irjayanti
Miftahul Umam
Mochammad Neil Kaneyoha
Muhammad Fakhri Assyauqi
Muhammad Mirza Eliany (2 Naskah)
Muhammad Rifa’i
Nadya Wardani (2 Naskah)
Nur Kholifah
Nura Fataha
Nurdiyah
Nurmah
Nurul Mutmainnah Jamil
Nurul Rahmawati
Octavianty
Onnie Viany
Opi Ruhliana
Orinami
Oriza Mayanti
Pramastri Sisimaya (2 Naskah)
Putri Indah Sari
Putu Sandra Iswaramba
Qori Musdalifa
Rahma Dewi
Rahmad Hidayat
Rakhmi Ning
Regi Taufiq
Regina Grace
Rela Sabtiana
Religiana Salsabila
Rena Sabila
Resi Khastari
Ricky Dwi Apriadi
Riska Ayu Purnama Sari (2 Naskah)
Risky Ana Haloho
Risky Michael
Riyadul Maisah
Rizmaya Putri
Robertha Lutfi Andreani (2 Naskah)
Rona Siahaan
Ruth Mawar
Seno Sudiharjo
Septiana Nurjanatin Aulia
Septiandi Oktama
Shoma Noor Fadlillah
Sieska Yuliati
Silvi Amaliatus Shalihah
Sinta Novia S. (3 Naskah)
Siti Fatimah (2 Naskah)
Siti Komariah
Siti Masyitoh Maisarah
Siti Yulianingsih (2 Naskah)
Soraya Sarah Afifah
Susi Retno Juwita
Sylvia Mahardika
Tanti Nurfitriani
Tia Septiana
Tri Handayani
Ulya Uhirayra
Uni Dzalika
Vina Amora
Wardah Firdausiyah
Widya Indah Khayriah
Winda Aprita Sari
Wiraswesti
Wulandari Nurfitriani
Yashinta Katherine
Yenni Yeniarti
Yolandha Wita Sari
Yosephine Ika Adikawati
Yudi Sutanto
Yuki Riani
Yuli
Semua naskah yang masuk akan dibaca dan dinilai oleh tim juri untuk menentukan 11 naskah terbaik untuk masuk dalam buku kumpulan puisi dan cerpen yang akan kami terbitkan melalui penerbit indie (self publishing) nulisbuku.com.
Pengumuman 11 naskah terpilih tersebut akan kami tampilkan di blog ini paling lambat tanggal 14 Juli 2013.
Salam hangat,
@LembarPuisi
Proyek Menulis #CeritaPuisi
Selamat fajar, pagi, siang, sore, senja, malam, #SobatPuisi!
Sudahkah kamu menulis puisi hari ini? Atau ada yang sedang menulis cerpen?
Well, untuk kamu yang suka menulis puisi sekaligus menulis cerpen, @LembarPuisi punya satu proyek menulis yang unik dan berbeda. Proyek ini bertajuk: #CeritaPuisi.
Kenapa unik?
Proyek menulis #CeritaPuisi berbeda dengan proyek-proyek menulis yang mungkin sudah sering kamu ikuti. Proyek ini bukan hanya meminta kamu untuk lihai merangkai aksara menjadi bait-bait hingga tercipta puisi yang indah, tapi juga menjadikan puisi tersebut sebagai tema dan benang merah cerita untuk menulis sebuah cerpen.
Merasa tertantang?
Mari kita simak konsep dan ketentuannya:
Siapa saja boleh berpartisipasi dalam proyek ini.
Tema besar dari proyek #CeritaPuisi ini adalah Sweet Romance. Jadi tangkaplah momen-momen manis yang kamu temukan, lalu jadikan ide untuk mengikuti #CeritaPuisi.
Pertama, kamu harus menulis sebuah puisi. Jenis dan bentuk puisi sepenuhnya diserahkan kepada kreativitasmu.
Kemudian buatlah cerpen berdasarkan puisi yang telah kamu buat sebelumnya. Jadikan puisi tersebut sebagai storyline atau garis besar cerita untuk cerpenmu. Genre cerpen adalah bebas, asalkan masih dalam tema Sweet Romance dan sesuai dengan puisinya.
