Temukan Keindahan Alam Perawan di Pulau Belitung
Photo 1.1. We at Belitong Island | Taken by : Tour Guide on April 23rd 2016
Siapa yang tidak tahu dengan Pulau Belitung atau Belitong Island? Gue rasa semua sudah tahu, mereka terkenal dengan keindahan alamnya, terutama keindahan lautnya.Ā
Bulan April 2016 yang lalu gue dan nyokap bersama dengan jasa tur, kami melakukan perjalanan ke Pulau Belitung akibat rasa penasaran kami terhadap keindahannya. Karena selama ini kita hanya melihat melalui televisi tapi tidak dapat merasakannya, sebab itu lah kami memutuskan untuk pergi kesana.
22 April 2016 pagi kami berangkat dari Bandar Udara Soekarno Hatta Cengkareng menuju ke Bandar Udara H.A.S Hanandjoeddin Tanjung Pandan, penerbangan kesana hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam.Ā
Tetibanya disana kami disambut oleh udara segar Pulau Belitung dan 12 peserta tur lainnya serta 2 orang Tour Guide yang agak gesrek otaknya yaitu Bang Reggy dan Bang Agus. Karena kegesrekan mereka itulah perjalanan kami menjadi tidak biasa.
Photo 1.2. Our Tour Guide Bro Reggy (on the Left) and Bro Agus (on the Right) | Taken by : Me on April 24th 2016
Dari bandara kami diajak untuk langsung menikmati makanan dan minuman khas Belitung karena memang sudah waktunya untuk sarapan. Kami diajak sarapan di sebuah warung daerah Simpang Lima Belitong dimana disana terletak sebuah tugu yang diatasnya terdapat sebuah miniatur meteor berwarna hitam sebagai simbol dari Pulau Belitung, namanya adalah Soto Belitung Mak Janah. Tempat makan ini termasuk terkenal dan kualitas rasa makanannya pun tidak menipu.
Photo 1.3. Five Junctions | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Photo 1.4. We in Front of Mak Jannah Restaurant | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016Ā
Photo 1.5. Coconut Milk Soup and Orange Juice Key Belitong Island Typical | Taken by : Me on April 22nd 2016.
Setelah menikmati sarapan nan lezat kami dan sedikit bernarsis ria di tengah jalan Simpang Lima, kami pun diarahkan menuju ke tempat penginapan kami yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat kami makan, hanya butuh sekitar 10 menit menggunakan kendaraan bermotor. Jangan membayangkan hotel di Belitung seperti hotel di Jakarta yang magrong-magrong, hotel di pulau ini masih lah hotel yang sederhana, bentuknya seperti rumah, tetapi fasilitas sudah bagus, menggunakan AC juga dan kamar mandinya bersih, itu yang terutama, Sekilas info Pulau Belitung sedang dalam proses pengembangan pariwisatanya, maka banyak pembangunan akomodasi dimana-mana, tetapi masih sederhana, hanya ada 1 hotel yang eksteriornya cukup besar tapi tampilannya pun masih sederhana, namun tidak perlu khawatir karena tempatnya bersih dan nyaman.
Setelah check-in dan menaruh barang-barang kami agar ketika berkeliling tidak merepotkan kami, kami pun segera melanjutkan perjalan kami. Tujuan pertama kami yang satu arah adalah Pantai Burung Mandi, Vihara Dewi Kwan Im dan Pantai Kalayar yang terkenal.
Photo 1.6. Kalayar Beach | Taken by : Me on April 22nd 2016
Di pantai Burung Mandi ini kalian dapat menikmati nikmatnya suasana laut yang segar, udaranya, aroma laut yang sejuk dan perpaduan laut biru, coklatnya pasir dan hehijauan dari pepohonan yang ada menambah segarnya suasana. Disini kalian bisa beristirahat, makan, bermain dan tentunya berfoto-foto. Banyak perahu-perahu tertambat di pantai ini, perahu lokal dengan warna yang menarik, kalian bisa berfoto di perahu tersebut. Intinya di pantai ini banya barang-barang yang bisa dijadikan properti dalam berfoto.
