Pria bertugas mendengarkan sebanyak apapun keluh-kesah wanitanya. Wanita bertugas meredamkan sebesar apapun ego prianya.
That a relationship should be. (via mbeeer)

JVL
wallacepolsom
Three Goblin Art
Xuebing Du
Game of Thrones Daily
No title available
Stranger Things
No title available
DEAR READER
sheepfilms
AnasAbdin
h
tumblr dot com
will byers stan first human second

oozey mess

if i look back, i am lost
🪼
trying on a metaphor
Claire Keane
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from South Africa
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@masviar
Pria bertugas mendengarkan sebanyak apapun keluh-kesah wanitanya. Wanita bertugas meredamkan sebesar apapun ego prianya.
That a relationship should be. (via mbeeer)
Istri
Siapa bilang jadi istri itu mudah. Istri itu bekerja dari terbitnya mata hari hingga terbenamnya mata suami.
Siapa bilang jadi suami itu mudah. Suami itu bertanggung jawab atas istrinya, mulai dari akad hingga ke liang lahat.
Semoga menjadi penginggat bahwa menikah itu tidak mudah. Banyak belajar dan mencari ilmu sebelum menikah. Tapi semuanya akan terasa indah jika diikhlaskan untuk ibadah.
Merasa kaya, merasa baik, merasa cantik, merasa penting, merasa sukses, merasa terkenal, dan.. . . merasa dia punya rasa, ternyata hanya dianggap teman biasa.. wkwkw
Tidak apa-apa. Asal jgn diulangi ya ☺ https://www.instagram.com/p/B3x2J9JHs5g/?igshid=oi2hu9i53lok
Dark Wor(l)d turned 3 today!
Alhamdulillah, one step closer!!
09:00 PM at the third monday on July 2016 (at Jalan Kaliurang KM 12,5 Yogyakarta)
Cinta Itu Bukan Berdasarkan Pada Usaha
Contohnya : Kamu ingin air dingin, saya hanya punya air panas. Saya mengipasi gelas saya berjuta-juta kali agar cepat dingin, dan tiba-tiba, seseorang melintasimu dengan membawa air es.
Kamu menginginkan sesuatu dari seseorang, itu menjadi harapan mu. Saya berusaha mati-matian, berkeringat darah sampai air mata mengering..
Dan kemudian ada seseorang lain yang menghampirimu, dan memiliki semua harapan yang kamu inginkan. Jadi kamu akan memilihnya.
Viar Agastya
Yogyakarta, 22 Juni 2016, 10:29 AM
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’, 17:23)
Mencintaimu dan melepaskanmu, sama saja. Aku selalu harus berjuang. Bedanya, yang satu mendamaikan, yang lain menyesakkan.
#TiaSetiawati #instapoem #karenapuisiituindah
Jika Engkau Harus Melepaskan Jilbabmu
Jika jilbabmu tak menghentikan mata laki-laki untuk lekat menatapmu, mengagumi kecantikanmu, kau bisa membiarkan mereka menatapmu. Tak usah mengira bahwa jilbabmu gagal menghadang mereka. Tak usah menuduh mereka tak menghargaimu. Mata mereka bukanlah tangan, bukan hidung, bukan lidah, apalagi pintu, jendela atau ranjang-ranjang.
Biarkan mereka. Biarkan mereka melihat bagaimana seorang perempuan tetap terlihat mengagumkan dengan kain yang melindungi rambutnya, bahunya, dadanya. Barangkali… mereka belum pernah melihat perempuan sepertimu sebelumnya.
Jika mereka ingin menyentuhmu. Jangan biarkan mereka menyentuhmu. Berilah mereka senyuman. Barangkali, mereka belum tahu. Atau mungkin sebenarnya mereka tidak sedang ingin menyentuhmu—tetapi berusaha menggapai dirinya sendiri yang ia temukan di dalam dirimu: Mungkin masa depannya, kebahagiaannya, impian-impiannya. Katakanlah kepadanya, “Aku telah dilindungi.”
