
Product Placement
tumblr dot com
occasionally subtle

bliss lane

shark vs the universe

Kiana Khansmith
Interview Vampire Daily

@theartofmadeline
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Misplaced Lens Cap

oozey mess
Claire Keane

PR's Tumblrdome
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

gracie abrams
YOU ARE THE REASON

pixel skylines
The Bowery Presents

Discoholic 🪩
seen from Ukraine
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from Netherlands

seen from Ukraine
seen from Suriname
seen from United States

seen from United States
seen from Spain
seen from Bangladesh
seen from France
seen from Togo
seen from Türkiye
seen from Ecuador
seen from Philippines
@murey
Sungguh, kau akan terus dihantui oleh rasa kecewa yang berkepanjangan. Bila kau meyakini bahwa yang mencintaimu akan selalu bisa menoleransi kesalahan sama yang seringkali berulang.
Kota manis, 25 Februari 25
Murey. Sabtu, 14 Desember 2024.
Lihatlah bagaimana pohon tumbuh dengan tanpa tergesa-gesa. Amatilah arus sungai yang mengalir tanpa paksaan. Juga musim yang berganti tanpa campur tangan manusia.
Do'a bukan sumpah serapah ;
Menurutku, do'a bukan lagi disebut do'a apabila dipanjatkan dengan harapan karma keburukan terhadap orang lain. Terlepas kau menyebut itu adalah do'a.
~ Murey. 14 Desember 2024.
Malam ini aku gila
Murey. 24 November 2024
Kendatipun, mataku buta aksara.
Telah tertulis seluruh alur cerita.
Dengan pena yang takkan kehabisan tinta.
Tergores sudah takdirku di dalam catatan-Nya
Terpatri dalam buku rahasia
Sukar untuk dieja, apalagi diterka.
Bukankah اقرأ mengajarkan bacalah, mengetilah, pahamilah, cerdaslah.
Seruan untuk membaca buku, membaca kebesaran-Nya, membaca diri sendiri, maupun alam semesta.
Bolehkah saya mengintip buku diri sedikit saja
Entahlah, saya sudah berada bab ke-berapa.
Segala yang telah terekam tanpa jeda,
bak cctv tanpa titik buta.
Segala kisah mengalir mengikuti alurnya.
Bahkan ketika memejamkan mata.
Kalbu takkan penuh
Memaknai kisah
Menemukan hikmah
Yang tersimpan di hamparan jiwa
Ingin kutulis segenap rasa
Dengan bahasaku, aksaraku, pemahamanku.
Kurajut sejuta aksara
Kurangkai menjadi untaian kata
Meski Syair hatiku menderu tak bersuara
Semoga tulisanku kelak ada yang memahaminya.
Sebab hati tetap memilihmu.
~Murey. 09 Desember 24
Di dalam rasa yang tumbuh sebagai cinta.
Ego adalah satu-satunya ujian yang mengeruhkan kesuciannya.
Kita dibuat kecewa karenanya.
Perdebatan yang tiada habisnya.
Hingga kita sempat usai dengan cara yang tidak semestinya.
Semestinya,...
Semestinya menjadi hal yang kita sesalkan tanpa suara.
Menanggung rindu tanpa bicara.
Banyak hal yang membuat kita mengenang saat-saat bercengkrama.
Semenjak di hari lalu juga. Meski, ombak menghantamku dahulu kala ;
Membuatku terpental begitu jauh dari mata. Membuatku merasakan kegetiran yang tiada tara.
Membuatku ingin sekali membencimu. Membuatku ingin sekali melupakanmu.
Tapi, hati...
Sungguh, hatiku tak pernah mampu menelan segala logika untuk melunturkan perasaan cinta yang telah bersemayam di dalam sukma.
Hingga sampai detik ini pun sama.
Kau di hidupku adalah cinta.
Sungguh, tiada lagi yang kuingini. Hanya kau saja. Hingga di saat yang tak kusangka.
Dalam hidupku, kau dihadirkan kembali oleh-Nya.
Setelah dahulu kala, dan untuk melanjutkan langkah ;
Ego seharusnya adalah tunggangan yang harus dapat kita kendalikan berdua.
#sajakcinta#syairrealita#aksararasa #artgallery #romancequotes
Tersandung Kaki Sendiri
Murey.21 November 2024
Katanya satu langkah lagi.
Sepertinya masih jauh sekali
Sepertinya cuma memaksakan diri
Lelah terasa sungguh berat sekali
Harapannya terlampau tinggi
Banyak ingin yang tak mampu terpenuhi
Batas diri tak dapat kulampaui
