“2020 you will not be missed”
Begitu kata tulisan di stiker instagram.
Tahun yang cukup berat bagi sebagian besar orang, pun juga aku, dan mungkin kamu yang sedang membaca ini.
Ku ceritakan sedikit tentang tahun ini bagiku, ya. Di awal tahun, aku harus beradaptasi dengan kebiasaan baru sebagai seorang fresh graduate atau kata lainnya pengangguran. Ternyata mencari kerja sebegitu sulitnya ya, belum lagi jika idealis kita cukup tinggi. Ditambah ketika impian kita bertolak belakang dengan keinginan orang tua.
Yap, itu terjadi padaku. Cukup sulit untuk menyuarakan maksud hati memilih jalan hidup sesuai dengan impian, sampai-sampai sempat bersitegang dua tiga kali. Banyak berurai air mata, juga malam-malam derita karena cemas berharap keesokan hari ada kabar berisi “kualifikasi yang kami cari ada di kamu, jadi besok bisa datang ke kantor untuk membicarakan mengenai kontrak”.
Tiga bulan lamanya status pengangguran datang padaku hingga 09 Maret, untuk pertama kalinya aku merasakan ngantor. Norak sih dikit, kaya seneng banget gitu. Padahal mah gabut hari pertama nonton youtube terus.
Dua minggu masuk kantor, pandemi menyerang tanah air begitu ganasnya. “Mulai besok kita WFH ya sampai waktu yang belum ditentukan” duh sedihnya mah ada, masih seneng-senengnya masuk kantor, baru kenalan, eh kerja dari rumah. Yaudalahya, dinikmati aja. Masih untung bisa dapet kerja pas lagi pandemi begini.
Aku yang ekstrovert ini cukup kesulitan beradaptasi dengan wfh. Secara hanya bertemu dengan rekan kerja di dunia maya. Butuh 2-3 bulan bagiku untuk bisa 'nyaman' dengan kondisi serba virtual.
Pertengahan tahun, lebaran diisi dengan di rumah aja. Nggak ada silaturrahmi kesana kemari. Lagi-lagi serba virtual. Kumpul keluarga by video call. Tak apa, setidaknya kita jadi tahu betapa berharganya sebuah pertemuan.
Menjelang akhir tahun tepatnya Bulan Oktober, satu cobaan berat menghampiri. Covid-19 itu mengusik orang tersayang dalam hidupku. Iya, ibuk sakit selama 9 hari di rumah, kemudian setelah di swab memang positif dan harus dirawat kurang lebih 13 hari di rumah sakit + isolasi mandiri selama 3 minggu di rumah. Belum lagi efek yang ditinggalkan olehnya, jantung membengkak dan sesak napas. Katanya sih, bangkainya baru benar-benar hilang paling cepat 3 bulan semenjak dinyatakan positif.
Oke, mari kita cukupkan saja cerita sedihnya. Saatnya kilas balik hal yang aku syukuri di 2020 ini. Coba ya aku bikin list agar aku lebih mudah merangkai kata. Here we go!
Aku mendapatkan pekerjaan pertama atas usahaku sendiri. Memang bukan perusahaan besar yang terlihat keren, tapi lingkungan di dalamnya sungguh serasa keluarga.
Aku belajar bagaimana cara memperjuangkan mimpi kecilku, mengingat aku hampir tidak pernah berani menentang arahan dari kedua orang tuaku, kecuali satu itu: tempat bekerja pertamaku.
Semenjak aku merantau, kesempatan berkumpul fullteam (ya walaupun cuma bertiga) paling lama satu bulan dalam satu tahun. Tapi tahun ini, empat bulan! Syukur Alhamdulillah sungguh nikmat tiada tara.
Setelah sekian lama vakum, akhirnya aku menulis kembali, terutama di tumblr penuh kenangan ini. Ternyata rasanya masih sama, lega.
Ibuku berhasil lolos melawan covid-19 dan dinyatakan sembuh! Alhamdulillah sampai saat ini sudah tidak ada gejala yang bersisa, benar-benar kembali sehat seperti sedia kala.
Keluarga besar almarhum bapak yang biasa berkumpul jika ada acara penting, jadi bahu membahu memberi perhatian selama aku&ibu di ruang isolasi. Sempat juga berkumpul membentuk 'panitia' untuk mengatur jadwal kiriman ransum. Benar-benar setiap hari ada saja yang datang mengantar makanan, juga kebutuhan yang tak bisa ku dapatkan.
Empat orang sahabat baikku menikah, senang bercampur sedih karna cuma bisa hadir 1 dari 4 orang yang mengundang. Tapi enggak apa, lega karena mereka berhasil menemukan separuh jiwanya di 2020 ini. Semoga aku tahun depan, aamiin?
Terakhir, aku bersyukur dipertemukan dengan orang baik sepertinya. Sebut saja Mr. Spongebob. Kenapa? Untuk alasan yang bahkan aku belum bisa menjawabnya sekarang. Yang jelas, Ia salah satu hal baik yang aku syukuri di tahun yang berat ini. Terimakasih untuk senyum yang sering kau ciptakan padaku, ya!
Meski berat, banyak hal baik yang membekas di tahun ini. Semoga 2021 jauh lebih baik untukku, untukmu, untuk kita semua. Cheers!🍻