Sudah hampir angka 2 umur saya, saya semakin sadar akan sesuatu, dan sepertinya benar. Bukan “kemana nya”, atau “materi apa yang dipunya” tapi dengan “siapa” dan “sempatkah”.
Saya pribadi tidak masalah, entah itu makan sushi dengan menghabiskan ratusan ribu untuk sekali makan atau hanya duduk di pinggir lapangan gsp sambil membawa snack kesukaan dan air putih isi ulang. Asal saya bisa ngobrol hingga terdengar celetukan seperti “udah makan dulu” atau “habisin makannya, baru ngobrol” “hehehe” “ha”
Saya gak maslah, minum kopi di mall ternama atau hanya minum teh panas dipinggir jalan sembari mendengar pengamen yang selalu datang dan pergi bergantian agar mendengar keseharian dan keluh kesah tentang tugas yang tak kunjung selesai, tapi masih saja dibela-belain setelah sore berakhir bukannya istirahat malah jemput saya untuk berbagi cerita.
atau bahkan jalan kaki pun sama saja
seru emang gangguin dia dari belakang kursi nyanyi nyanyi dengan kencang sementara dia sibuk merhatikan jalan. bergandengan menyusuri jalan setapak hanya untuk mencapai tempat nyaman untuk berbagi cerita
pernah tidak merasakan kebahagian kecil hanya diam melihat langit malam membayangkan hal hal indah sembari melihat seriusnya muka dia yang serius memperhatiakan lewat kaca spion atau dengkul yang ditapok ketika lampu merah?
Jadi ga perlulah menuntut ini itu, kalau memang sudah disempatkan untuk ditanyakan, memberikan kabar sembari mengirim pesan yang lucu bersyukurlah, apalagi jika disempatkan untuk bertemu ditengah kesibukan dan kepenatan ya bersyukur
materi bisa datang sendiri
tapi, waktu? bisakah ia kembali?
Saya sih gak pp gausah melihat taeyang konser padahal saya begitu menyukainya. Asal saya bisa bercanda dan kamu ketawa karena tebakan recehan saya.
Saya juga ga masalah cuman minum teh panas di burjo padahal dengerin dia ngeluh capek tapi lebih milih ketemu saya karena kangen
Karena ini bukan masalah kita kemana, seberapa banyak materi yang dipunya tapi selama sama dia, dia menyempatkan mengingat saya memberikan saya kabar. saya senang dan saya bahagia. cukup kok. lebih dari cukup.
Yogyakarta, 10 Oktober 2017
nb : terinsipirasi atas postingan di line, yang membuat saya sedikit berpikir sebuah kebutuhan sebenarnya.