Jika mereka ingin menggenggam tanganmu, atau merangkulmu, atau memelukmu. Mundurlah beberapa langkah. Berilah mereka jarak. Berilah mereka waktu. Laki-laki selalu tumbuh dengan naluri ingin melindungi—dengan dada-dada mereka yang dibusungkan, kaki-kaki mereka yang dijinjitkan, atau tangan-tangan mereka yang dikepalkan. Biarkan mereka melakukannya… Hingga mereka lelah. Dan kau akan menjumpai satu di antara mereka yang tetap bertahan… Dia yang mungkin bukan yang paling gagah di antara semuanya, bukan yang paling kekar di antara semuanya, tetapi yang paling sungguh-sungguh ingin menemukan dirinya di dalam dirimu.
Jika saat itu tiba, kau akan dikelilingi sejumlah keraguan… Mungkinkah ia lelaki itu? Mungkinkah kau akan mencintainya? Mungkinkah kau memberikan keseluruhan dirimu kepadanya? Mungkinkah ia melindungi kehormatan dan kesucianmu melebihi yang telah dilakukan jilbabmu selama ini?
Dan ia akan tetap berdiri di sana. Mengagumimu sebagai seorang perempuan. Bukan pelayan. Bukan harim. Bukan yang lain. Maka ajarilah ia cara menyayangi seorang perempuan, seperti puisi, seindah metafora, selembut kelopak bunga-bunga, sesabar cahaya matahari yang melelehkan salju tebal, semerdu rintik hujan di sungai-sungai.
Jika jilbabmu membuat seorang laki-laki jatuh cinta kepadamu. Biarkanlah ia mencintaimu. Kau perlu tahu, dicintai adalah sebuah anugerah yang tak bisa kau tukar atau tawar-tawar. Dicintai adalah karunia yang mungkin orang lain tak mendapatkannya. Dicintai berbeda dengan mencintai. Jika mencintai adalah menemukan kebahagiaanmu, dicintai adalah saat kau menjadi kebahagiaan untuk orang lain.
Maka jika engkau harus melepaskan jilbabmu di hadapan laki-laki itu, buatlah keputusan yang tak akan kau ulangi lagi untuk melakukannya. Buatlah sebuah perjanjian. Buatlah sebuah akad. Dan biarkan semesta menyaksikannya: Melalui mata ayahmu, melalui mata ibumu, melalui mata semua orang yang kau sayangi dan percayai.
Jika engkau harus menyingkap hijabmu, singkaplah… Di hadapan seseorang yang akan melindungimu dengan seluruh dirinya. Lepaskanlah… Untuk seseorang yang akan membimbingmu mencintai Tuhan lebih dari kau pernah mencintaiNya seperti kapanpun.
FAHD PAHDEPIE
KECEEEE BANGETTT. WAJIB BACA!!!
Untuk perempuanku, bacalah!!
Berbahagialah! Sebab aku senang melihatmu menapak seperti ini. Meski, kini bukan aku lagi yang berada selangkah lebih dekat denganmu.
Hujan Mimpi
(via
hujanmimpi
)
Periksa yuukkk periksa…
Mungkin kita khilaf
Saat nanti kita merasa lelah, ingin sudah dan merelakan semua dengan kata pisah..
..Inget saja sekarang kita sama-sama berjuang waktu lagi susah; dan kita tetap bersama-
Mancintaimu, aku jadi tahu alasan mengapa aku harus berbahagia. Karena yang kucintai pantas hidup bersama ia yang mencintai dirinya sendiri.
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)
Kebebasan berbicara itu hanya omong kosong. Nyatanya, ada hati yang kudu tetap harus dijaga.
Viar Agastya 08 Juni 2016 17.03 Yogyakarta
Entah mana yang lebih menyakitkan, sakit hati atau merindukan. Aku tak bisa menahan rasa ingin tahu tentang kabarmu, namun aku juga tidak sanggup untuk tahu betapa bahagianya kamu sekarang.
(via mbeeer)
Bagaimana jika..
..Saat kau takut ditinggalkan, malah kau yang meninggalkan?