Inginku banyak terhadap-Mu, tapi aku masih sering jauh dari-Mu. Ampuni aku, Rabb ku.
DEAR READER
d e v o n
occasionally subtle
No title available
he wasn't even looking at me and he found me
we're not kids anymore.
dirt enthusiast
🪼
Lint Roller? I Barely Know Her

if i look back, i am lost
Sade Olutola
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Cosmic Funnies
cherry valley forever

★

No title available

blake kathryn

No title available
Peter Solarz

PR's Tumblrdome

seen from Japan
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from United States

seen from Germany
seen from Nepal

seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Canada

seen from China

seen from Hong Kong SAR China
seen from Türkiye
seen from Brazil
seen from Malaysia

seen from United States
@naurah-mn
Inginku banyak terhadap-Mu, tapi aku masih sering jauh dari-Mu. Ampuni aku, Rabb ku.
tidak tergesa-gesa
لو تأملت في حالك لوجدت أن الله أعطاك الكثير دون أن تطلبه
فثق أن الله لم يمنع عنك حاجة رغبتها إلا و لك في المنع خيرا تجهله
"Sekiranya kau renungi perihal keadaanmu, pastilah kau dapati bahwa Allaah menganugerahkanmu banyak hal tanpa kau pinta. Karena itu, percayalah bahwa ketika Dia menghalangi tak memberi hal yang begitu engkau harapkan dan sukai tak lain karena pada hal demikian itu ada kebaikan yang engkau tak ketahui."
Kesabaran dalam berdoa adalah bahwa doa itu punya batas sesuai dengan kadar bobotnya.
Allaah pasti akan mengabulkan setiap doa yang telah dipanjatkan kepadaNya. Allaah pasti akan memberi jawaban doa seseorang selama ia bersabar dan tak tergesa-gesa.
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', (Nabi bersabda), "Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, (yaitu) orang tersebut berkata, "Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tetapi Dia tidak mengabulkannya untukku." Dalam riwayat Muslim (disebutkan), "Doa seorang hamba senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan hubungan keluarga, asalkan ia tidak tergesa-gesa." Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan tergesa-gesa?" Beliau bersabda, "Seseorang berkata: Sungguh aku telah berdoa dan sungguh aku telah berdoa, namun aku belum melihat dikabulkannya doaku," maka ia pun merasa rugi (putus asa) ketika itu sehingga meninggalkan doa." Hadis sahih - Muttafaq 'alaih
apa kunci dikabulkannya doa Nabi Zakariyyah alaihi salam? tentu kesabarannya. 70 tahun lamanya baru Allaah kabulkan doa Nabi Zakariyyah. selama 70 tahun Nabi Zakariyyah alaihissalam mengulang-ulang doanya setiap hari kepada Allaah tanpa tergesa-gesa.
berapa lama Nabi Yaqub alaihissalam berdoa agar Allaah pertemukan dengan Nabi Yusuf alaihissalam? Berpuluh-puluh tahun lamanya sampai ada yang mengatakan 40 tahun barulah Allaah mengabulkannya.
berapa lama Nabi Ayyub alaihissalam berdoa kepada Allaah agar mengembalikan semuanya? Tepat 20 tahun lamanya Nabi Ayyub alaihissalam berdoa yang mana Allaah abadikan dalam surah Al-Anbiya ayat 83
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."
Tidak sulit bagi Allaah untuk mengabulkan doa-doa para Nabi. Allaah lebih tahu segalanya. yang tersirat dari keteladan mereka adalah kesabaran tanpa batas. iya, sabar. nikmati setiap prosesnya.
akan ada batas waktunya dimana doa itu akan terkabul. yang perlu kamu yakini adalah bahwa setiap jawaban doa adalah iya pasti dikabulkan.