Photo 1.7. Swinger at Burung Mandi Beach | Taken by : My Mom on April 22nd 2016
Photo 1.8. Local Fisher Boat at Burung Mandi Beach | Taken by: My Mom on April 22nd 2016
Perhentian selanjutnya, tidak jauh dari Pantai Burung Mandi terdapat Vihara Dewi Kwan Im. Vihara ini adalah salah satu vihara tertua di Pulau Belitung, ketika kami datang vihara ini sedang dipugar untuk menambah tempat bersembahyang bagi umat Buddha. Di vihara ini kalian bisa menikmati indahnya pemandangan pantai dan pegunungan dari dalam vihara. Bentuk bangunannya bertingkat-tingkat dan warnanya tentu warna-warna yang diyakini oleh umat Buddha menjadi membawa rejeki atau keberuntungan atau bisa dikatakan fengshui . Menurut penghuni dari vihara ini, mereka akan membuat sebuah patung besar di samping vihara, yaitu patung Dewi Kwan Im. Ketika itu sudah sebagian dari patung berdiri dan memang besar ukurannya, warnanya putih. Mereka mengatakan cukup sulit untuk mengangkut patung tersebut keatas, butuh peralatan berat yang memadai. Mereka berharap pemugaran berjalan dengan lancar. Amin.
Photo 1.9. Vihara Dewi Kwan Im Belitong | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Photo 1.10. Mountains Scenery at Vihara Dewi Kwan Im | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Bagi kalian yang sedang menggalau tidak jelas, memusingkan hal-hal yang masih jauuuh di depan, kalian bisa mencoba Ciam Si. Sebuah ramalan masyarakat Tionghoa kuno yang masih digunakan oleh umat beragama Buddha dalam hal peruntungan. Gue dan nyokap pun mencobanya, tujuan kami bukan untuk menghujat Tuhan Yesus, tapi hanya untuk memberi semangat saja, sekaligus untuk mengetahui bagaimana cara melakukannya.(akan dijelaskan pada artike berikutnya.) Masalah kebenarannya, semua tergantung si penerima ramalan, mau percaya atau tidak. Tapi pada intinya tetap menyerahkan segala hidupmu hanya kepada Dia yang di sorga. Thatās right!
Photo 1.11. The Temple Design | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami ke Pantai Kalayar. Kami tidak bernarsis ria atau pun berhenti untuk melihat-lihat di pantai ini, karena pemandangannya tampak sama dengan Pantai Burung Mandi dan tempatnya kurang nyaman untuk beristirahat, maklum di rombongan ini banyak yang sudah sepuh. Jadi kami langsung melanjutkan ke makan siang, karena kami semua sudah kembali lapar dan memang sudah jamnya untuk makan siang. Siang itu kami makan di sebuah warung seafood segar yang terletak di pinggir jalan pesisir Pantai Kalayar.Ā
Photo 1.12. Eating Lunch | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Warung ini tentunya menyediakan aneka seafood dan tempat ini gue rekomandasikan bagi kalian penyuka hidangan laut yang dimasak dalam kondisi masih segar. Memang warung makan ini agak lama dalam proses penyajian makanannya, tapi waktu yang lama untuk menunggu makanan dihidangkan dengan kualitas rasa itu masih berbanding, porsinya pun luar biasa banyak. Kami saja yang sudah beranggotakan banyak, tidak bisa menghabiskan keseluruhan hidangannya.
