Jalan Baru
tentunya bukan jalan baru dalam arti sebenarnya, tapi jalan baru bagi hidupku. untuk beberapa orang, pasti akan ada titik balik dari kehidupan sebelumnya untuk menjadi orang yang baru atau melebur bersama ketidakmampuan menjadi jiwa yang baru.
cerita ini tentu bukan cerita yang baru saja terjadi, hari ini merupakan sebuah keputusan dan hasil dari masa lalu.
lalu apakah itu?
patah hati, klise ya bagi sebagian orang namun tidak buat saya. semisal tanpa patah hati, saya yakin saya tidak bisa berada disini sekuat ini dan banyak belajar membuka mata dan hati.
semua saya lakukan untuk mengembalikan hati yang dulu bisa dianggap separuh jiwa saya, namun sia - sia dan dari situ lah saya banyak belajar bagaimana bersikap, harga diri dan menjadi kuat. tentu bukan hal yang mudah, setelah putus saya mencoba meminta dia kembali yang dijawab dengan penolakan, tentu hancur semua mimpi dan harapan tapi saya masih gigih mengejar sampai di depan rumahnya yang akhirnya saya sadari buat apa saya pergi sejauh ini untuk hati yang sama sekali tidak ingin untuk kembali, satu hal yang masih saya ingat
“mungkin saya kehilangan satu orang yang tidak menyanyangi saya, tapi dia kehilangan orang yang menyanyangi dia”
dan
“yang bagimu baik belum tentu baik bagi Allah”
saya memang tidak relijius tapi untuk mencoba akrab dengan Tuhan saya punya berbagai cara yang semisal tanpa patah hati saya ga mungkin tau caranya. saya belajar banyak dari Al Quran, Injil, membaca buku Paulo Coelho dimana belajar mengerti alam, mencintai diri sendiri, berbuat baik, meditasi, belajar berkomunikasi dengan segala hal, mencintai dan berpikir positif. saya juga belajar dari seseorang yang pernah dekat dengan saya dan karena nya saya tahu bahwa semua orang tidak sesempurna itu, kita mempunyai lubang besar yang berusaha kita tutupi dengan hiasan cantik. saya dan dia membuka kedua lubang besar itu, namun yang terjadi adalah saya tidak mampu menghadapi sosok yang begitu hancur dan insecure, saya bukan obat baginya, saya bukan penyembuh dan saya bukan objek dia untuk melampiaskan sakit nya dengan cara menceritakan seluruh sisi buruknya, hingga saya belajar bahwa orang lain bukan penyembuh, bahwa kitalah sendiri sakit dan penawarnya.
selain itu, saya lebih terbuka dalam pergaulan, saya lebih menghargai jiwa-jiwa yang bebas dan apa adanya dan inilah yang mempertemukan saya dengan pasangan saya sekarang ini, saya banyak perbedaan dengan pasangan saya ini namun saya bebaskan dia untuk menjadi dirinya sendiri yang masih jauh dari kata sempurna dan andai dia bisa melihat saya sebelum dan sesudah bertemu dengan dia pasti akan lebih bangga pada saya.
saya juga mencoba memasuki ke semua dunia hubungan, karena bagi saya itulah dasar manusia yang saat kita memahaminya, kita akan terbebas dari rasa penasaran dan hadirlah ketenangan hidup. saya menjalani hubungan dengan laki-laki yang mempunyai pasangan, seorang duda, playboy dan dua hati sekaligus dengan semua pengalaman ini saya merasa lahir kembali dan tanpa keinginan besar dalam mencari hadirlah sosok pasangan saya ini.
yakinkah saya dengan pasangan saya ini? saya masih dalam proses memahami semua ini, ketakutan masih menjadi teman saya dan kalimat saya lebih baik sendiri masih mendominasi karena saya masih banyak hati - hatinya dalam menjalani hubungan, saya bukan ahli dalam menjalani hubungan tapi siapa yang berani berkata ia ahli dalam sebuah hubungan?












