Pergi
Air mata sudah sedaritadi menggelayuti pelupuknya, sementara tanganmu dan tanganku berlomba untuk menyambutnya sebelum mereka terjatuh membasahi wajah telanjangku
Kepalku mengeras diatas paha, kepalaku tertunduk tak sanggup menerobos sorot mata sayumu, ketika kau dengan lembutnya mengecup keningku
Kata demi kata yang telah kurangkai hanya menjuntai didalam sana, lidahku kelu, bibirku rapat tak dapat mengucapnya
Sesekali isakku menggema, masih tertunduk layu sambil mengamati bayangmu yang semakin menjauh