Photo 1.13. Visiting Ahokās House | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Selesai makan siang, kami pun melanjutkan perjalanan untuk berkunjung ke kampung halaman Gubernur Jakarta kita, yaitu Basuki Tjahja Purnama a.k.a Ahok. Di destinasi ini kalian bisa melihat-lihat area lingkungan tempat tinggal Ahok masa kecil dulu dan kalian bisa membeli souvenir untuk saudara/kerabat/sahabat kalian disini. Aneka souvenir tersedia disini, kaos printing, gantungan kunci, topi, tas,bermotif/berbentuk destinasi di Pulau Belitong/ Ahok, Kain batik khas Belitong, scarf dan masih banyak lagi. Memang cenderung mahal jika beli souvenir disini, tapi kualitasnya oke kok.Ā
Selain itu disini kalian bisa meihat keledai peliharaan milik Pak Ahok, ada 2 ekor dan mereka gemuk-gemuk. Bagi yang membawa anak, ini bisa membantu mereka dalam pembelajaran tentang hewan.
Photo 1.14. Ahokās Donkey | Taken by : Me on April 22nd 2016
Selesai berbelanja-belinji dan melihat-lihat, karena waktu yang mepet kami pun segera berangkat lagi menuju ke Museum Kata Andrea Hirata Laskar Pelangi masih satu arah dengan Kampoeng Ahok.Ā
Museum ini berisikan segala properti replika model vintage yang digunakan dalam pembuatan film Laskar Pelangi yang terkenal, beberapa gambar-gambar berisikan quote dan anak-anak yang menjadi pemeran dalam film tersebut. Jelas disini kalian bisa bernarsis ria sepuasnya, karena banyak properti yang mendukung. Disini kami juga mencicipi kopi susu dimana katanya kopinya khas Belitong. Nah sambil ngopi, kalian bisa duduk-duduk di belakang museum dan menikmati museum tersebut.
Photo 1.15. Andrea Hirataās Quote | Taken by : Me on April 22nd 2016
Photo 1.16 Old Sewing Machine | Taken by : My Mom on April 22nd 2016
Photo 1.17. A Replica of Living Room | Taken by : Me on April 22nd 2016
Photo 1.18. Old Ontel Bicycle | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Photo 1.19. Museum Corner | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Udara luar di Belitong benar-benar terik ketika itu ditambah letak geografis pulau yang memang dikelilingi pesisir pantai menambah panasnya cuaca. Karena cuaca yang semakin panas, kami tidak sanggup dan langsung minta lanjut menuju ke destinasi berikutnya, yaitu SD Gentong Replika dari film Laskar Pelangi.
Photo 1.20. SD Muhammadiyah Gantong Replica of Laskar Pelangi Movie | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Disana kalian akan melihat replika dari Sekolah Dasar yang dijadikan sebagai tempat syuting Laskar Pelangi, ruangan beserta dengan furniture-nya, lapangan benderanya yang luas dan dipenuhi pasir putih dan eksterior sekolah yang sederhana, tentu kalian bisa berfoto-foto disini.
Photo 1.21. Flag Ceremony | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Dari tempat tersebut langsung kami lanjut lagi ke Pantai Tanjung Pendam dan restoran dimana kami akan melakukan makan malam, semua itu searah dengan jalan menuju ke penginapan kami.Ā
Photo 1.22. Tanjung Pendam Beach | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Pantai Tanjung Pendam, dinamakan seperti itu karena pantai ini telah banyak memakan korban. Wujudnya yang tenang sungguh menipu, pada nyatanya arusnya sungguh kuat, beberapa orang tertipu dengan ketenangannya dan merekapun menjadi korban. Sebab itulah, disarankan agar tidak bermain atau berenang di pantai ini, karena berbahaya. Jadi kita dapat menikmati pantai ini dengan duduk-duduk di tempat duduk yang telah tersedia, menikmati matahari terbenam sambil berbincang-bincang.
Selesai berfoto-foto, marilah kita makan malam ! Makan malam ketika itu di sebuah restoran yang tentunya sudah terdesain dengan baik daripada warung makan yang awal. Proses penyajian pun terbilang lebih cepat ketimbang warung makan sebelumnya. Namun soal kualitas rasa gue tidak merekomendasikan tempat ini, karena rasanya kurang muncul dan antara lauk dengan sayur pun tidak berkesinambungan, sehingga ketika membayar dengan harga yang cukup besar kami merasa itu kurang berkenan.Ā
Photo 1.23. Dinner Time | Taken by : Tour Guide on April 22nd 2016
Photo 1.24. The Menu | Taken by : Me on April 22nd 2016
Selesai bersantap malam, kami pun segera kembali ke penginapan untuk beristirahat, karena besok kami harus memulai destinasi kami berikutnya dari pagi hari.