Judul puisi dan judul cerpen tidak boleh sama.
Puisi dan cerpen yang adalah hasil kreasi orisinal kamu, tidak mencederai SARA dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun. Apabila nanti ditemukan pelanggaran hak cipta, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Cerpen ditulis sepanjang 7–15 halaman A4 dengan margin standar. Gunakan font Times New Roman 12pt, spasi 1,5.
Puisi dan cerpen dimasukkan ke dalam satu file Microsoft Word (.doc atau .docx).
Di akhir halaman sertakan biodata singkat kamu dalam bentuk narasi, cantumkan juga alamat e-mail, blog atau website dan akun twitter kamu dalam narasi tersebut.
Beri nama file naskah dengan format: Nama Kamu/Nama Pena – (Judul Puisi) – (Judul Cerpen).
Naskah dikirim melalui lampiran/attachment (bukan copy paste di badan e-mail) ke [email protected] dengan subject: #CeritaPuisi (spasi) Nama Kamu.
Setelah mengirimkan e-mail, mention @LembarPuisi sebagai konfirmasi dengan format tweet: #CeritaPuisi – Nama Kamu – Judul Puisi – Judul Cerpen.
Satu penulis boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.
Pengiriman naskah ditutup tanggal 30 Juni 2013 pukul 23.59.
Kami akan memilih 11 penulis dengan naskah terbaik yang akan diterbitkan menjadi buku melalui penerbit indie NulisBuku. Dan jika memungkinkan, akan kami usahakan menerbitkan melalui penerbit mayor (konvensional). Naskah-naskah terpilih akan kami umumkan paling lambat 2 minggu setelah deadline di lembarpuisi.tumblr.com dan di akun twitter @LembarPuisi.
Hak cipta dari naskah yang terpilih tetap menjadi milik penulis, kami hanya menggunakan hak publikasi untuk menerbitkannya menjadi buku. Bagi karya yang tidak terpilih, silakan post di blog atau ikut sertakan dalam lomba lain.
Jika ada yang ingin kamu tanyakan, jangan ragu untuk mengirim e-mail atau mention kami di @LembarPuisi.
Ayo segera menulis dan kirimkan karya terbaikmu!
Rindu tetap setia menghitung tiap detik, mengukur tiap jengkal jarak, menanti kepulanganmu, ke kota ini.
@LembarPuisi
Aku sedang menunggu rasamu reda. Bahkan jika nanti rasamu semakin besar kepadanya, aku akan tetap menantimu.
@LembarPuisi
Tak ada harapan yang sia-sia, selalu ada kesempatan dalam setiap harapan yang dijaga.
@LembarPuisi
Derap gerimis mulai menghujam. Aku bungkam, mata kupejam, kemudian terlintas kenangan yang pernah terekam.
@LembarPuisi
Aku mencintaimu, bahkan ketika telah kau hapus segala asa, dan aku tak lagi berharap. Aku tetap mencintaimu.
