Perjumpaan yang penuh syukur.
"Nis, akhirnya aku menikah."
dia menangis seraya memelukku erat. Lika liku penantiannya, panjangnya doa yang ia panjatkan kepada Allaah akhirnya menemukan muaranya. Seseorang yang begitu menjaga dirinya, seseorang yang tetap pada pendiriannya, tidak sekalipun menurunkan standard laki-laki yang ia impikan untuk menjadi pendamping hidupnya.
dia seorang perempuan yang sederhana namun begitu dalam keilmuannya. Berkali-kali gagal ta'aruf tak menjadikan baik sangkanya kepada Allaah meredup. Baginya gagal dalam ta'aruf itu gal yang lumrah, sebab untuk mencari seseorang yang memang layak ditunggu memang butuh kesabaran yang luas. aku selalu kagum dengan cara berpikirnya, senyumnya, dan dalamnya ilmunya.
Kalau memang ia orang yang baik agama, akhlaknya, dan ilmunya yang begitu dalam. Mengapa tak jua menemukan pendamping hidup? Pertanyaan itu selalu muncul setiap kali ia gagal dalam proses ta'aruf. Karena memang tidak semua perjumpaan perempuan dan lelaki yang baik akan berujung pada kata sepakat. Tidak melulu kebaikan-kebaikan yang ada pada mereka akan cocok dan berlabuh.
Ada yang memang datang sebagai ujian, ada yang memang datang dan pergi dengan begitu saja. Sebab urusan jodoh terkadang memang terlihat sederhana namun rumit jika harus dijabarkan. Sebab Allaah yang menautkan kedua hati menjadi satu, bukan hanya salah satunya.
Menjadi baik adalah tugas kita, menemukan jodoh yang baik adalah usaha kita. Dan memang hikmah akan kita pahami kala sesuatu itu sudah kita jalani sekalipun itu terasa menyakitkan. Kelak kita akan paham bahwa seseorang akan datang ke dalam hidup kita dan membuat kita sadar. Mengapa perkenalan-perkenalan sebelumnya tidak pernah berjalan baik.
Memasuki usianya yang kata orang-orang tidak lagi muda. Tidak menyurutkannya untuk melangitkan banyak syukur kepada Allaah. Katanya sekali lagi kepadaku sebelum akad, "aku tidak malu ketika aku menikah diusiaku menginjak 36 tahun. Karena memang takdirku sudah Allaah tetapkan jauh sebelum diri ini diciptakan. Meski dalam proses menjalaninya banyak jatuh dan bangun, banyak menangisnya, tetapi memang akan ada manis bila kita terus bersabar dan minta pertolongan Allaah. Dan jika memang kita mau bersabar lebih luas lagi, Allaah akan penuhi janjiNya dengan lebih banyak lagi yang tidak akan pernah bisa kita berhenti untuk takjubi."
Janji Allaah sungguh benar, bahwa seseorang yang baik akan bertemu dengan yang baik pula. Dalam penjagaan dirinya yang penuh dengan perjuangan. Pada akhirnya Allaah pertemukan ia dengan seorang yang memang kualitasnya sama dengannya. Takjub melihat kuasa Allaah menjawab doa-doanya.
Wahai diri, jangan pernah redupkan harapmu, baik sangkamu kepada Allaah, doamu kepada Allaah, dan upayamu untuk terus menuju Allaah. Sebab Allaah Maha Melihat sekalipun engkau menangis sendiri. Sekalipun patah dan remuknya hatimu dan hampir putus asa kau menyatukannya kembali dengan penuh keletihan.
Sebab aku tak pernah kecewa setiap kali mengadu peluh kepada Rabbku. Meski saat itu yang kudapati mata menjadi bengkak sebab airmata tak ingin berhenti.
Sebab aku selalu bahagia setiap kali menangis pilu kepada Rabbku. Meski saat itu yang kudapati upayaku tak sesuai dengan apa yang kuharapkan.
Karna bagaimana mungkin aku akan kalah, bila yang menguatkan dan meyakinkanku adalah Kau yang menciptakan semesta?
*aku sudah meminta izin kepadanya untuk menuliskan sekelumit kisahnya dalam sebuah tulisan.
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