ngomongin orang lain
semakin dewasa, kamu akan semakin takut ngomongin orang lain. kalau sesuatu itu benar, itu menjadi ghibah. kalau sesuatu itu tidak benar, itu menjadi fitnah.
kamu takut pahalamu diserok olehnya saat kamu dihisab. kamu takut dosa-dosanya dipindahkan kepadamu. kalaupun iya seseorang yang kamu bicarakan itu berbuat dosa, kamu takut bilamana Allah menurunkan dosa yang sama atau malah lebih kepadamu.
kamu sadar kamu tidak lebih suci, kamu hanya kebetulan tidak memiliki kesempatan untuk melakukan dosa itu. bahkan, kesempatannya tidak ada juga bukan karena kamu baik. itu semata karena penjagaan Allah. mungkin karena doa orang tuamu, mungkin karena doa dari orang yang pernah kamu tolong. bukan karena kamu hebat.
kamu tidak berani membeberkan aib orang lain sebab apa kabar aibmu sendiri? kamu sadar bahwa kamu bukan tidak buruk. keburukanmu hanya kebetulan tertutupi. dan itu yang kamu minta hingga hari pengadilan dan setelahnya.
semakin dewasa, kamu akan semakin takut ngomongin orang lain, memberi label kepada orang lain, menertawakan orang lain, atau mendoakan (menyumpahi) orang lain keburukan. kapan saja, segala sesuatunya bisa terjadi kepadamu, keluargamu, atau anak-anakmu. maka, yang kamu cari hanyalah penjagaan dan pemeliharaan Allah.
"ya Allah, jagalah dan peliharalah aku, keluargaku, anak-anakku."














