Bagi sebagian orang, hasrat untuk tampil sempurna di social media adalah tujuan. Karena kesempurnaan berarti bertambahnya pengaruh, bertambahnya pengikut, bertambahnya pergaulan, dan terutama bertambahnya kesempatan…untuk tampil lebih sempurna.
TVSTRANGERTHINGS
Three Goblin Art

#extradirty
tumblr dot com
art blog(derogatory)

if i look back, i am lost
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Cosimo Galluzzi

Kaledo Art
wallacepolsom
Alisa U Zemlji Chuda
will byers stan first human second

❣ Chile in a Photography ❣

祝日 / Permanent Vacation
dirt enthusiast
One Nice Bug Per Day
d e v o n
YOU ARE THE REASON
Sweet Seals For You, Always
Stranger Things
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Netherlands
seen from Italy
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Canada
seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from United States

seen from Singapore

seen from T1
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
@miftahmief
Bagi sebagian orang, hasrat untuk tampil sempurna di social media adalah tujuan. Karena kesempurnaan berarti bertambahnya pengaruh, bertambahnya pengikut, bertambahnya pergaulan, dan terutama bertambahnya kesempatan…untuk tampil lebih sempurna.
Sebuah perjalanan, mendekatkan yang jauh, tanpa meninggalkan yang dibelakang..
“The truth is from your Lord, so never be among the doubters.” (2:147)
Tulisan : Berontak
Aku mungkin sepertimu juga, lelah membicarakan masalah perasaan dalam suasana merah jambu. Mendayu-dayu penuh romantika dan haru biru. Membuat kita semakin lemah dan terbuai dengan angan-angan yang panjang.
Aku resah dengan segala jenis penglihatanku pada romantika di sepanjang perjalanan. Di satu sisi aku tidak mampu melihat suami-istri bergandengan tangan, dan disisi lain aku muak melihat sepasang remaja berangkulan sembarangan.
Sudah waktunya kita melihat dalam sisi yang berbeda, mari kita lihat perasaan sebagai nyala api. Dan kita lihat pernikahan dalam suasana merah membara. Bahwa bentuk perjuangan tidak selalu dalam perang fisik, namun juga pemikiran dan perasaan.
Mari kita belajar mengenai perasaan dalam suasana perjuangan, bahwa kelak akan kita perlihatkan kepada dunia sebuah perubahan besar. Dan perubahan besar itu berawal dari rumah kita.
Perubahan besar itu berawal dari rumah kita. Disana ada aku-kamu-dan anak-anak kita.
Bandung, 31 Mei 2013
Our sense of the stability of the Earth is just an illusion coming from the shortness of our lives.
Neil deGrasse Tyson (via scientificphilosopher)
Are you up for the challenge? Note: Dates are according to moon-sighting of Muharram in KSA & UAE.
Air mata di jalan dakwah, adakah air mata kecerdasan? Sejurus air mata mengalir dari sumbernya kembali menuju telaga bahkan samudera. Awalnya air mata itu muncul dari manusia biasa. Lalu ia makin dewasa. Ia makin mengerti. Makin cerdas dengan hidayah-Nya. -Umar Hidayat dlm Air Mata di Jalan Dakwah . . Beberapa hari lagi sidang proposal, tp bener-bener lagi gak mood untuk buka laptop, mending ngemil dulu. Kantung mataku sudah punya kantung mata.. :( Selamatkan hamba nanti Ya Allah..
Semakin jauh jalan yang kita tempuh, semakin banyak hal yang akan kita temui. Sebab di perjalananlah sebenarnya kita belajar. Jangan-jangan tujuan kita adalah perjalanan itu sendiri? Bila nanti kita sampai di tempat yang kita tuju, bukankah perjalanan kita tidak serta merta berhenti?
Kurniawan Gunadi - sebuah kontemplasi (via kurniawangunadi)
Friends, lets remind each other that by rushing through our prayers, we are just short-changing ourselves by not having quality time with Allah. May He grant us all Khusyuk in our Salah and may we meet Him with a state of heart that He will be pleased with, Amin.
May He grant us all Khusyuk in our Salah.. Aamiin
Gairah Akan Surga
“Aku ingin kuliah di negeri Paman Sam” “Aku ingin melihat kebun bunga tulip di Belanda” “Aku ingin lancar berbahasa Jerman" “Aku ingin …”
Betapa banyak cita-cita dan keinginan. Betapa mudahnya merenda mimpi dan harapan. Pertanyaannya, seberapa kuat semangat kita untuk menjadikannya nyata? Apakah mimpi-mimpi itu hanya berhenti di selembar kertas yang ditempel di meja belajar, ataukah kerja keras yang akan menghadirkannya nyata di depan mata kita?
