Ditulis karena kepala sedang berisik hingga pusing rasanya.
So, what’s your dream? iya, apa mimpimu? impianmu? cita-citamu? percaya gak, bahkan sudah umur segini masih ditanyain “apa mimpimu?”
sayapun masih. Awal semester kemarin Dosen Keterampilan Berpikir saya memberikan tugas sebagai awal perkuliahan dengan pertanyaan “Apa mimpimu?” ditulis dan dikumpulkan. Entah lembaran-lembaran itu dibacanya atau tidak tapi yang pasti saya semangat dalam menuliskannya.
cita-cita pertama yang tercetus dalam mulut saya saat kecil adalah ingin menjadi pelukis disaat teman sebaya menjawab dengan ingin menjadi seorang dokter ataupun guru. Namun saat SMP cita-cita saya bertambah, ingin menjadi penulis. masih dalam ranah seni. Saya juga gak tau dapat keturunan yang senang dengan seni darimana.
Apa sih tujuannya punya cita-cita atau mimpi? menurut saya mimpi akan membantu menuntun arah hidup kita. Mau ke mana kita selanjutnya. Jika kita punya mimpi kita akan mudah menentukan mana jalan yang akan kita pilih untuk kita lewati.
Ketika saya magang di DPR kemarin. Sebagai humas, salah satu kegiatannya adalah menerima kunjungan masyarakat dari seluruh penjuru Indonesia pun luar negeri. Saya paling senang kalau menerima kunjungan dari siswa SD-SMA. Karena terkadang pertanyaan mereka tak terduga bahkan sulit dijawab oleh narasumber yang usia dan pemikirannya telah dewasa.
Saya pernah dibuat terkagum-kagum karena ada anak-anak SD yang punya cita-cita yang mungkin tak terpikirkan waktu kita kecil. Cita-cita mereka begitu beragam, ada yang ingin menjadi Astronot, lalu saya gak tau sebutannya apa tapi ada satu anak perempuan yang bercita-cita menjadi penemu kerangka-kerangka binatang laut dan menurut saya ini “kok kepikiran sih?”, ada yang ingin menjadi pelestari biota-biota laut, ada juga yang ingin menjadi arkeolog. gilak cita-cita anak sekarang keren-keren banget.
Lainhal ketika yang berkunjung siswa-siswa SMA terlebih bila itu dari pelosok, saya suka kalau yang datang Siswa SMA dari daerah, karena pertama mereka sopan dan sangat menghargai karena sudah diberi izin untuk datang berkunjung. Selain itu karena mereka jujur ketika ditanya di depan, jadi biasanya para ketua kelas akan diminta maju ke depan sebagai perwakilan teman-temannya, dan didepan mereka akan diminta memperkenalkan diri serta menyebutkan cita-cita. Jawaban mereka suka jujur apa adanya. bahkan tak jarang ketika ditanya apa cita-cita mereka, mereka menjawab “jujur saja, saya belum tau cita-cita saya apa, tapi sejak datang kesini saya ingin menjadi anggota DPR.” gak tau sepik apa benar, tapi yang pasti membuat kita (Narasumber dan praktisi Humas) senyam-senyum. Jawaban mereka terkadang membuat kita tertawa. Pernah ada satu jawaban yang tiba-tiba saja membuat saya sedih, dia laki-laki dia bilang cita-citanya adalah ingin tetap menjadi seorang guru, karena di desa kami, siapa lagi yang akan mencerdaskan anak-anak kalau bukan guru. Aahh, menyentuh sekali.
Ada satu pesan dari salah satu anggota DPR yang saya ingat hingga kini. Dia salah satu Anggota dari dapil jawa barat, tapi saya lupa jawa barat berapa, yang Jelas Namanya Bapak Eka ******. Beliau selalu menyisipkan pesan pada setiap materinya “Jangan Hanya Menjadi Orang Biasa, Jadilah Orang yang Luar Biasa.” Orang yang luar biasa bukan orang yang memiliki uang banyak, tetapi dia yang mampu bermanfaat untuk orang sekitarnya. Tak mengapa memiliki uang banyak, namun seberapa bermanfaat uang banyak yang dimilikinya untuk orang lain. Bapak Eka adalah seorang pengusaha arang dari batok kelapa yang biasa dikirim ke jepang dan negara lain untuk penjernih air. Dia menjadi pengusaha sejak masih menjadi Mahasiswa, dia juga aktif dalam kegiatan wirausaha mahasiswa pada zamannya. Sekarang dia masih bisa dibilang muda sih di antara anggota DPR yang lain, usianya belum mencapai 50an. Dia pernah bilang, selain uang banyak yang dapat membantu orang lain kekuasaan juga diperlukan, agar dapat membantu dan memperjuangkan lebih banyak. itu kata beliau, entah kalau kamu. Well mungkin beliau salah satu pengisi materi favorit saya dalam kunjungan hahahaha.
Lalu apa mimpimu? sudah taukah kamu bagaimana cara mewujudkannya?
Kalau saya, saya sedang menuju ke sana, ke cita-cita saya. Salah satu sebabnya kenapa saya sekarang sedang terjun dalam dunia komunikasi. ternyata dunia komunikasi luas sekali. Komunikasi ada banyak ranahnya, komunikasi politik, komunikasi lintas budaya, teori komunikasi, Pemasaran, Merek, komunikasi strategis, Public Relation, komunikasi massa, dan semester depan saya akan ambil matkul komunikasi global. dan saya dibuat jatuh cinta dengan komunikasi (iya udah tau), semenjak turun ke dunia komunikasi, saya jadi menambah impian-impian saya meski ada beberapa yang belum tau bagaimana memulainya ehehehehe.
Impian mungkin bisa kamu temukan dalam perjalanan kamu menyelami sesuatu loh. Jadi kalau sekarang belum punya cita-cita atau mimpi gak apa-apa, semoga lekas menemukan. Mungkin memang belum ada yang membuat hatimu tergugah. Banyak juga orang yang menemukan impiannya setelah jauh berjalan bahkan ada yang tak segan merubah arah haluan.
Selamat Menemukan Impian, semoga tak terlalu lama terbawa arus “Jalani aja”
Impian atau cita-cita tak mesti keren kok, yang penting kita bersungguh-sungguh mewujudkannya. Mimpi aja dulu, kan man jadda wa jadda, gausah takut kesulitan, kan di dalam kesulitan ada kemudahan. :) *note to self*