Kayaknya aku emang harus dua kali percobaan, mungkin. Karena aku belum lolos fhci bumn dan belum lolos dapat certificate mini course. It's okay, semangat!!
Sade Olutola
🪼

Kiana Khansmith
One Nice Bug Per Day

No title available

roma★
Cosmic Funnies
Show & Tell
Not today Justin
almost home
taylor price
d e v o n

tannertan36
we're not kids anymore.

Product Placement
he wasn't even looking at me and he found me
sheepfilms
Jules of Nature
TVSTRANGERTHINGS
Game of Thrones Daily
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Italy
seen from Oman
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Norway

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Indonesia
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
@oriensworld
Kayaknya aku emang harus dua kali percobaan, mungkin. Karena aku belum lolos fhci bumn dan belum lolos dapat certificate mini course. It's okay, semangat!!
This picture, I took itu when I arrived home. That's was a hectic night. I meant, it was raining. Heavy rain. My sister and I decided to go to clinic. We must pick up her, my another sister. We never imagined anything. Until we saw the road. It was flood. Water in everywhere. I was afraid about the motorcycle. I really hated it. You know, if our motor was died. I didn't know what I wanna did. But, thank god. We can arrived home safely.
Jalan yang selalu kulalui
"I HATE MONDAY!"
Everybody shouted this words. But, I like Monday, just like I love Sunday. You know, I don't like friday. Cause, I feel like, I'm not lucky on Friday.
Btw, I'll test on Monday🙈 wish me luck. Aamiin
Indralaya, 05 Januari 2021
Baru bisa buka hape lagi, seharian ini capekk nian. Tak apa lah, toh juga sudah tidur nyenyak. Wish me luck for sidang nanti, dan pesan wa membanjiri🙈
Ini beberapa gambar yg kuambil dalam perjalanan, untungnya dak blur🤣
Sekilas cerita di balik foto ini
"Kak, aku ada foto lagi."
"Mana sini."
"Belum edit."
"Tak usah diedit."
Lalu dikirimlah foto ini, foto rasi bintang. Halohaa, walaupun aku suka orion tapi sirius masih selalu nomor satu. Bintang paling terang❤
Seseorang mengirim foto ini padaku, pada saat perkenalan pertama kali. Dia langsung menyebut "orion." Sesuatu yang sangat aku sukai, foto yang sangat indah kan? Ya, aku sangat menyukai foto itu. Mengirim kepada dunia, supaya kalian liat. Foto apa itu, foto rasi bintang.
Aku baru tau kalo dia itu cowok, bukan cewek.
Akhir Perjuangan
Galeneio
Aku berkutat di depan laptop, kembali membaca tulisan yang aku buat. Sungguh ini sangat melelahkan. Memikirkan tiap kata yang disambung lalu dijadikan satu. Aku sungguh ingin menyerah rasanya. “Ini mau gimana lagi? Pusing lama-kelamaan!” Aku memijat kepalaku yang berdenyut pelan. Kembali aku menyusun kata itu, agar menjadi kiasan kata yang bagus dan menyayat hati. Ya, aku sekarang sedang menyelesaikan puisi untuk event lomba. Hanya saja, sekarang aku hanya mampu menyelesaikan dua dari lima puisi.
Aku menjauhkan tanganku dari keyboard laptop, mengusap wajahku kasar. Tanganku menopang dagu, sedangkan aku mencebik kesal. Sungguh aku frustrasi karena puisi ini. Kepala kujatuhkan ke atas keyboard, bingung mau melakukan apalagi. Berpikir sejenak, tetapi otakku beku seperti es batu. Tidak bisa memikirkan apa pun.
Netraku menangkap pena yang ada di seberang sana. Pena yang biasa kupakai untuk menggambar. Pena itu, seketika aku teringat akan sesuatu. Kenapa aku tidak membuat puisi mengenai perjuanganku dalam menggambar? Begitu tanyaku dalam hati.
Aku mengambil pena dan buku berisi lembar dotted. Aku mulai mencoret-coret buku tersebut, lalu merangkaikan kembali kata-kata yang hendak kupakai. Otakku serasa mencair, seperti air yang tiba-tiba saja lancar menulis kalimat itu. Aku kembali menyusun kata-perkata, hingga aku tersadarkan bahwa—“Wah, ini dapat satu puisi!” Aku bersorak senang. Sudah kudapatkan tiga puisi walaupun masih kurang dua lagi. Aku harus kembali lagi berkutat dengan pena dan buku itu.
“Berat juga ya, nulis puisi sebanyak ini.” Mulutku kembali meracau tak jelas. Sementara tanganku kembali menulis kata yang muncul dalam otakku. “Aduh, kalau begini mah. Mending aku mundur sejak awal!” Aku membanting pelan pena itu. Kembali perasaaan kesal meliputi hatiku.
Pikiranku kembali berkecamuk lagi. Ada perasaan kesal, menyesal, marah, sedih, dan bahagia yang bercampur jadi satu. Sisi hatiku berkata, berhenti saja. Akan tetapi, sisi lain berkata untuk melanjutkan. Tanganku terus bergerak menuliskan kata-kata itu. Lalu tiba di puisi terakhir, aku tiba-tiba blank. Karena ini puisi terakhir dan juga hari terakhir pengumpulan. “Satu lagi! Gimana kalau aku gak selesai?” rengekku kembali terdengar.
Aku menengadah ke atas, teringat akan pengalamanku saat menjadi guru. Lalu, bak menemukan oasis di padang pasir. Aku langsung menulis puisi mengenai guru. Akhirnya, lengkap sudah puisi yang harus aku kirimkan. Secepatnya aku langsung membuka google drive dan mengirim fail tersebut.
End