“Kita semua memiliki kemampuan yang mengagumkan untuk menyusun rencana”, begitu tulis Salim A. Fillah, “Namun semua kemampuan itu tidak pernah lebih kuat daripada kemampuan kita untuk menunda. Maka setelah visi, kita memang seharusnya bergairah. Pertanyaan selanjutnya, pada apakah kita bergairah?”
Mungkin kekayaan, yang menjadi gairah kerja-kerja kita. Dambaan untuk memiliki kehidupan yang nyaman, dengan tempat tinggal, dan sarana transportasi yang mewah. Atau mungkin kedudukan, yang menjadikan kita bersemangat meraih gelar pendidikan setinggi mungkin. Agar dipandang hebat, agar memiliki wibawa di depan banyak orang. Namun benarkah kita hidup hanya untuk itu?
Sebagai seorang muslim, tentu kita menyadari bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah persinggahan sejenak untuk menuju fase kehidupan yang kekal abadi nanti. Maka sudah semestinya, gairah akan surga-lah yang mengisi kantong-kantong semangat kita, yang membuat kita rela berpayah-payah dan berlelah-lelah di dunia. Karena kita meyakini, akan ada perjumpaan dengan Sang Maha di akhir perjalanan ini.
—
Tak terhitung berapa banyaknya iklan dan bisnis travelling yang menawarkan fasilitas kenyamanan seperti relaksasi di pantai, pemandangan air laut, pohon-pohon kelapa sawit, sambil merebahkan diri di pasir putih dan ditemani segelas es jeruk yang menyegarkan kerongkongan.
Manhattan, perumahan termahal di dunia, menawarkan fasilitas yang berbanding lurus dengan harga. Semakin tinggi tempatnya, semakin mahal. Dan tebak, apa pemandangan yang ditawarkan di atas sana? View berupa air terjun buatan, dan juga taman-taman yang indah.
Lalu, kalau kita perhatikan, salah satu bentuk pelayanan di restoran hotel bintang lima adalah gelas-gelas mewah, yang dituangkan minuman ekstra mahal dari pramusajinya yang berjas dan berdasi.
Tidakkah kita menemukan suatu kesamaan, dengan ayat-ayat indahNya di surat ke-37 berikut ini:
“Mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan, (yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan, (mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga), (warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya. Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya, seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.”
Konsep kebahagiaan, yang Allah jelaskan 1400 tahun yang lalu, selaras dengan konsep bisnis komersial yang kita dapati sekarang. Lebih dari itu, semua kesenangan di surga nanti bersifat abadi. Ya, selamanya. Dapatkah kita membayangkan bahwa kita akan bahagia selama-lamanya? Di dunia ini, kita mudah saja mendapatkan kebahagiaan, tapi pernahkah kita merasakan kebahagiaan itu terus-menerus selama kita hidup? Bukankah tidak jarang kebahagiaan itu berubah drastis menjadi kesedihan yang tiba-tiba, yang entah datang dari mana asalnya.
Ketika pergi berlibur bersama keluarga misalnya, momen yang seharusnya berisi kebahagiaan, tawa, dan keceriaan. Tapi suasana itu dapat seketika berubah, entah karena dilandasi oleh argumen suami-istri, pertengkaran kakak-adik, tangis anak kita, dll. Hubungan antar manusia di dunia tidak terlepas dari noda dan konflik.
Maka bayangkanlah, di surga nanti, semua perasaan sedih itu akan dicabut oleh Allah. There is no more pain. Tidak ada bosan, tidak ada penat. Yang ada hanyalah kebahagiaan. Selamanya.
Maka tetaplah bergairah dengan kerja-kerja kebaikan kita. Karena akan ada hadiah besar menanti di ujung perjalanan ini. Meski lelah tak jarang menghampiri; ingatlah bahwa ini hanya sejenak. Relakah kita menukar kebahagiaan abadi itu dengan kegembiraan dan hura-hura sesaat di dunia? Semoga Allah karuniakan kita nikmat terbesar untuk bisa berkumpul kembali di surga, sambil meminum mata air surga dan merasakan nikmatnya buah-buahan di taman FirdausNya. Amiin.
–
Tulisan ini terinspirasi dari talkshow Ust. Nouman Ali Khan di The Deen Show https://www.youtube.com/watch?v=JTudjWPAh-s
Kekuasaan Allah sangat besar untuk membuat segala sesuatu menjadi mungkin, tapi kadang manusia yang malas berdoa
Heaven hunter