Ternyata hati ini telah diisi oleh satu orang.
Ya, satu orang
Satu orang yang paling bisa menyakitiku
Satu orang, yang tidak sampai tega aku membalasnya
Kepadanya, aku sejatuh ini...
-Niken Taurista-

祝日 / Permanent Vacation
Game of Thrones Daily
i don't do bad sauce passes

Kiana Khansmith
todays bird
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
sheepfilms
No title available

if i look back, i am lost

pixel skylines
styofa doing anything
Xuebing Du

★

roma★

⁂
Claire Keane

Janaina Medeiros

blake kathryn
occasionally subtle

Discoholic 🪩

seen from Türkiye
seen from Italy
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Italy

seen from United States

seen from Argentina
seen from India
seen from Spain

seen from Singapore

seen from United States
seen from Germany
@nikentaurista
Ternyata hati ini telah diisi oleh satu orang.
Ya, satu orang
Satu orang yang paling bisa menyakitiku
Satu orang, yang tidak sampai tega aku membalasnya
Kepadanya, aku sejatuh ini...
-Niken Taurista-
Seperti apa bentuk patah hati? Melihatnya dalam dekap seseorang. Sementara tidak berhak aku untuk mengaku cemburu.
-Niken Taurista-
Sempat kaget aku, kamu duluan chat. Apapun ketikan yang darimu itu ajaib, sebab senyum-senyum aku dibuatnya. Obrolan ringan yang tidak pernah tidak ku selipkan rayuan. Satu jam sudah menunggu balas; entah ada geli yang kamu rasakan, entah kamu menghindar dari apa yang orang sayang berikan, atau pacarmu sudah datang?
-Niken Taurista-
Jujur itu terkadang selain melukai sekaligus melegakan.
-Niken Taurista-
Lucu kalau dipikir. Tertawa bila mengenang. Si pemilik senyum manis yang tak terlupakan dan tatapan yang tidak pernah tidak berhasil membuat jantung berdebar hebat. Kalau di dekat kamu aku pura-pura santai, padahal aku gemetar. Di setiap kamu melempar senyuman, aku mematung, mati gaya dan ingin menjerit, aaakkk...
Mengapa aku sekonyol ini? Sampai kadang hati geli sendiri. Bingung harus diapakan perasaan ini meski tidak aku mengharap apa-apa. Dari pap-pap yang kamu kirimkan ketika aku bertanya kamu dimana, dari pertanyaan-pertanyaanmu yang kecil namun memiliki arti besar untuk hatiku. Diam-diam suka itu tidak enak, karena kalau rindu susah di aku. Mau chat takut cuma dibaca meski lebih sering kamu balas. Pernah aku chat meminta senyummu ketika kamu sedang cemberut-cemberutnya. Ku beranikan diri bilang "senyummu itu hadiah, boleh ku minta?". Siapa menyangka kamu akan membalas di luar dari apa yang aku duga.
Meski semampunya aku menahan untuk terlihat biasa saja, di depanmu. Aku dikenal sebagai aku yang dingin, tapi kepadamu aku ingin lebih peduli. Kepadamu, aku ingin memberi lebih. Mau perasaan ini tak dibalas tidak mengapa, asal jangan kamu larang aku beri perhatian. Anggap aku teman, yang paling sayangimu.
Noted: puisi ini dibuat sambil membayangkan senyumnya.
- Niken Taurista -
Kalau dia sakitimu, apakah rindu yang kepadanya berbalik kepadaku?
Kalau dia sakitimu, apakah kamu akan datang mencari pelukku?
Kalau dia sakitimu, apakah kamu akan berjalan mundur dan selangkah maju menujuku?
Kalau dia sakitimu, apakah kamu akan sanggup melupakannya dengan mengingatku?
Kalau dia sakitimu, apakah kamu mau berjanji untuk tidak kembali luluh?
Kalau dia sakitimu, yang sakit aku!
- Niken Taurista -
Tidak ada yang tahu cara kerja semesta. Dengan cara yang begitu lucu dan unik kita dipertemukan. Seperti berkedip, secepat itu kamu sudah sampai di hati. Dan siapa sangka? Sebenarnya aku ini pelupa, tapi kamu sulit dilupakan. Ingat kamu memberi sapa di pertama kali? Suaramu itu candu yang ingin di tiap harinya aku dengar. Kamu juga lucu, tapi bukannya aku tertawa malah jadi sayang.
Apapun ketikan yang berasal darimu tidak pernah membuat aku untuk tidak salah tingkah. Entah mantra apa yang kamu kuasai, hingga di hati ini kamu berhasil berkuasa.
Isi kepalaku sudah diisi beribu kamu. Entah bagaimana kamu berhasil mendarat disana tanpa bersusah payah. Kamu itu rumit--sulit ditebak, dengan apa aku dapat menerjemahkanya? Ada kalanya aku rindu pada perhatianmu yang kadang-kadang itu. Rindu kepadamu itu beban. Tapi jikalau ada lomba menahan rindu, sudah pastilah aku kalah dan mengaku.
Aku terperangkap pada perasaanku sendiri, dan tidak bisa kemana-mana. Entah kamu milik siapa, aku sudah terlanjur suka. Meski kamu suka seenaknya, semisal; aku sudah mau cuek tiba-tiba kamu chat. Aku tidak pernah benar-benar tahu dimana perasaanmu sebenarnya menempatkan aku. Bagaimana aku tidak kacau?
Aku tidak mau mencuri bahkan merebutmu dari genggamannya; aku benci bersaing. Sama dia? Aku tunggu kamu putus.
- Niken Taurista -
