INGIN JADI DOSEN
Kalau ditanya tentang cita-cita, saya memilih untuk menjadi dosen. Karena saya merasa pendidikan di Indonesia adalah pendidikan warisan kolonial, pendidikan warisan kolonial itu adalah pendidikan dimana mencetak kita menjadi buruh! dibuktikan dengan para pelajar kita menjalankan pendidikan hanya mengejar ijazah untuk bisa bekerja, itu adalah ciri bahwa pendidikan itu hanya mencetak sebagai buruh, itu adalah warisan kolonial sehingga saya ingin menjadi dosen karena saya ingin melakukan suatu perubahan bahwa dimana pendidikan itu kalau kita terus pertahankan dengan warisan kolonial maka kita akan terus memiliki ketergantungan terhadap bangsa barat.
Jadi, pendidikan yang sesungguhnya bagi saya adalah pendidikan seharusnya yang mengajarkan kita bagaimana kita bisa memberikan pendidikan yang bersifat nilai-nilai nasionalis terhadap peserta didik kita, guna ada satu hal yang tertanam pada setiap diri generasi muda kita bahwa jika ingin membangun suatu bangsa yang besar maka dibutuhkan satu spirit atau satu kehendak yang besar yaitu dengan menciptakan sebuah hasil.
Kalau saya kutip kata “Tan Malaka” adalah “jika kamu ingin memimpin bangsa ini, jangan jadikan bangsa ini bangsa plagiat namun jadikan bangsa ini Laboratorium Dunia” Itu adalah sebuah kutipan dimana kalau kita adopsi dari negara jepang, jepang itu hancur pasca diserang oleh sekutu ibu kota Nagasaki dan Hiroshima dari tahun 1945 namun sekarang jauh lebih maju dari pada indonesia pasca kehancurannya, ternyata kunci sukses daripada masyarakat jepang itu adalah diamana pola pendidikan yang dibangun adalah bagaimana setiap anak itu digali potensinya bukan memaksakan kehendak pendidik/guru/dosen untuk menjadi seperti apa yg kita inginkan namun kita memberikan kebebasan, memberikan ruang kepada mereka untuk bisa menggali, mengeksplorasi apa bakat dan minat yang dimiliki oleh kemampuan individu masing-masing.
Hal ini akan diarahkan kepada satu hasil yang bernilai produk. Makanya jepang itu selalu sukses dengan produk-produk buatannya dan itu adalah daripada penelitian dan riset mereka. Mungkin yang terbaru adalah contoh di Thailand, Thailand itu adalah sebuah negara yang dianggap negara tertinggal, kesenjangan sosial itu tinggi dari tingginya kesenjangan social yang ada di negara Thailand. Secara pendapatan perkapita Thailand itu adalah negara yang cukup kaya namun jika kita lihat faktanya masyarakat Thailand itu miskin, namun kenapa pendapatan perkapitanya tinggi? ternyata disana terjadi kesenjangan social dimana produksi tidak diimbangi dengan kapitalisasi, pada akhirnya pemerintah Thailand mencoba mendorong suatu pendidikan yang bersifat riset dimana memberikan ruang kepada pemudanya untuk membangun suatu riset yang bisa memberikan hasil produk bernilai ekonomis terhadap masyarakatnya.
Hari ini yang dilakukan Thailand adalah Thailand mampu menanam kurma yang kita tahu dimana kurma itu hanya bisa tumbuh di gurun pasir atau di Arab, tapi kurma yang kita makan tanpa kita sadari itu kurma Thailand, kurma tidak lagi hanya Tumbuh di Arab. Berdasarkan hasil riset mereka, mereka mampu mengembangkan dari pasca lahan sawit menjadi lahan kurma. Itu adalah sebuah satu hal yang bisa kita petik bahwa konsepsi pendidikan kita itu harus terhadap nilai-nilai kebangsaan, nilai cinta atau membangun rasa nasionalis kita terhadap pembangunan bangsa.
Kalau kita kutip lagi kata “Sukarno” tentang marhaenisme dia mengatakan bahwa negara kita ini adalah negara yang dimana kehidupan itu diambil dari ketika orang memiliki tanah & memiliki alat produksi. Kita ini adalah negara yang berdaulat kita memiliki tanah & alat produksi yang diadopsi pada waktu itu adalah cangkul, arit dan lain sebagainya. Sehingga dia menganggap bahwa negara kita ini bukanlah negara buruh seperti apa yang disampaikan oleh “Marx” negara kita ini adalah negara yang memiliki lahan & alat. Sehingga kita tinggal mengelola pola-pola pendidikan. Inilah yang selama ini mengotori pikiran para generasi muda bahwa kita harus menjadi buruh, kita harus menjadi pekerja.
Sehingga menjadi Dosen itu adalah satu langka awal diamana kita ketahui Human Resource atau Sumber daya manusia itu akan tercipta dari guru-guru yang berkualitas seperti katanya “Wiji thukul” Itulah niat tekat bulat saya untuk menjadi dosen adalah salah satu niatan besar saya untuk melakukan perubahan sebab tidak hanya cukup dengan perlawanan politik untuk melakukan perubahan tapi melalui pendidikanpun adalah satu langka besar untuk perubahan bangsa.
(Samarinda 26-06-2016)