Batin terasa tersiksa sendiri
Langkahnya tak dapat terkejar lagi
Larinya kencang sekali
Jejaknya pun tak terlihat lagi
Hilang bagai tertelan bumi
Sepertinya remedi lagi
Tentang impian yang cuma jadi mimpi
Harapan sepertinya sirna lagi
Rasanya sia-sia lagi
Lelah sekali, dimakan hati
Memilukan sekali, rasa di hati
Mengemban beban derita sehebat ini
Tekanan hati yang tak terhindari
Sesal sungguh tiada berarti
Biar saja abadi di memori
Buat evaluasi diri untuk nanti
Supaya hati, mawas diri
Tidak ada yang perlu disalahkan lagi
Biar saja kesalahan menjadi milikku sendiri
Bukankah pasal itu kau junjung tinggi
Takkan ada celah untuk aku membela diri
Biar aku saja yang paling bersalah atas duka ini
Barangkali, aku yang tersandung kakiku sendiri
Aku yang terjatuh oleh rasaku sendiri
Tak mungkin kusalahkan batu yang tidak tahu menahu tentang kejatuhanku ini
Sebuah Pesan
Murey. Rabu, 06 November 2024
Barangkali, kita saja yang telah ingkar dan tak sabar akan kesukaran yang teramat lama untuk diuraikan dan dijabarkan. Hal yang belum sempat dapat kita pahami. Sehingga Luka, perih, kepedihan, dan keputusasaan melambung melebihi sabar yang kita kira memiliki batas.
Gusar bergulat di dalam diri, ingin segera pergi entah ke mana. Tanpa arah dan tanpa tujuan. Terpuruk dalam kegetiran yang semakin menyiksa adalah hasil dari asumsi dari pikiran kita yang buntu. Menyesali sesuatu yang sudah seharusnya terjadi bukanlah cara sehat untuk terbebas dari belenggu derita.
Suatu ketika kita akan menyadari bahwa ; segala bentuk ketidak nyamanan ini, rasa sakit, dan penderitaan yang kita alami tidak lain adalah sebuah pesan. Sebuah pesan yang mengandung makna.
Hal Sepele
Murey. Rabu, 12 juni 2024.
Terkadang ada hal yang kita anggap sepele dan tidak begitu penting. Tapi bagi sebagian orang hal itu sangatlah penting. Kita pernah bersikap bodo amat dan acuh tak acuh pada hal yang kita anggap sepele dan tidak begitu penting.
Namun ada hal yang sangatlah penting, yang seharusnya kita pahami bahwa sebetulnya hal itu bukanlah sesuatu yang patut untuk disepelekan, kita tak boleh acuh tak acuh pada hal tersebut. Karena hal itulah yang seringkali membuat kita saling melukai perasaan dengan tanpa kita sadari.
Kau tahu kan,.. Bagaimana perasaanmu ketika dibuat terluka oleh seseorang yang tak pernah menyadari kesalahannya ?…
Ketika seseorang itu menyepelekan sesuatu yang membuatmu terluka, menganggap hal itu tidak begitu penting, bersikap bodo amat dan acuh tak acuh. Ini tentang hal yang kelihatannya sepele, tetapi tidak patut untuk disepelekan.
Begitu banyak hati yang terluka perasaannya disebabkan karena seseorang telah menyepelekan sesuatu yang menyakitinya. Itulah mengapa aku menuliskan ini sebagai suatu hal yang penting untuk selalu aku ingat, atau untuk mengingatkan siapapun yang membaca tulisan ini.
Jangan menyepelekan sesuatu yang seseorang menganggap hal itu penting.
Tidak Enak Kan ?
Murey 13 Agustus 2024
Dia memang sukar mengekspresikan diri Cenderung tidak percaya pada diri sendiri Bergulat di dalam pemikirannya sendiri Gelisah mencekam di dalam hati
Begitu pelik mengutarakan pemikiran Sehingga memilih jalan yang menurutnya aman Cuma supaya tidak jadi sorotan Mengiyakan, padahal hati bertentangan
Ingin dimengerti tanpa bersuara Ingin dipahami tanpa bicara Berhentilah membuat jiwamu tersika Sudahilah membuat batinmu terluka
Sudah cukup membunuh mentalmu Tersandra dalam rasa malu-malu Katakan saja apa yang ingin kau katakan Tetapi tetap dengan cara yang santun
Jangan berkata ' iya ' Bila hendak mengatakan ' tidak ' Gak enak kan,… Jadi gak enakan ??? … Ewuh pakewuh memang sikap yang baik Tapi tetap sesuai dengan konteksnya Ngono ya Ngono ning Aja Ngono
Angan angin semu