23 April 2016, itās time wet full day!! Hari ini jadwal kita untuk bermain basah-basahan seharian dan itu lah hari yang gue paling tunggu, karena hari itu adalah hari dimana gue akan pertama kali merasakan snorkeling di lautan lepas. Meskipun menggunakan pelampung, tetap rasanya deg-degan seperti bertemu dengan cinta sejati *tsaah.
Jadwal hari ini agak mundur dari perkiraan, karena mungkin semua pada kelelahan di hari pertama tiba. Bang Reggy dan Bang Agus telah tiba dengan mobil antar-jemput yang telah terisi penuh dengan peralatan snorkeling dan makan siang untuk kami nanti. Selesai sarapan dengan makanan ringan yang kami dapat dari hotel dan semua perlengkapan serta peralatan telah siap, kami pun berangkat menuju ke destinasi pertama kami yaitu Bukit Berahu.
Bukit Berahu ini menyediakan pemandangan laut nan indah dari atas bukit, tapi kita tidak hanya bisa melihat tapi bisa bermain di pantainya, yaitu Pantai Tanjung Tinggi. Tetapi jika hanya ingin mengamat-ngamati pemandangan pantai dari atas juga bisa, karena kebetulan turunnya agak lumayan (untuk orang yang sudah tua lumayan melelahkan), yang memilih untuk diatas terdapat tempat duduk-duduk beserta dengan bar-nya disana. Kita bisa memesan minuman atau makanan. Jika memilih ke bawah kalian tidak akan menyesal, karena pemandangannya benar-benar indah, pasir putih, langit dan air laut yang berwarna biru, disekelilingnya terdapat warna coklat yang berasal dari cottage-cottage yang ada serta hijau-hiajuan dari tanaman-tanaman. Ombak di pantai ini tidaklah tinggi, cenderung landai, memang ciri khas pantai-pantai di Belitung tidak memiliki ombak yang tinggi, sebab itu lah jarang para turis asing yang berminat ke tempat ini.
Photo 1.25. The Scenery from The Hill | Taken by : Me on April 23rd 2016
Photo 1.26. The Gentleman Took Some Rested | Taken by : Tour Guide on April 23rd 2016
Photo 1.27.The Stair to Tanjung Tinggi Beach | Taken by : Tour Guide on April 23rd 2016
Photo 1.28. The Cottages | Taken by : Tour Guide on April 23rd 2016
Photo 1.29. The Big Tree at Tanjung Tinggi Beach | Taken by : My Mom on April 23rd 2016
Photo 1.30. We Can Do Jump Style at Tanjung Tinggi Beach | Taken by : Tour Guide on April 23rd 2016
Photo 1.31. We with Ours Style | Taken by : Tour Guide on April 23rd 2016
Setelah menikmati alam sambil mengambil beberapa foto, perjalanan harus dilanjutkan menuju ke Dermaga Tanjung Kalayang, karena kami harus mengejar waktu yang tersisa. Jarak yang ditempuh cukup jauh untuk menuju dermaga tersebut menggunakan kendaraan bermotor.
Setibanya di dermaga, para guide menurunkan segala perlengkapan dan peralatan. Hari itu semua peserta dari para guide digabung menjadi satu dan bertambahlah kenalan kami, namun yang seumuran gue bisa banget dihitung pakai jari, hmm...
Oke lanjut, sementara para guide mempersiapkan segalanya, kami para peserta berganti pakaian menjadi pakaian untuk berenang dan basah-basahan, menyiapkan barang-barang yang akan dibawa untuk menjelajah pulau-pulau. Disarankan ketika akan menjelajah Hopping Islands segala barang-barang yang tidak anti air harus dilapisi atau dilindungi tas anti air, jika tidak punya, minimal kantong plastik, karena kita tidak pernah tahu ombak yang akan kita arungi serta cuaca yang akan kita hadapi. Juga jangan lupa menggunakan sunblock, topi dan kacamata hitam, karena kalian tahu bagaimana teriknya daerah pantai.
