#42 Titik Nadir
Di umur yang udah mencapai seperempat abad ini, banyak hal yang hadir sebagai bahan bakar pikiran. Dari hari ke hari bukannya semakin berkurang, tapi malah terakumulasi menjadi sebuah tumpukan kusut yang memberatkan diri. Bayangkan rasanya, saat beraktivitas kemana-mana membawa tas ransel yang berisi batu. Bedanya, beban yang dibawa tidak terlihat dan tidak terukur dengan timbangan.
Beberapa hal bisa diselesaikan dengan mudah, beberapa perlu energi yang lebih banyak, namun ada juga yang begitu rumit sehingga sulit rasanya untuk menyelesaikannya.
Ketakutan, kecemasan, kesedihan datang dan berlalu, harapan yang tak tergapai menjadi bayang-bayang. Sampai pada satu titik bertemu dengan perasaan tertekan dan ingin menyerah.
"Aku udah ngga kuat, pusing sekali dengan masalah hidup ini. Bolehkah aku menyerah?"
Ia tiba di titik nadir hidupnya. Layaknya manusia pada umumnya, lemah. Dalam lemahnya, ia hanya bisa meminta kepada Tuhannya untuk diberikan pertolongan.
Berharap bisa mengulang beberapa hal yang sudah terjadi dalam hidupnya. Berharap bisa memperbaiki keputusan-keputusan dan pilihan-pilihan yang telah ia ambil sebelumnya.
Ia merenungi sebuah pepatah
"Takdir bisa diubah dengan Doa"
Kalaupun iya begitu, pepatah tersebut berlaku untuk hal yang belum terjadi kan? Apa yang telah terjadi tidak bisa diubah, yang bisa ia lakukan saat ini adalah menerima.
Sepahit apapun kenyataan, harus tetap diterima dengan seluas-luasnya penerimaan. Masa lalu tidak bisa diganggu gugat. Tapi ia tidak boleh kehilangan harapan. Live a good life in present, and they can change the future.
Terima dirimu.
Maafkan kesalahan atas pilihanmu yang dulu. Nikmati perasaan sedihmu, barangkali di dalam kesulitanmu, dosa-dosamu sedang diampuni. Bergerak dan ubahlah masa depan sesuai dengan harapanmu.
Pada persimpangan titik nadir itu, tetap dekatkan diri kepada Allah. Karena Ia lah yang akan menuntunmu untuk tetap ada di jalan cahaya. Percayalah, setelah memasuki pintu baru nanti, sedikit demi sedikit semua akan menjadi lebih baik. Masalahmu tidak akan sebesar rasa syukurmu.
Terakhir, jadilah partner terbaik untuk dirimu, beri ia kepercayaan dan juga semangat bahwa kalian bisa melewati semua peliknya permasalahan hidup yang singgah. Jangan, jangan menunggu orang lain, tapi kamu yang harus lebih sayang kepada dirimu sendiri.
❤