Murey 13 Agustus 2024
Sejuk angin menenangkan jiwa Semerbak harum aroma bahagia Belaian lembut memanjakan rasa Terbius sadarku ke dalam lena
Cinta memang membangkitkan asa
Tumbuh Anganku ingin abadi selamanya
Sayangnya cuma sementara saja Abadinya ternyata di memori saja
Cinta memang titik lemahku Bom waktu kau tanam di dadaku Bujuk rayu harapan palsu Pecahkan segenap asa menjadi debu
Cinta memang taktik gerilyanya Terjebak aku ke dalam romansa Terjerat aku, tertipu terpedaya Kau seperti angin angan semu
Kadang ada, seketika tiada Kadang memberi rasa, kemudian membunuhnya
Sepertinya kau lihai bermain asmara Berapa banyak sudah korbannya Benar senang kah yang kau rasa
Bertemukah kau dengan puas
Kemenanganmu sesungguhnya kekalahanmu. Sebab, tidak ada kemenangan dengan menggunakan cara bermain yang kalah
Sebatas Kenang
Murey 06 Agustus 2024
Suatu hari nanti, di saat-saat kau sendiri. Ketika hari-harimu terasa sepi, atau di tengah-tengah malam paling buta. Mungkin tanpa kau inginkan, tentang diriku kembali menghadirkan bayang-bayang di dalam ingatanmu. Tentang aku yang pernah sekuat itu berjuang untuk memenangkan hatimu. Aku yang benar-benar bersungguh dengan hatiku paling tulus mencintaimu. Aku yang mati-matian bertahan untuk tetap mempertahankan, hingga pada akhirnya akulah yang benar-benar mati sungguhan.
Suatu hari nanti, di saat malam-malam yang panjang ketika kau tak dapat tidur. Mungkin saja di benakmu. Tanpa kau undang, aku kembali hadir membawa ingatan tentang kita dahulu. Bayang-bayang seraut wajahku yang samar tapi begitu jelas dalam ingatanmu. Wajah itu tersenyum dengan mata yang dipenuhi linang-linang harapan yang tertahan di bulu mata tidak lentiknya itu, sedikit kaku yang menatapmu dengan penuh haru. Di wajah itu kau melihat suasana kebahagiaan yang natural dan nyata, apa adanya, tanpa dusta. Suasana yang terjadi setelah kau meredakan keresahanku, meyakinkan keraguanku, dan memintaku untuk percaya padamu bahwa hatiku akan tetap aman bersamamu. Kau berjanji akan merawatnya dengan sebaik-baiknya, dalam janji-janjimu yang terlihat berkesungguhan.
Suatu hari nanti, di malam-malam yang dingin. Ketika ada sesuatu yang melukaimu. Membuat hatimu bersedih. Saat kau menggigil ketakutan. Lalu bayang-bayangku kembali mendekap tubuhmu yang kedinginan dan kegetiran. Hal yang membuatmu teringat pada suatu sore yang petang, ketika kau memintaku untuk pergi dan menghilang saja dari hidupmu. Dengan gusar di matamu, dengan kalimat-kalimat sarkasme itu kau lontarkan dari bibir manismu, dan dengan logat bicara yang tidak nyaman untuk didengar. Kau melihat ada hujan yang berderai tanpa suara di wajahnya. Lalu dengan berat hati ia melangkah mundur, berpaling, pulang, dan memenuhi pintamu.
Apa yang kau tuai nanti, tanamlah hari ini. Tetap tegarkan hatimu bila kau menemukan penyesalan yang harus kau urai sendiri suatu hari nanti. Aku berharap agar kau tidak bersedih berlebihan. Semoga segala penyesalan yang melanda hatimu itu tak membuatmu menjadi seseorang yang tidak berpendirian, tidak menyalahkan keadaan, dan tidak meminta Tuhan untuk memulihkan semuanya seperti sedia kala, mengembalikan sesuatu yang sebelumnya kau punya.Bukankah kau yang meminta agar Tuhan menghilangkan saja segala perasaan yang Tuhan tumbuhkan dihatiku ke padamu.
Meski Tuhan tak sepenuhnya mengabulkan pintamu. Tetapi setidaknya, Tuhan menyadarkan diriku. Setelah kau mulai belajar melepaskanku, aku juga belajar merelakanmu pergi dari hari ke hari. Hingga pada saat ini, Tuhan yang mahabaik sudah membuatku sadar, sudah tidak ada gunanya menyertakan dirimu ke dalam hidupku lagi. Meski Tuhan tidak menghilangkanmu dalam ingatan. Tetapi ingatan tentangmu hanya menjadi sebatas kenang yang tak ingin aku ulang. Hal-hal yang melintas di pikiran sesaat, kemudian menghilang.