Tidak diduga tour guide kami meninggalkan kamera DLSR-nya di Bukit Berahu, sehingga mereka harus kembali kesana untuk mengambil kamera tersebut. Itu harus, karena kalau tidak kami tidak bisa mendapat dokumentasi dari mereka. Akhirnya jadwal agak mundur sedikit lagi, sambil menunggu kami menikmati pemandangan pesisir pantai Dermaga Tanjung Kalayar yang dipenuhi dengan kapal-kapal berlabuh sekaligus menggunakan perlengkapan Life Saver kami.
Sekitar 1jam-an kami menunggu, akhirnya para guide kami kembali dan kami pun segera berangkat memulai wisata Hopping Islands. Destinasi kami terdiri dari Pulau Batu Berlayar, Pulau Pasir/Gosong, Pulau Garuda, Pulau Kalayar, Pulau Lengkuas dan lain-lainnya. Namun karena ketika itu waktu dan cuaca tidak memungkinkan, jadi kami hanya dapat menyinggahi 3 pulau. Pertama adalah Pulau Batu Berlayar.
Photo 1.32. Batu Berlayar Island Belitong | Taken by : Tour Guide on April 23rd 2016
Di Pulau ini banyak sekali batu-batu besar berdiri, entah darimana asalnya. Melihat batu-batu disini jadi teringat episode film kartun Spongebob Squarepants dimana Squidward dan Spongebob harus mengantarkan Pizza Krusty Krab di jam lembur, yang pada akhirnya mereka harus mengedarai sebuah batu besar untuk kembali ke Bikini Bottom.
Oke, selesai untuk intermezzo, jadi di pulau ini kalian bisa bermain air dan yang terutama untuk bernarsis bersama dengan batu-batu yang ada. Pemandangannya juga indah. Banyak pose gaya berfoto yang bisa kalian explore di pulau ini.
Photo 1.33. Jumping Style Again | Taken by : Tour Guide on April 23rd 2016
Photo 1.34. Folded Legs Style | Taken by : Tour Guide on April 23rd 2016
Selesai bernarsis dan menikmati pemandangan di Pulau Batu Berlayar, kita melanjutkan ke Pulau Pasir. Sebelum sampai ke Pulau Pasir, kami melewati beberapa pulau tanpa bisa kami singgahi karena waktu yang mepet, yaitu Pulau Garuda dan Pulau Kalayar.
Pic. 2.1 Garuda Island | Save as from Google Pic. on Saturday, Nov 5th 2016, 15:07 WIB
Pic. 2.2 Kalayar Island | Save as from Google Pic. on Saturday. Nov 5th 2016, 15:07 WIB
Photo 1.35 We Arrived at Pasir Island | Taken by : Fisherman on April 23rd 2016
Tibalah kami di Pulau Pasir. Foto diatas itu no editing, langit dan lautnya pure warna biru cerah seperti di foto, pulaunya sendiri sih cuma segumpalan pasir yang sepetak. Di Pulau Pasir rawan kulit bertambah hitam (sebenarnya di pantai manapun pasti menghitamkan sih) karena tidak ada tempat untuk berteduh, maka disarankan jangan sampai lupa mengoleskan sunblock again untuk perlindungan, juga jangan lupa banyak minum air putih agar tidak dehidrasi, Di sini kamu dapat berenang sepuasnya mencari si Patrick untuk perlengkapan foto sperti yang kami lakukan atau pun tentunya untuk bernarsis ria.
