Mungkin kamu uda denger beberapa kali kisah hidup bapak, tapi sekarang biar bapak sedikit review lagi. Ketika bapak sedang serius-seriusnya kuliah fisika di tingkat akhir, bapak jadi seorang anak lab yang lumayan rajin. Selain ngambil kerjaan dari dosen di lab, bapak juga uda mulai keluar kampus buat ngambil proyekan. Bapak pikir, itu jalan hidup bapak.
Seru Boi, jadi mahasiswa tingkat akhir ngambil proyek dosen, keliling berbagai kota di Indonesia. Keluar masuk hutan, naik turun gunung. ย DAN DIGAJI. Gajinya lumayan, ga nyampai dua minggu di lapangan uda kebeli sepeda gunung. Bapak dulu pengen banget keliling Indonesia, sebagai peneliti gitu. Peneliti ya kerjaannya meneliti. Ya meneliti apa aja yang harus diteliti. Ga berfaedah sekali bapakmu ini, Boi.
I worked on that, and become one of lab member that can be trusted.ย
Lulus kuliah langsung ambil proyekan dalam jangka waktu cukup lama. Trus ketemu dengan orang-orang yang uda bertahun-tahun dan bahkan mengabdikan hidupnya untuk kerjaan kayak gini. I learned from them. Their work, their life. Ternyata, setelah bapak lihat lebih dekat, setelah bapak terjun langsung dan tahu seluk beluknya, bapak ga sreg. Ada beberapa hal prinsipiil yang ga bisa bapak terima dalam kerjaan itu. Betul gajinya lumayan, lumayan banget. Untuk ukuran fresh graduate yang ilmunya cetek aja gajinya bisa segitu, gimana yang statusnya pekerja tetap. Tapi profesi memang ga cuma sekedar gaji.
Keputusan bapak waktu itu bisa dibilang fenomenal. Sampai bapak nulis ini hubungan bapak dengan pihak lab agak renggang. Hidup itu pilihan, Boi, dan menetap di kerjaan bapak waktu itu bukan pilihan yang ingin bapak jalani seumur hidup. Bapak berusaha berkompromi dengan prinsip hidup dan situasi di pekerjaan tersebut namun bapak tidak bisa. Bapak banting setir.
Bapak memulai usaha dari nol, bersama teman. So far, menjadi wirausaha bukan pilihan yang buruk. Bapak memulai @gradesi kaktus dari awal. Minim pengalaman dan minim modal. Tapi sampai detik ini masih tetap berjalan dan menghasilkan. Target masih jauh, masih sangat jauh tapi batin bapak tenang.
Bapak tidak langsung kaya raya seperti yang diharapkan para wirausahawan pada umumnya. Perih, berliku, dan banyak kegagalan yang bapak rasakan setelah menjadi wirausahawan. Berbeda dengan pekerja yang โbertahanโ dibawah tekanan pekerjaan dalam sebulan namun pasti dapat gaji pada akhir bulan. Beda dengan bapak yang tidak tahu sama sekali kapan ada penghasilan yang memuaskan.
Ada banyak hikmah yang bapak ambil ketika menjadi wirausahawan, salah satunya tentang kekuatan doa. Doa yang biasa dirapal mendekati akhir bulan ketika para pegawai bapak berhak untuk gajian. Boi, penghasilan wirausaha tidak tetap, kadang naik kadang turun. Bisa minus bisa plus plus plus. Namun, sampai saat ini bapak puas sebagai wirausahawan. Bapak belajar lebih banyak soal rezeki ketika bapak berdagang dibanding ketika masih jadi pekerja.
Bukan, bapak bukan sedang mendiktemu menjadi wirausahawan juga, bapak hanya ingin memberi tahu bahwa sebuah profesi punya banyak sisi. Setiap profesi punya plus minusnya sendiri dan bapak harap kamu tidak tumbuh dengan pemahaman yang sempit tentang sebuah profesi tertentu. Jangan pernah โmen-judgeโ sebuah profesi โselalu enakโ, โpasti bahagiaโ, atau sebaliknya sebuah profesi kamu anggap โrendahโ, โhinaโ dan lain sebagainya. Bapak tidak mau kamu hidup dengan memandang derajat sebuah profesi dari โuangnyaโ saja.
Bagi seorang muslim, profesi itu salah satu bentuk ibadah. Bahkan dikatakan dalam agama kita, ada dosa yang hanya bisa ditebus oleh bekerja mencari nafkah yang halal. Oleh karena itu, janganlah memilih pekerjaan hanya berdasarkan gaji, carilah pekerjaan yang menurutmu akan mendatangkan banyak berkah untuk kamu dan keluargamu kelak.
Jangan pernah malu untuk mencoba banyak hal dalam hidup. Di jaman bapak, masih ada yang mengnggap kalau bekerja tidak sesuai jurusan kuliah adalah hal yang buruk. Banyak sekali celetukan seperti โkok kuliah di anu, kerjanya malah anu?โ, โih sayang banget kuliah, ilmunya tidak dipakaiโ dll.
Boi, ingat baik-baik, kamu sekolah supaya pintar, berilmu, bukan hanya untuk mendapat pekerjaan. Jangan niatkan ibadah belajarmu di sekolah untuk kelak mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan uang. Niatkan belajarmu untuk menjadi bekal, agar kamu bisa jadi bermanfaat kelak. Biar Allah yang mengurus rezekimu, apa pun profesimu kelak.
Jangan biarkan masa lalu membatasi apa yang akan kamu lakukan di masa depan. Jangan biarkan orang lain mendikte hidup kamu ketika masih kamu yang harus menjalani semua konsekuensi dari pilihan yang kamu buat. Hidup itu pilihan Boi dan di akhirat kelak pilihan-pilihan yang kita buat lah yang akan dimintai pertanggung jawaban. Be wise.
Terbukalah dengan banyak ilmu semasa kamu sekolah. Jangan batasi ilmu yang kamu pelajari meski kamu sudah tahu ingin jadi apa kelak. Hidup selalu penuh kejutan. Kamu tidak pernah benar-benar tahu kemana hidup akan membawamu.
Dan kamu tidak akan pernah tahu, ilmu mana saja yang akan berperan penting untuk hidupmu kelak.
Buat temen-temen yang mau cerita soal profesinya boleh banget. Tinggal bikin postingan yang menceritakan suka duka profesi temen-temen sekarang. Atau hal-hal yang mungkin tidak diketahui publik pada umumnya soal profesi kalian. Misal nih, kalian berprofesi sebagai presiden, trus kalian cerita suka duka jadi presiden, sedihnya dihujat keputusannya, dijadiin meme, dsb. Biar nanti si Boi baca, trus jadi lebih paham soal profesi temen-temen. Jadi si Boi mungkin ga akan asal nyahut โjadi presidenโ atau โpilotโ, โinsinyurโ dll seperti bocah pada umumnya.
Mention rubahlicik ya, dan kasi hashtag #catatanuntukBoi biar bisa direblog. Thank youuuuuuu