Sisi Kecil
Hari ini sisi kecil menangis lagi. Ia kehilangan pembelaan yang ya harapkan dari ibu kesayangsnnya sendiri. Ia mengunci diri kembali, memastikan mengobati luka luka memori yang lagi-lagi kembali.
Kakak berusaha mencari cara sisi kecil agar tidak menangis lagi. Ia mencoba menghubungi kekasihnya. Ia mencoba memberi tahu sedikit banyak alasan sisi kecil kecil menangis pada saudara jauhnya.
Padahal si kakak tahu, kalo cerita tadi bisa saja bumerang untuk dirinya dan sisi kecilnya nanti. Tapi kakak begitu panik dan tak tahu minta tolong dengan siapa lagi untuk menghentikan tangisnya kian kencang.
Kakak mulai kelelahan. Ia pun berbisik pada sisi kecil. "Sabar ya, kamu bisa melewatinya. Kakak akan bantu kamu biar bisa ga menangis lagi. Jadi sabar dulu", kakak membelai rambut sisi kecil dengan kasih sayang. Kakak juga memeluknya erat - erat. Memastikan hangatnya masuk ke tubuh mungil hingga ingat baik yang bisa sisi kecil terima.
Sisi kecil mulai mereda tangisnya, walau dia tahu kakak juga sudah dari tadi ikut melelehkan air mata karena rasa sayang yang ia miliki pada sisi kecil. "Maafkan adik ya kak, adik belum sembuh benar. Terus belai adik dan peluk adik ya kak"
Si kakak mulai menangis tanpa malu dan tersenyum. Mereka berdua duduk dalam ruang sunyi gelap yang bersemayam di pikiran seorang perempuan muda belia terdiam dan sedang memeluk bantal kesayangannya.
19-03-2023