Photo 1.36 Baja Hitam Pose | Taken by : My Mom on April 23rd 2016
Tidak berlama-lama disini, kami pun melanjutkan ke Pulau Lengkuas yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Pulau Pasir ini. Di Pulau Lengkuas terdapat mercusuar yang menjadi salah satu objek wisata sekaligus bangunan bersejarah yang dilindungi, di pulau ini juga lebih banyak pohon dan ada beberapa warung-warung makan dan minum, tidak seperti pulau-pulau sebelumnya.Ā
Photo 1.37 The Lighthouse in Lengkuas Island | Taken by : Me on April 23rd 2016
Photo 1.38 The Lengkuas Islandās Beach | Taken by : Me on April 23rd 2016
Kegiatan kami di pulau ini adalah mendaki tangga ke puncak mercusuar untuk menikmati pemandangan, makan siang serta bersantai sejenak dan dilanjutkan snorkeling cantik. Namun, justru kegiatan yang paling gue tunggu yaitu si snorkeling harus di batalkan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Saat kami baru mau memulai snorkelingĀ langit diatas kami berubah menjadi kelam, arus laut menjadi deras, begitu pun anginnya, sekalipun kami menggunakan alat keselamatan tour guide kami tetap tidak mau mengambil resiko karena berbahaya untuk keselamatan kami. Maka pada akhirnya kami hanya berenang-renang kecil di pinggir pantai dekat Pulau Lengkuas. Ya, daripada nanggung sudah pakai baju renang, hmm...
Photo 1.39 The Scenery from Half Floor of The Lighthouse | Taken by : Me on April 23rd 2016
Photo 1.40 Scenery from The Top of The Lighthouse | Taken by : Me on April 23rd 2016
Photo 1.41 We at The Top of The Lighthouse | Taken by : Tour Guide on April 23rd
Oia untuk naik ke puncak mercusuar ini cukup lumayan menguras tenaga dan keringat banyak. Dia memiliki sekitar 10 lantai dengan banyak anak tangga dimana ruang geraknya akan semakin menyempit ketika sampai diatas, namun kita bisa beristirahat sejenak jika mulai tidak kuat karena di tiap pergantian lantai terdapat tempat perhentian. Tapi jujur lelah yang kalian rasakan di awal akan sepadan dengan pemandangan yang akan kalian dapatkan.
Selesai dari pulau ini, kami kembali berlabuh ke Pelabuhan Tanjung Kalayar untuk bebersih setelah basah-basahan cantik di Pulau Legkuas serta menikmati secangkir kopi/teh dan semangkok mie telur yang sangat dirindukan jika sedang dalam cuaca dingin.
Setelah bersantai sejenak, kami melanjutkan jalan kembali ke penginapan. Karena jalan kembali ke penginapan dari Pelabuhan Tanjung Kalayar itu melewati tempat oleh-oleh yang memang disarankan oleh para Tour Guide, maka tentu lah kami mampir dulu untuk shopping cantek. Oia sebelumnya kami juga diajak mampir ke Pantai Laskar Pelangi untuk menikmati sunset dan bernarsis ria.
Photo 1.42 Weāre at Laskar Pelangi Beach | Taken by : Me on April 23rd 2016
Btw, gue lupa nama toko oleh-olehnya apa, gue cari bekas packing box-nya juga udah gue buang kayanya. Tapi pada intinya di toko oleh-oleh ini menjual serba-serbi oleh-oleh dan souvenir khas Pulau Belitung, yang terkenal adalah kerupuk ikan tenggirinya yang bentuknya oval hampir seperti kuku macan hanya warnanya putih, itu wajib kalian beli karena memang enak. Kemudian kalau kalian suka dengan jeruk kunci, maka belilah sirup jeruk kuncinya, itu minuman yang segar di Belitung. Kalian pencinta kopi, disana juga tersedia kopi bubuk Manggar, memang harga mahal tapi dijamin enak, Ada juga kemplang ikan dan cumi yang enak, itu juga wajib kalian beli. Nah, untuk kalian yang mencari souvenir seperti gantungan kunci, kaos atau apapun itu tersedia di toko sebelahnya, banyak kaos-kaos lucu yang tersedia. Gue dan nyokap sih untuk souvenir beli beberapa kaos yang ada gambar-gambar tentang Belitung dan juga kain batik khas sana. Hanya saja kalian harus sadar diri ya ketika berbelanja untuk oleh-oleh, jangan sampai khilaf seperti kami.
