Bahagia dalam Kesederhanaan
Kita sering bertanya, mengapa banyak orang mempertahankan barang-barang yang sudah lapuk. Beberapa terus saja mengagumi ke-kuno-annya.
Padahal, sekilas tidak ada yang istimewa dari barang-barang yang telah berumur itu.
Ah, mungkin kenangan. Ya, bisa jadi memori romantikanya lah yang membuatnya dicintai.
Tapi beberapa hal yang lain, yang jauh lebih inti dari itu, ada satu sisi yang membuat kita sering luput darinya. Terutupi oleh hingar bingar dunia, membuat kita lupa akan harga dan nikmat barang yang 'biasa' itu.
Bahwa sesungguhnya, seringkali kebahagiaan itu datang dari hal-hal sederhana yang kita syukuri.