Hari yang aku khawatirkan ternyata datang juga setelah lama tidak dengar kabarmu. Tetapi aku tidak ingin menangis meski kabar itu adalah kabar baikmu, melainkan turut berbahagia. Dia yang aku tahu hampir mendekati sempurna, tapi apakah dapat dia mengganti aku di hatimu? Sekarang hatimu adalah tempat yang paling jauh, seseorang telah meraihnya. Aku tidak pernah membayangkan kamu akan menikah, maksudku secepat ini. Orang yang aku cinta berdiri di pelaminan dengan senyum yang merekah, bukan denganku. Selayaknya orang patah hati, aku tidak tahu bagaimana cara menyembunyikan luka meski sudah tersenyum. Aku tidak tahu bagaimana menahan tangis selain dengan tertawa di dalam kepura-puraan. Aku tumbang, seperti ada yang patah. Aku menggigil, meringkuk di kamar yang sepi dengan isi kepala yang tidak karuan, seperti ingin menjerit namun kehabisan daya.
Hari pernikahanmu. Bagaimana kamu masih bisa memintaku datang di sebuah pesta; pesta kematianku. Apakah kamu akan bertepuk tangan paling kencang merayakan dukaku? Tidak, kamu tidak pernah setega itu, kan? Bagaimana kini aku melanjutkan hidup dengan napas yang tersengal-sengal. Akan butuh waktu yang tidak sebentar untuk aku dapat mencerna sakit ini. Katamu aku harus bahagia, namun ku akui di kali ini aku begitu lemah, hatiku kebas rasanya. Aku seperti jatuh ke dalam jurang, berharap kamu menangkapku, mendekap erat, seerat pelukan terakhir.
-Niken Taurista-
Tuang semuanya. Kesedihan perlu dirayakan dan diteguk habiskan. Berjalanlah diatas lukamu sendiri. Tidak lemah air mata yang jatuh--jangan sembunyi di balik tawa. Tangis akan lewat. Kamu akan tersenyum tanpa paksa; tanpa dia.
- Niken Taurista -
Aku penuh dengan emosi.
Tapi tidak berarti marah yang kepadamu membuat aku bisa berhenti peduli.
Aku penuh dengan emosi.
Tapi tidak berarti rasa sayang ikut terkikis.
Aku marah, tetapi juga rindu. Kamu sedang apa?
- Niken Taurista -
Senang sekali menoleh ke belakang, sudah tahu membuat leher sakit tapi tidak juga kapok; bodoh tapi menyenangkan.
- Niken Taurista
Kalau dipikir-pikir sayang aku melepas kamu. Karena ada sayang di situ. Tapi sayang kalau tidak dimulai lebih awal, sebab kamu tidak benar-benar sayang.
Niken Taurista
Aku bisa menjadi siapa saja, termasuk orang yang paling bisa menyakitimu.
- Niken Taurista
Aku senang menyenangkanmu, kendati pun aku harus mengorbankan perasaan sendiri. Aku benci aku yang tidak bisa menyanggupi kemauanmu. Aku bisa sedih, bila kamu terpukul karena ketidaksengajaanku memukul hatimu. Aku tidak bisa terlalu sibuk untuk tidak memberi perhatian. Meski ujung-ujungnya aku di pandang selalu kurang; mencintai kamu adalah kesanggupan dan aku tidak akan berpikir dua kali.
-Niken Taurista
Aku tidak tuli. Aku menyediakan pendengaran yang baik untukmu bercerita tentang dia. Aku tidak buta. Aku bisa melihat senyummu yang kepadanya lalu memandang sinis ke arahku. Aku tidak bisu. Aku terbiasa memberimu pujian dan semangat di saat kamu sedang tega-teganya kepada diri sendiri. Aku bukan patung. Aku hidup. Aku memiliki rasa yang kamu tidak punya terhadapku; rela yang ku pelihara asal bisa aku di dekatmu.
- Niken Taurista
Kamu bisa memilih mau menyayangi siapa, termasuk bila perempuan di situ adalah aku; tidak aku melarang. Tetapi di hari ini, masih kami sepasang kekasih yang saling mendoakan. Namun, bicara kesempatan akan menjadi cerita lain bila kamu mau merepotkan diri sendiri.
-Niken Taurista
Hari itu aku mendengar dia memanggil namaku, untuk kali pertama. Suara yang menenangkan serupa kicauan burung pagi. Kemudian dia mulai membuka percakapan dengan gaya bicara yang manis, seketika pula hati ini di ketuk Tuhan lewat tawa yang dia berikan. Saat itu aku sibuk sedikit, tapi lebih ingin banyak mendengar ceritanya. Kiranya aku dapat ringankan apa yang baginya berat dan beruntung aku untuk dipercaya. Di tiap dia menatap sambil melempar senyum seperti ada perintah dari hati untuk merindu. Aku jadi menerka andaikata esok tak ku dapati sapa suara lembutnya, pastilah aku bermimpi, kan? Tidak mau aku memikirkan bila dia tidak di sini.
Aku suka dia. Dia yang ceria, bicaranya yang manis, sikap percaya diri, tingkah yang kadang kocak, tatapan yang meneduhkan dan ketakutannya akan Tuhan. Aku suka. Ditambah kami punya kesamaan. Orang bilang artinya jomblo eh jodoh maksudku. Dia membuat jatuh itu tampak mudah untuk tipikal orang sebatu aku. Seumpama kota dialah yang ingin aku kunjungi, bila perlu setiap hari; tidak peduli perjalanan panjang atau tak beraspal dan melewati hutan.
Kalau saja aku bisa menjewer kupingnya lalu berbisik: usah jauh-jauhlah mencari kendatipun hati itu masih diisi oleh satu mantan kekasih yang kamu anggap paling mengenalmu. Pandanglah aku tidak hanya sebagai teman, melainkan seorang yang bisa kamu sayang.
-Niken Taurista-