Selesai berbelanja dengan khilaf di toko oleh-oleh ini, kami pun hunting pempek khas sana yang terkenal enak dan karena petunjuk yang diberikan oleh Tour Guide kami, kami pun mendapatkannya. Tempat pempek ini bukan sebuah restoran, dia hanya berupa warung makan di pinggiran jalan, tapi beuhh..Ā pempek lenjer dan kapal selamnya enak banget! Karena ikan tenggirinya berasa. Karena enak, gue dan nyokap memutuskan membungkus beberapa untuk dibawa ke Jakarta. Menurut si penjual ini akan bertahan cukup lama, sekitar 1 minggu, jika si pempek yang belum digoreng dilumuri tepung da dimasukkan ke dalam box berisi batu es, jadi bagi kalian penggila pempek bisa menjadikan pempek dari warung ini sebagai oleh-oleh, cuma amat disayangkan gue lupa apa nama warungnya. Pfft...
Setelah kenyang, kami langsung pulang ke penginapan, seharusnya ada makan malam, tapi karena kami sudah kenyang sekaligus kami semua telah kelelahan, maka kami memutuskan lebih baik langsung pulang dan beristirahat. Karena malam ini adalah malam terakhir bagi kami di Belitung, besok siang kami sudah harus ke Bandara untuk kembali ke tempat tujuan kami masing-masing.
24 April 2016, keberangkatan kami agak terlambat dari jadwal, karena kami semua kelelahan dan pada akhirnya bangun kesiangan. Jadwal kami hari ini hanya ke beberapa tempat, pertama adalah kunjungan museum sejarah di Belitung dan berikutnya ke wisata alam, yaitu Danau Kaolin Belitung dan setelahnya kami akan diantarkan kembali menuju Bandara, Tapi, sebelum berangkat, gue dan nyokap sempat berkeliling di daerah penginapan dan ternyata disana terdapat sebuah rumah yang menjual otak-otak ikan tenggiri yang enak dan harganya pun lebih murah ketimbang yang dijual di perkotaan, kami pun membeli beberapa sebagai oleh-oleh, otak-otak ini bisa bertahan sekitar 2 hari, jadi lebih baik ketika kalian membelinya bersamaan ketika kalian akan kembali ke kota kalian.Ā
Setelah darisana, ternyata semua peserta sudah siap untuk berangkat ke semua tempat tujuan tersebut.Ā Setelah itu kami kembali diantarkan ke sebuah rumah makan prasmanan kecil, yang menurut penuturan Tour Guide kami terdapat kepiting isi yang enak dan merupakan oleh-oleh terkenal dari Belitung dan memang ada, rasanya pun enak (kami sempat mencicipinya sedikit), maka kami membeli 2 kemasan dan 1 bungkus sup kepiting. Jadi, kepiting isi ini adalah kepiting yang diolah dagingnya dengan diberi bumbu, kemudian daging yang telah diambil dikemas lagi menggunakan cangkang kepitingnya yang telah di steam agar lunak, nah nanti saat mengkomsumsinya kepiting ini enaknya dibaluri dengan telur dahulu, baru dimakan. Rasanya tidak perlu ditanya, very delicious, sangat dianjurkan untuk membeli oleh-oleh ini.
Setelah puas berbelanja lagi, maka kami harus mengisi bahan bakar diri kami sendiri, kami diarahkan ke sebuah tempat makan kecil nan sejuk dan nyaman bahkan di kala teriknya hari, makanannya pun enak dan tidak menyesal seperti hari pertama kami tiba di Belitung, masakan rumahan sih tapi enak.
