Kamu tau mendung kan? Itu loooh...
Cuaca yang abu-abu nanggung antara cerah atau hujan.
Antara dipendam atau diutarakan?
Antara diutarakan atau sekalian dipinang? *Ehh
Niat udah mau meminang eh udah ada yang lamar duluan *Sadis
Apapun tentang mendung inilah mendung versi anak Tadika Mesra
keluar lah, hujan sudah reda.
lain kali datanglah lebih cepat daripada mendung, yah?
untuk kemudian kita nikmati hujan dari balik jendela atau teras rumah, bersamaan dengan obrolan berjuta cerita, juga rasa kopi yang penuh asa kita. @worldofneptune
@kujagabulanbersinaruntukmu
walau kini kau hadir untuk berbagi.
meski kini ada kau yang mencintai dengan paripurna.
menahan lajuku untuk keluar rumah.
Aku, masih belum berani. @langitawan
Mendung kali ini, bertahan lebih panjang dari biasanya.
Sama seperti kesepian, kekosongan dan harapan yang lupa caranya berganti sebagai musim hujan.
Jika kelak mendung ini meluruh dalam bentuk kedatangan seseorang, maka aku sedang tidak tahu cara terbaik menyambutnya. Bersyukur atau mengabaikannya? @kkiakia.
Masih kumenerka apa yang ada di sebalik mendung mega, adakah kau disana? Masih kumenyangka apa yang akan tiba selepas hujan reda, adakah kau nyata?
Sementara waktu terus memburu, layaknya rindu-temu, selaksa aku-kamu. Adakah kau tahu, bahwa dalam keterdiaman, kita sama-sama sedang menunggu. @meremahrindu
Langit mendung belum tentu hujan,
Yang perhatian belum tentu mau jadi masa depan. @manifestasi-rasa
Selaiknya mendung kota hujan itu; yang ketibaannya selalu kutunggui.
yang di setiap jatuh rintiknya mengandung rindu dan kenangan.
Pernah ada mendung di matamu saat kita berpisah.
Semoga tak pernah terulang. @rajuami
01010100,01110101,01101100,01101001,01110011,01100001,01101110,00100000,01101100,01100001,01101001,01101110,00100000,01110011,01110101,01100100,01100001,01101000,00100000,01101101,01100101,01110111,01100001,01101011,01101001,01101100,01101001,00100000,01110000,01100101,01110010,01100001,01110011,01100001,01100001,01101110,00100000,01110011,01100001,01111001,01100001,00101110 @benkss
Aku tak mau menilai mendung.
Sebab mendung di Chili bisa sangat berarti.
Lain lagi dengan Colombia, di sana hujan mungkin dihujat dan dicaci maki.
Aku tak mau menilai mendung. Sebab, Muhammad Kukuh Prasetya punya lagu; "Mendung tanpo udan, ketemu lan kelangan kabeh kui sing diarani perjalanan."
Itu hanya alam yang sedang bersenandung.
Laksana panas dengan terik, dingin dengan hujan, dan cerah dengan indahnya, yang selalu bersenandung dengan gaya nada dan iramannya masing-masing.
Jika laut bergelombang, marilah sama-sama kita terjang.
Bila angin sedang topan, marilah sama-sama kita bertahan.
Jika guntur menggelegar, jangan kita menggelepar, marilah sama-sama kita mengakar.
Dunia hanya begitu-begitu saja, sedang senja tetap akan ada hingga akhir dunia. Sudah, yakinlah saja. Ketakutan hanya sebatas belum dilakukan. Ketakutan jauh tinggal di belakang, jika telah ditaklukan.
Tenanglah, mendung hanya sebatas gunung dan cinta tetap takkan bisa dibendung. @barakelana
Engkau bagai angin yang dengan lembut mengusir mendung dalam hati. Namun bukan aku yang dilalui oleh hembusannya. @zulzone
Aku masih menjadi MENDUNG; mengagumimu dengan ulung
Lalu pada akhirnya hanya menjadi rintik hujan yang menjadi genangan kemudian surut tanpa pengakuan. @hafidhulhaqq
Lalu, mendung yang bagaimana kepunyaanmu?
Ruang Kelas Tadika Mesra, 14 Agustus 2021.