Tentang Naina
Murey 31 Juli 2024
Pada suatu senja yang menguning.
Terlihat sosok gadis belia yang berdiri di tepi jurang dengan tatapan kosong menatap jauh ke kedalaman jurang yang mencekam.
Tak ada getar di kakinya, tak ada debar ketakutan di dalam dirinya. Hanya ada getir di matanya. Hanya ada tumpukan derita yang menggunung di dalam hatinya. Kesedihan yang tiada habisnya. Perasaan yang jauh lebih mencekam daripada jurang yang ada di hadapannya.
Senja terbawa suasana. Langit turut berduka, melihat wajah cantik yang merana. Burung-burung gagak pun enggan terbang. Burung-burung pipit terbang menjauh, mengabarkan pada alam cerita Naina.
Alam tak kuasa menahan atmosfer ketegangan di sana. Seketika awan-awan menjatuhkan air mata. Hujan yang lebat membasahi seluruh tubuh Naina yang penuh dengan luka. Ada perih yang semakin Naina rasakan dari dalam dirinya.
Naina perlahan melangkahkan kakinya mundur ke belakang. Lalu memutar balik tubuhnya yang kuyup. Perlahan melangkah menjauh dari tempat ia berdiri tadi.
Naina mengurungkan niat yang ia tahu bahwa Tuhan pasti marah. Naina tahu, Tuhan benci usaha untuk berhenti bernapas disaat yang belum pada waktunya jiwa dan raga terlepas. Meski pada kenyataannya, Naina merasa tak lagi mampu untuk berjalan di atas duri-duri yang ia tak tahu di mana letak ujungnya.
Bukankah hidup adalah pilihan ?...Tapi mengapa Naina seakan tak bisa memilih jalan hidupnya sendiri, jalan yang Naina inginkan. Atau apakah memang hanya ini jalan yang tersisa untuk Naina jalani. Menjalani hidup dengan penuh derita, menjalani hidup dengan air mata, menjalani hidup dengan duka-cita, apakah jalan pahit seperti ini yang menjadi jalan takdir yang harus Naina hadapi. Jika iya, mengapa ?.. mana jalan lainnya ?..
Belum kah terbuka jalan terbaik untuk Naina bisa merasakan sesuatu yang membuatnya tersenyum bahagia. Bahkan, naina tak pernah mengingat. Kapan terakhir senyum di bibir manisnya itu menggambarkan isi hatinya yang benar-benar disebabkan karena kebahagiaan.
Senyum naina hanyalah senyum tanpa rasa. Meskipun bibirnya memang manis, tetapi senyumannya tetap saja hambar. Naina hanya senyum untuk membalaskan beberapa senyum milik yang lain. Hanya tersenyum untuk tetap menghargai senyum yang lain.
Ini tentang Naina. Gadis belia yang memilih tetap melanjutkan hidup. Meski bagi Naina kehidupan sudah tak berarti apa-apa selain derita yang tiada habisnya. Naina telah banyak kehilangan hal-hal berharga di dalam dirinya. Bahkan, sejak Naina terlahir ke dunia yang fana ini.
Naina dilahirkan dari sosok perempuan yang tak kuasa bertahan melawan kematian. Lalu terpaksa meninggalkan Naina yang berhasil selamat dari kematian. Tak ada gambar, tak ada rupa, tak ada cerita tentang kasih sayang seorang ibu di memori Naina. Bahkan siapa ayahnya saja dia tak pernah tahu. Naina tidak memilikinya.
Ada sebuah peristiwa yang membuat naina putus asa dan ... sebagian teks disembunyikan ...
Tengkar
Murey 11 Agustus 2024
Tengkar itu wajar
Asal jangan main kasar
Takut nanti apinya semakin besar
Membakar habis segala sabar
... sebagian teks disembunyikan ...
HARAPAN
Murey 12 Agustus 2024
Tanpa harapan, aku tak bermakna
Tanpa makna, harapan hidup sirna
Harapan sirna, hidup dalam kematian
... sebagian teks disembunyikan ...
Jemu
Murey 12 Agustus 2024
Jemu cuma tamu
Memang suka mengganggu
Datangnya tak tentu waktu
Abaikan saja, supaya malu
Agar lekas ia berlalu
Jangan biarkan dia menguasai milikmu
Bilang saja padanya, kau cuma tamu
Habis sudah waktumu bertamu
Kirim pesanku kepada penciptamu
Aku sedang sibuk, tidak ingin diganggu
Tidak menerima tamu
Dalam bentuk apa pun yang menyerupai kamu