@LembarPuisi
Kelak di Hari yang Senja
Pagi-pagiku selalu ada hadirmu Tersenyum, tancapkan segenggam harap Pada jiwaku yang hampir saja roboh Pagi-pagiku penuh dengan harummu Yang tak akan pernah bosan kusesap Dan seketika luluhkan hati yang kokoh Hari ini, kembali indahmu hiasi pagiku Masih dengan senyum yang selalu kutunggu Masih dengan semangat yang siap kau tancap Masih dengan rindu yang semalaman mengendap Kemudian kita habiskan waktu berdua saja Kemudian kita hanyut dalam canda tawa Menikmati setiap detik dalam hangatnya cinta Menikmati setiap nafas yang kita hela Hingga perlahan-lahan sunyi membungkam kita Dalam rasa yang tak bisa kuungkap dengan kata Maka biarkan sunyi ini jadi kenangan kita Kelak di hari yang senja
~ Palembang, 23 Februari 2012
Inspirasi Baru
Aku tanpa inspirasi malam ini Coba goreskan seuntai kata Tak jua mampu kutuliskan Entah apa yang sedang terjadi Aku seolah kehilangan makna Tergerus rasa yang kian meraja Aku sendiri ragu tentang rasa ini Entah pasti atau hanya imaji Tapi rasa ini begitu kuat Mengambil alih alam bawah sadarku Memacetkan fikiranku Mematikan kosakataku Mengoyak-ngoyak logikaku Hingga otakku tak lagi bermain peran Lalu hati berkuasa Kemudian kucoba urai rasa itu Kucari tahu dari mana sumbernya Meski dengan kemacetan berfikir Dan logika yang terkoyak Kudapat sebuah senyum simpul Senyum indah, menggetarkan jiwa Kucoba lihat siapa pemiliknya Sempat tak percaya Lalu kutegaskan lagi pandanganku Ternyata dia Benar, ternyata memang dia Dan seketika inspirasi menghampiri Tanganku kembali melukis coretan tanpa arti Tentang dia, inspirasi baruku
~ Martapura, 04 September 2011
Rindu Pagi
Mentari menyibak pagi dari celah-celah kecil Berkas-berkas sinar hangat membentuk polanya Ribuan debu pagi menyerbu ruang ini Kubuka jendela, membiarkan cahaya memenuhi Seketika udara pagi merebak, membawa sejuk Beserta harum fajar yang masih tersisa Begitu menyegarkan Aku rindu suasana ini Yang dahulu selalu menyambutku Mengajarkanku banyak hal Sekarang, entah kemana semuanya Tak bisa lagi kunikmati pagi Aku terkurung dalam kepekatan malam Saat semua terlelap Bermain bersama mimpi-mimpi mereka Dan aku masih terjaga Berusaha pejamkan mata Tapi tak berdaya Aku rindu suasana pagi
~ Martapura, 30 Agustus 2011
Dua Puluh Tiga
Kepadamu: yang menginjak tahun ke-23 hari ini:
Dua puluh tiga tahun yang lalu Saat pertama kau lihat dunia, kau menangis Namun semua yang melihat tubuh kecilmu itu, tertawa bahagia Kebahagiaan yang tak pernah bisa ditukar dengan apapun Sekarang kau telah tumbuh dewasa Yang tak henti membawa ceria bagi tiap jiwa yang mengenalmu Dan hari ini, usiamu bertambah Satu hal yang harus kau syukuri juga harus kau renungkan Bersyukurlah atas semua mentari yang kau saksikan pada pagi-pagimu Dan renungkanlah setiap doa dalam tiap sujud di malam-malammu Kemudian mimpikanlah semua yang ingin kau impikan Lalu bangunlah, kuatkan pijakanmu, bentangkan sayapmu Dan kau akan siap mewujudkan mimpi-mimpimu Dan aku yakin kau akan mewujudkan mimpi-mimpimu
~ Palembang, 28 Januari 2013 00.00
Ingin kuajak kau menjejak satu persatu sajak pada tiap-tiap jarak yang kita pijak.
@LembarPuisi
Sajak Lampu Jalan
Sebuah Penantian
Hujan, dengan sebuah penantian Tentang yang akan datang, atau bahkan kepergian Hujan yang sama, yang turun satu tahun yang lalu Yang tiap gemericiknya semakin menguatkan cinta kita Namun kali ini, semua berbeda, semua tak lagi sama Jika memang semua cerita indah ini harus diakhiri Akhirilah dengan indah, akhiri dengan bahagia Karena bahagiamu adalah tujuan dari semua cerita ini Jika semua rindumu yang dahulu begitu menggebu-gebu Telah sirna seiring waktu dan menjelma debu-debu Tapi tidak dengan rinduku yang selalu menjadi candu Yang tetap kujaga saat langit cerah maupun kelabu Jika cinta yang selalu kudamba itu tak lagi ada Biarkanlah cinta untukmu tetap kujaga selamanya Karena tempatmu di hati ini Tak akan pernah mungkin terganti
~ Palembang, 5 Desember 2012
Kau
Saat seulas senyum terlintas di antara tidur dan terjagaku Tak ada yang lebih syahdu Dan segalaku tenggelam dalam semesta rindu Kau Seketika tanya penuhi seisi pikiranku Tak ada yang lebih sendu Dan segenap rasa menuju satu penjuru Kau
~ Palembang, 1 Oktober 2012