Penempatan
14 Februari 2017. Sepuluh bulan masa pengabdian di tempat baru, lingkungan baru, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Tempat yang nggak pernah terlintas dibayanganku sedikitpun. Merantau di pulau seberang, jauh dari keluarga.
Untuk sebagian orang pasti nggak banyak yang tau dimana letak Kabupaten Kubu Raya. Dan jujur aja, aku juga baru tau ada kabupaten ini saat memilih daerah penempatan.
Ada banyak pertimbangan untuk memilih tempat penempatan. Dan aku yakin, pertimbangan satu orang dengan yang lainnya bisa berbeda, tergantung prioritas masing-masing. Beberapa pertimbangan tersebut seperti:
1. Jarak daerah penempatan dengan daerah asal
Beberapa teman mengaku jarak merupakan alasan utama mereka memilih daerah penempatan. Sebagian besar teman-teman memilih daerah penempatan yang dekat dengan daerah asal. Seperti misalnya, Kalimantan Selatan, Lampung, atau Sulawesi Selatan menjadi rebutan untuk teman-teman yang berasal dari Jawa, karena memang tempat-tempat itu yang kalo di peta terlihat dekat. Juga Kalimantan Barat, menjadi daerah yang cukup diperhitungkan untuk teman-teman asli Sumatera.
2. Keterjangkauan transportasi
Jujur aja, ini merupakan hal utama yang menjadi pertimbanganku waktu itu. Dalam anganku, mau ditempatkan dimana aja asal dekat dengan bandara, it’s OK.
Keterjangkauan transportasi ini menjadi pertimbangan teman-teman mengingat luas wilayah Indonesia yang belum sebanding dengan jumlah Bandara. Jadi biasanya, daerah penempatan yang punya Bandara bisa lebih favorit dibandingkan dengan daerah kota sekalipun yang nggak ada Bandaranya. Ya, siapa sih yang nggak pengen pulang ke daerah asal?
Untuk tau dekat dengan bandara atau tidaknya, waktu itu aku menggunakan bantuan Google Maps untuk cari tau jarak Bandara dengan kantor BPS, waktu tempuh, dan alternatif alat transportasi apa saja yang bisa dipakai selain pesawat. Bantuan Google dan Traveloka, untuk cari tau ada tidaknya penerbangan langsung, ataukah harus transit. Atau bisa juga dengan bertanya pada kakak tingkat yang sudah penempatan di daerah tersebut :)
3. Harga tiket untuk pulang ke daerah asal
Setelah tau keterjangkauan transportasi, hal lain yang dapat menjadi pertimbangan adalah harga tiket. Untuk cari tau harga tiket, waktu itu aku menggunakan bantuan traveloka buat cari tau harga tiket saat hari biasa dan hari libur, atau ada berapa banyak penerbangan dalam satu minggu. Untuk daerah kepulauan, bisa menanyakan langsung kepada kakak tingkat mengenai harga tiket angkutan lainnya.
4. Jumlah formasi yang dibutuhkan
Jumlah formasi disini yang dimaksud adalah jumlah formasi di setiap kabupaten/kota. Kenapa? Ada sebagian teman yang memilih daerah penempatan karena ada tidaknya teman saat nanti di daerah penempatan. Bisa dibilang teman hidup lah. Sepengalamanku selama ini, peran teman selama di tempat penempatan cukup besar, terutama saat menghadapi tekanan pekerjaan. Jadi ada teman untuk curhat, saling menguatkan, dan teman untuk jalan-jalan pastinya.
Nah, ngomongin tentang jumlah formasi, sebenarnya jumlah formasi yang telah ditetapkan pusat bisa jadi akan berbeda saat tiba di daerah penempatan. Tapi hal ini tidak terjadi di semua provinsi, tergantung kebijakan pimpinan di provinsi masing-masing. Daerah yang mengubah alokasi penempatan kabupaten/kota untuk tahun 2017 ini seperti sebagian besar provinsi di Pulau Sumatra termasuk Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara (sepengetahuan penulis).
5. Kondisi geografi daerah penempatan
Kondisi geografi yang bisa menjadi pertimbangan seperti luas wilayah, jumlah kecamatan, atau topologi wilayah (daerah pegunungan, pesisir, rawa, dll). Kondisi geografi ini terkait dengan kualitas air, kualitas jaringan komunikasi, kondisi jalan antardaerah, dan jarak dengan tempat-tempat umum.
6. Latar belakang daerah
Latar belakang daerah biasanya yang menjadi pertimbangan besar sebagian orang tua. Seperti suku mayoritas, agama mayoritas, ada tidaknya konflik, dan lainnya. Sebagian besar orang tua merasa khawatir dengan kondisi tersebut, padahal orang tua baru mengetahui hal tersebut secara tidak langsung. Jika hal ini terjadi, jangan berhenti untuk terus memberikan pengertian dan informasi-informasi positif kepada orang tua.
