Melebihi Kapasitas, Sampah Warga Depok dialihkan TPPAS Lulut Nambo
Tumpukan sampah di TPA Cipayung, terlihat seperti gunung dari bawah, dan terdapat alat-alat berat untuk mengangkut sampah. Sumber: Dokumen Pribadi
Masalah sampah di Depok semakin rumit karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung sudah penuh kapasitas. Kota ini membutuhkan solusi untuk mengatasi masalah ini.
Kepala UPT TPA Cipayung, Ardan Kurniawan, mengungkapkan bahwa setiap hari TPA tersebut menerima sekitar 1.000 ton sampah. Meskipun jumlahnya besar, tidak ada pilihan lain selain mengirimkannya ke TPA tersebut. Jika tidak, sampah di Depok akan menumpuk.
Untuk mengatasi situasi ini, Pemerintah Kota Depok membutuhkan bantuan. Baru-baru ini, mereka meminta bantuan dari Kementerian PUPR untuk memasang alat pengelolaan sampah di TPA Cipayung.
"Bapak Wali Kota telah meminta bantuan dari pemerintah pusat beberapa waktu yang lalu. Hal ini bertujuan agar sampah di TPA Cipayung dapat ditangani dengan baik," ungkap Ardan Kurniawan pada Senin(19/6) sore.
Dia menambahkan bahwa mereka ingin menggunakan teknologi pengelolaan sampah yang modern dan ramah lingkungan. Program yang disebut Improvment of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) adalah salah satu program yang ada.
Terlihat pekerja di TPA Cipayung sedang berjalan di jalan yang penuh dengan sampah Sumber: Dokumen Pribadi
"Kami sangat berterima kasih karena Pemerintah Kota Depok mendapatkan bantuan melalui program ISWMP. Rencananya, program ini akan dibangun pada tahun 2024 dan mulai beroperasi pada tahun 2025," tambahnya.
Ketika beroperasi, pengolahan sampah tersebut juga akan memberikan manfaat bagi kebutuhan masyarakat.
"Jadi, bukan hanya mengenai pembuangan sampah, tetapi sampah yang sudah ada akan diolah menjadi sumber energi," tutupnya. (MJM)
Kondisi area sekitar yang terlihat sangat tak terawatt karena terdapat puimg-puing bangunan yang dibuang sembarangan. Sumber: Dokumen Pribadi











