Semuanya perlahan pergi menyisakan pilu dan kerinduan. Entah bermakna atau tidak semua perjalanan yang dilalui yang pasti meninggalkan kenangan dan sesak ketika mengingatnya. Terkadang bisikan penyesalan hadir. Namun percayalah, pilihan saat itu adalah pilihan terbaik. Kepergian yang menciptakan kesunyian hanyalah sebuah persepsi. Dunia takkan berhenti dan menjadi sunyi ketika semuanya perlahan pergi, karena semuanya pergi untuk kembali. Siklus kehidupan pun hadir menjadi takdir sang Ilahi. Kehadiran pun menjadi sebuah keadaan yang menjadi bagian tersendiri. Semua ada karena bermakna. Semua ada memberi hikmah yang sangat luar biasa besar. Hikmah pun diperoleh jikalau memang mengerti dan memahami akan segalanya. Tak perlu ikut diam dalam kesunyian.
Bangkitlah wahai diri,karena waktu akan tetap berjalan. Kehidupan didepanmu menanti dirimu yang kuat. Larut dalam kesunyian tanpa gerak adalah kesalahan. Keluarlah dari lingkaran nyamanmu. Mari pecah keheningan sunyi dengan karya terbaikmu. Karena hidup akan tetap berjalan sampai detik penghabisan sebagai akhir dari takdirNya.
Yang sudah berlalu akan menjadi hsl yang akan dirindukan kelak. Bahkan keinginan untuk kembali pada masa itu pun hadir. Senyum dan malu akan datang ketika mengingatnya. Kesunyian yang ada lun selalu hadir disetiap bagian kehidupan. Tak dipungkiri bahwa melawannya akan membuatnya pergi. Berdamailah wahai diri. Ratapilah dirimu jikalau belum mengerti bahwa larut dalam kesunyian hanyalah kesia-siaan. Tiada peduli selain diri sendiri, karena yang mengerti akan dirimu hanya dirimu.
Sunyi, dan kini tiada siapapun. Bukan begitu, engkau masih memiliki Tuhan. Bahkan engkau masih memiliki dirimu sendiri. Kesunyian yang ada hanyalah rasa yang engkau ciptakan. Apa guna merasa sunyi dikala banyaknya eksistensi disekelilingmu?
Kota Penuh Kehangatan, Yogyakarta