Akhirnya, selesai makan siang, kami pun akan segera ke museum sejarah Belitung. Namun, sebelum kesana ternyata Tour Guide kami mengarahkan untuk mampir ke sebuah kedai kopi yang katanya sudah lama berdiri dan memiliki kopi manggar yang enak, tapi kami semua menolaknya karena waktu yang sudah mepet dan kami ingin memaksimalkan perjalanan kami di Belitung untuk berkeliling bukan berbelanja. Cukup jauh ternyata jarak museum tersebut, tapi akhirnya kamipun tiba.
Photo 1.43 Property at History of Belitung Museum | Taken by: Me on April 24th 2016
Photo 1.44 Me at History of Belitung Museum | Taken by : My Mom on April 24th 2016
Di museum sejarah Belitung ini terdapat foto-foto beserta barang-barang yang menceritakan tentang perkembangan pemimpin di Belitung, perkembangan kotanya juga dan budaya khas di Belitung. Bangunannya seperti yang kalian bisa lihat di foto, terbuat dari kayu semua dengan atap dari sabut kelapa dan model panggung, dibangun seperti rumah tradisional khas Belitung. Warna-warna yang digunakan oleh masyarakat Belitung dalam tradisinya adalah warna-warna cerah, terutama untuk adat pernikahannya. Oia ketika berada di dalam museum ini, ya ampuunn udaranya sangat panas, tentu ini diakibatkan cuaca diluar yang panas ditambah dengan interior bangunan museum yang hampir semuanya terbuat dari kayu asli dimana itu mengakibatkan hawa panas.
Kami disini tidak berlama-lama, karena kami tidak kuat dengan hawa panas yang melingkupi kami, kami sudah terlalu berkeringat. Maka kami pun segera pergi ke tempat tujuan kedua yaitu Danau Kaolin Belitung.Ā
Danau Kaolin ini sebenarnya bukan danau asli dan tidak bisa dijadikan sebagai tempat berenang. Karena sebenarnya danau ini adalah bekas tambang timah dan air yang menggenang di kubangan besar tersebut adalah air yang telah terkontaminasi dengan timah. Jika kalian di sekitarnya, kalian akan mencium bau seperti sulfur. Tapi danau tersebut tidak berasap dan airnya pun sangat jernih, hingga dapat memantulkan bayangan di sekitarnya, pantaslah danau ini dijadikan objek wisata oleh warga. Dan objek wisata ini gratis, kami pun puas bernarsis ria disini.
Photo 1.45 The Mirror from The Kaolin Lake | Taken by : Me on April 24th 2016
Photo 1.46 Kaolin Lake | Taken by: Me on April 24th 2016
Dan inilah tempat terakhir yang kami tuju, setelah dari danau ini, kamipun diantarkan kembali ke penginapan untuk berkemas, setelah itu kami pergi ke bandara, menunggu jam penerbangan kami masing-masing.Ā
Jadi total biaya yang kami keluarkan untuk ke Belitung ini untuk 2 orang adalah +/- Rp 8.723.000 ,-, dengan rincian :
> Tiket Pesawat Pulang Pergi /pax (promo) = Rp Ā 999.000,- x 2 = Rp 1.998.000,-
> Jasa Tour Trip Belitung via Supratour /pax = Rp 900.000,- x 2 = Rp 1.800.000,-
> Membeli semua oleh-oleh : Kerupuk ikan, kemplang cumi dan ikan, kopi 3 koin, kaos-kaos, kain batik khas Belitung, pempek, otak-otak, kepiting isi dan sup kepiting /2 orang = Rp 4.925.000,-
Jadi jika kalian ingin menjadi backpacker di pulau ini, tahan mata untuk membeli-beli sesuatu, karena kalian bisa lupa diri. Tapi kalau kalian merasa jangan nanggung-nanggung, maka kalian harus menyediakan kocek per orang sekitar Rp 4.000.000,- dan kalau bisa cari tiket pesawat yang sedang promo saja, karena kalau kalian mengambil harga yang biasa, itu bisa sangat mahal!
Sekian terimakasih cerita perjalanan gue dan nyokap ke pulau cantik Belitung. Selamat mencoba !