ada seorang perempuan bercerita kepada temanku, beliau menikah diusia 25 tahun. Allaah kabulkan doanya dengan kehadiran buah hati diusia beliau yang tidak muda lagi 45 tahun. 20 tahun lamanya beliau berdoa, dan selama itu Allaah baru mengabulkan doanya. padahal banyak manusia disekitarnya meragukan bahwa beliau ini akan hamil dan memiliki buah hati.
tentang doa teringat dengan perkataan Ibnu Qoyyim rahimahullaah, "Doa itu ibarat panah yang dilesatkan ke langit. tapi untuk mencapai langit ia butuh waktu."
"Berdoalah kepada Allaah dalam keadaan yakin bahwa doa tersebut akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allaah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai (yang tidak yakin bahwa doanya akan dikabulkan)." (HR. Tirmidzi 3479)
...
dan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melepaskan dan memulangkan semua kekhawatiran dengan doa-doa yang sungguh-sungguh mengharap Rahmat dan ampunan Allaah semata..
18 Ramadhan 1445 Hijriah
Garis Tuhan.
Ada satu kutipan indah yang saya temui;
Bukan takdir-Nya yang berat tapi hati kita yang kurang lapang menerimanya, bukan jalannya yang sulit tapi kaki kita yang kurang kuat melewatinya.
Yang tidak ditakdirkan untukmu, akan menemukan jalannya untuk hilang. Yang ditakdirkan untukmu, akan menemukan jalannya untuk pulang.
Hiduplah dengan keyakinan, bahwa Allah tidak akan memberikan kesedihan tanpa kebahagiaan setelahnya.
Enough.
Mengapa beberapa orang hanya bisa menuntut hasil orang lain menjadi lebih baik dengan tidak menoleh sedikitpun ke arah usaha kerasnya untuk mencapai titik itu? Mengapa hanya bisa menuntut hasil tanpa melihat proses panjang yang dilalui? Mengapa ketika hasil yang dicapai tidak sesuai dengan harapan mereka lalu menganggapnya sebagai sebuah kegagalan besar?
Itulah pertanyaan runyam yang muncul akhir-akhir ini di pikiranku. Semua itu membuatku menjadi semakin merasa 'sia-sia' 😔
I know I've many flaws. Tapi apakah tidak ada sedikit celah baik yang bisa dilihat dari perjalanan panjang yang ku lalui ini?
Kita memang tidak bisa mengatur sudut pandang orang lain terhadap diri kita sendiri. Tapi setidaknya hargailah orang lain atas pengorbanan dan perjuangan yang dilalui.
Ketika semesta menjadi terlalu kejam, dan rasanya terlalu lelah untuk bertahan, aku selalu mengusahakan untuk menenangkan diriku sendiri :
Its okay na, your enough for your self. Di luar sana memang banyak sekali yang jauh lebih baik dari kamu, banyak yang punya sisi lebih dibanding kamu. Banyak yang punya langkah lebih cepat dibanding kamu. Tapi kamu harus tetap menjadi dirimu sendiri dengan segala hal baik yang kamu miliki. Meskipun banyak yang menganggap kamu kurang dan lemah, banyak yang meninggalkan kamu karena kekurangan yang kamu miliki. Kamu tidak perlu khawatir akan hal itu. Karena kamu layak tumbuh di tempat yang bisa menerima kekuranganmu. Di tempat yang bisa menerima proses dan langkahmu. Dan ketika kamu tidak menemukan tempat itu, setidaknya ada dirimu sendiri yang tidak akan kemana-mana.
Diketik pada 21 November 2021, pukul 00.02.
Egois.
Saya pernah menjadi manusia paling egois. Egois dengan tetap yakin memperjuangkan semuanya disaat semuanya sudah hancur, bahkan tidak lagi punya harapan untuk kembali utuh. Saya berfikir bahwa semuanya masih layak diperjuangkan.
Meskipun pada akhirnya, saya tetap kalah. Perasaan saya kalah oleh bentuk perasaan orang lain. Saya menyadari hal itu dari awal, tapi bodohnya saya tetap berdiri dipijakan yang sama.
Dasar egois, bodoh.
Yang paling benar;
