Catastrophe andromeda
Tubuh putih bersih itu terbaring lemas di atas ruangan kosong. Tidak ada suara orang menangis atau pun tetesan cairan infus. Semua kosong dan sepi. "Inilah akhirnya". Tangan kurus yang bergetar hebat mencoba meraih sebuah kertas di meja. Katie, itulah tulisan yang terlihat. "Tinggal aku sendiri". Ia bergumam. Sebuah bayangan tentang kejadian demi kejadian terlintas. Jika ditarik mundur, hal ini terjadi setelah seluruh properti rumahnya disita. Orang yang sangat ia percaya, mencampakkannya begitu saja. Ia telah membuang jauh keluarganya. Menghapus segala jejaknya hingga tak bisa lagi dilacak hanya karena sosok tersebut. "Aku akan menggantikan semua cinta mereka, itu pun kalau mereka benar mencintaimu". Kalimat berbisa itu berhasil membawa semua khayalan Katie terbang tinggi. Dan kini ia terhempas. "Apa aku akan mati seperti ini?" Ia menatap langit-langit kamar seakan bertanya. Pandangannya mengabur perlahan-lahan. "Kat! Katie! KATIE!!" Katie terbangun kaget. "Mama?" "Kamu ini, dibangunin susah sekali. Ayo turun, Papa mau ngomong tentang cowok yang kemarin bareng kamu". Katie tertegun. Tadi itu apa? Bukankah dia sudah hancur dan meninggalkan keluarganya? "Katie?!" Mama melambaikan tangan. "Papa pasti gak suka sama dia kan Ma?" Mama menghela napas. "Katie bakal nurut sama permintaan Papa dan Mama". Katie tersenyum menuruni tangga sementara sang Mama hanya terkejut dengan tingkah anaknya yang tidak seperti biasanya. "Aku tidak akan meninggalkan keluargaku".