Sejauh ini yang aku alami bahwa latar belakang daerah ini bisa kita atasi dengan mencari tau adat/budaya/kebiasaan daerah yang bersangkutan saat sudah berada di daerah penempatan, sehingga kita bisa mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
7. Ada tidaknya keluarga di daerah penempatan
Untuk sebagian orang memilih daerah penempatan karena pertimbangan hal ini, dan biasanya orang tua yang merekomendasikan. Memang ketika ada saudara di tempat penempatan bisa menjadi rujukan saat pertama kali tiba di daerah penempatan. Tapi nggak ada pun juga nggak masalah kok, ada saudara di BPS yang juga pasti akan membantu :)
8. Antrian mutasi
Nah, antrian mutasi ini pasti jadi pertimbangan untuk orang-orang yang ingin pindah. Untuk tau hal ini lebih lanjut, teman-teman bisa bertanya langsung kepada kakak tingkat yang berada di daerah penempatan. Setiap daerah pasti memiliki kebijakan yang berbeda-beda, dan setiap orang yang pindah juga punya jalan masing-masing yang tidak sama. Ah, tapi rasanya terlalu awal ya ngomongin pindah, mengabdi dulu lah. Setiap orang sudah dituliskan rezekinya, jangan terlalu menjadi pikiran yang pada akhirnya akan menghambat pekerjaan sehari-hari. Nggak ada yang tau kan, barangkali ketemu jodoh, atau peluang bisnis yang lebih bagus di daerah penempatan. Allah pandai dalam membolak-balikkan hati :)
9. Jarak daerah penempatan dengan pusat kota/perbelanjaan
Untuk sebagian orang yang tidak bisa lepas dari pusat keramaian, hal ini bisa menjadi pertimbangan. Tidak bisa dipungkiri bahwa daerah penempatan yang masih kabupaten belum memiliki pusat-pusat keramaian layaknya Jakarta. Bisa menemukan tempat makan yang beragam sudah bersyukur. Sebelum penempatan merencanakan untuk pergi hang-out saat weekend. Tapi setelah menjalaninya, ternyata gravitasi kasur lebih besar saat weekend, mengingat padatnya kegiatan sehari-hari di BPS.
10. Merupakan daerah wisata
Daerah penempatan yang memiliki tempat-tempat wisata memang memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Saat tidak ada hiburan, refreshing ke tempat wisata menjadi pilihan yang tepat untuk menenangkan hati. Keuntungan penempatan bersama banyak teman bisa banget dimanfaatkan saat momen ini, liburan bersama, nebeng kos untuk akomodasi, dan kendaraan dinas untuk transportasinya. Dan memang, jangan lewatkan kesempatan saat masih di daerah penempatan untuk explore indahnya Indonesia.
11. Adanya komunitas di daerah penempatan untuk mengembangkan hobi
Sekadar menjalankan hobi menjadi hal yang mahal ketika berada di padatnya pekerjaan. Dengan adanya komunitas, bertemu dengan teman-teman yang memiliki hobi sama, hal ini akan menjadi mudah untuk terealisasikan.
12. Peringkat
Karena BPS masih menggunakan mahzab peringkat untuk menempatkan seseorang, maka kita harus terima itu. Bersyukur banget saat pengurus angkatan kami dengan solidnya mengadakan simulasi memilih daerah penempatan. Dengan begitu, setiap orang bisa memperkirakan tempat yang bisa dipilih. Nah, saat posisi kita sudah tidak ada sisa kuota dari pilihan awal, maka aku sarankan untuk membuka hati menyertakan pilihan lain yang masih available. Meskipun masih ada peluang adanya perubahan, tapi memilih tempat cadangan akan membuat kita lebih aman, daripada ditempatkan di tempat yg tidak dipilih orang. Kita harus berbesar hati, penempatan di daerah bukan berarti halangan untuk kita tetap berkarya. Justru dengan penempatan di kabupaten, kita akan banyak mendapat banyak pengalaman, ilmu, yang tidak pernah kita sangka-sangka.
Nah, selain dari dua belas hal di atas, tentu masih banyak pertimbangan lain pada masing-masing orang. Setiap orang pasti menginginkan tempat yang tebaik untuk dirinya. Ketika kita sudah berusaha tetapi Allah berkehendak lain, jangan pernah berkecil hati. Bisa jadi apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah.
Yang terpenting, kita harus tetap bersyukur. Ditengah banyak keterbatasan, semangat dan ambisi untuk terus berkarya harus tetap berkobar. Keterbatasan itu yang akan menjadikan kita lebih dewasa. Bukankah Allah tidak akan membebani seseorang diluar batas kemampuan hambaNya?
InsyaAllah, Allah selalu bersama dengan hambaNya.
Untuk adek-adek, sedikit sharing, semoga bermanfaat :)


