Tidak jarang kita menemukan orang yang seakan-akan merasa dirinya paling tahu, dan menjadi bagian yang ingin dinilai paling benar. Bahkan ketika orang lain berpendapat, selalu dianggap keliru olehnya, seringkali langsung disanggah oleh opini yang dirasa paling benar itu. Padahal belum tentu.
Kamu hidup dibumi ini tidak sendiri. Tidak semua harus sesuai dengan pemikiranmu. Tiap orang punya hak untuk memberikan cara pandang dan opininya terhadap sesuatu hal.
Kita memang tidak akan bisa mengontrol bagaimana cara pandang dan opini orang lain terhadap diri kita, yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita mengendalikan diri kita untuk menerima cara pandang tersebut.
Pesan untuk diri sendiri;
Aku berhak bahagia, aku berhak melanjutkan perjalananku ke depan.
Simpan semua di tempat paling baik. Aku harus terus berjalan sesuai dengan alurku. Percaya saja, Tuhan sudah menggariskan semuanya. Serahkan jawaban dan ending dari semua bab cerita dalam hidup kepada Tuhan.
Penyesalan adalah teman lama yang kerap datang. Ia menemani mereka yang belum bisa berdamai dengan masa lalu dan hatinya sendiri. Ia juga senang merangkul mereka yang masih menyalahkan dirinya atas keadaan yang mungkin berada di luar kuasanya. Penyesalan, barangkali seperti tokoh antagonis yang menghancurkan orang-orang itu.
Namun ia hadir semata-mata karena ada pelajaran yang ingin disampaikan.
Perihal menyesali banyak hal di masa lalu, tentunya tiap kita pasti pernah merasakannya. Tak ada yang bilang semua itu mudah untuk dijalani. Namun kita terus melanjutkan perjalanan pada akhir hari. Tak dapat dipungkiri, kenangan-kenangan itu memang masih akan terus menghantui. Dan pada akhirnya, yang bisa kita lakukan ialah berdamai dan menerima kehadirannya, kehadiran kenangan di masa lalu. Ingat sebelum kembali berjalan dan berlari menyambut masa mendatang, sebaik-baiknya stamina yang perlu kita siapkan adalah hati yang mau menerima masa lalu.
Kehilangan.
Akhir-akhir ini banyak sekali menerima kabar duka dari orang-orang terdekat. Beberapa minggu yang lalu, menerima kabar duka dari teman kuliah bahwa Ibunya meninggal dunia. Temanku ini satu-satunya anak perempuan dikeluarganya, anak bungsu, kakaknya sudah berkeluarga. Dia dekat sekali dengan almarhumah Ibunya. Di hari pemakaman, dia menuliskan sebuah kalimat di status whatsapp-nya :
"Patah hati terbesar dari anak adalah ketika ditinggalkan sosok Ibu. Al Fatihah untuk Ibu, doakan aku bisa kuat menjalani hari-hari tanpa Ibu"
Dan baru kemarin mendapat kabar duka dari teman SD yang sekaligus tetangga, bahwa bapaknya meninggal dunia. Ibunya sudah lebih dulu meninggal sejak dia bayi, dan kini dia harus hidup yatim piatu bersama kakak-kakaknya. Dia mengungkapkan :
"Sosok bapak adalah sosok yang selalu ada di hidupku, yang selalu menjaga dan melindungi anak perempuannya, menjadi garda terdepan saat anak perempuannya sakit atau tertimpa masalah"
So deep. Membaca ungkapan perasaan mereka lewat caption di status whatsapp yang mereka bagikan, ikut merasakan bagaimana sakit, hancur dan sedihnya mereka. Dengan kondisi mereka yang masih membutuhkan peran orang tua dihidup mereka, kehilangan sosok orang tua menjadi momen kehilangan yang paling pelik.
Kehilangan tidak akan bisa jauh dari hidup kita. Dalam hal apapun. Kehilangan barang, kehilangan waktu atau bahkan kehilangan manusia tersayang. Kapanpun kehilangan itu akan tiba, siap tidak siap kita harus bisa menerimanya. Tidak bisa ditunda, tidak bisa dielak kedatangannya.
Sebelum kehilangan itu datang, yang saat ini ada dengan kita, jaga baik-baik kehadirannya.