Jadi gini... Setiap subuh gue dibangunkan oleh si bocil yang kehausan. Iya, lebih seringnya terbangun pada subuh hari karena bocil yang tidurnya mulai tak nyaman. Dengan mata yang masih ngantuk, memaksakan badan berada dalam posisi duduk dan memangku bocil untuk segera minum ASI. Dengan mata yang melirik ke arah jam dinding, gue cuma bergumam, udah jam 5. Cepat banget, kayaknya baru tadi nyusu... Iyaaaaa. Kadang suka ga sadar kalau ternyata sudah dua jam berlalu bocil menyusu... Karena pas mendengar bocil yang rungsing saat tidur, refleks tangan gue menepuk pahanya untuk menenangkannya, tapi tak juga dia tenang. Setelah itu, dia kembali tidur dan gue harus segera melaksanakan solat subuh.
Pagi tadi, bocil tak kembali meneruskan tidurnya. Meskipun dia masih mengantuk, gue membiarkannya tetap terbangun. Alhasil, ya gue mengajak main dia agar tidak tidur. Kemudian bocil yang ditemani ayahnya, gue bergerak ke dapur, cuci piring dan cuci baju. Yang biasanya kalau habis solat, gue ikutan rebahan di samping bocil bahkan sampai tertidur. Hahahaha... Kali ini tidak!
Sambil menunggu baju yang dicuci oleh si mesin cuci, gue bikin roti bakar. Bocil main sama ayahnya. Lalu diambil alih oleh neneknya yang kemudian secara perlahan matanya menutup, sedangkan dia belum mandi, woiiii... Akhirnya gue memandikan bocil yang dalam keadaan mengantuk. Lepas itu yaaa dia tidur dalam gendongan ayahnya. Gue? Masih menyelesaikannya cucian yang harus segera dijemur karena cuaca yang mendung khawatir hujan turun. Apalagi pagi ini yang nyuci banyak euy, kakak dan adik ipar juga nyuci, jemurannya ga muat sama cucian itu.
Beberapa hari belakangan ini, bocil bisa BAB 3-4 kali sehari yang biasanya 2-3 hari sekali. Ditambah payudara (PD) gue yang gampang kempes ga kayak biasanya. Biasanya, alhamdulillah, berlimpah ruah ASInya dan membuat PD kadang bengkak. "Duh, nak, kalau kamu BAB terus kudu minum ASI yang banyak ya, nanti umak makan sayur bayam." Berakhir menyuci lanjut masak sayur bayam, tunggu hangat langsung makan. Makan belum selesai, bocil sudah bangun, lapar dia, ya guenya berhenti makan, nyusuin si bocil dulu. Dia sudah kenyang lanjut tidur, gue lanjut makan yang kenikmatannya berkurang, tapi... tetap harus habis, boy.
Harusnya, siang tadi gue dan suami pergi untuk menghadiri undangan akikah. Suami selesai solat makan, gue abis solat tidur. Hahahaha. Suami udah rapi, gue malah tidur. Ngantuk cuy... Alhasil ga jadi deh pergi keluarnya. Gue nya yang tibatiba ragu. Pengennya mah setelah kondangan pengen jalanjalan. Berhubung kendaraannya pakai ojek online (mobil), kalau mau ke manamananya sayang diongkos dan harus jelas tempatnya, guenya bingung, kalau ke mall - bosan, kalau mau jalan-jalan ya bingung ke mananya. Hahahaha. Jadi... Ya berakhir dengan tetap di rumah.
Sore sore, gue udah lapar lagi. Padahal jam 3 udah makan. Udah bilang suami lapar, tapi ga mau makan nasi lagi, pengennya ngemil, tapi gatau mau ngemil apa. Hingga bada magrib, gue masak mie goreng buat suami, tapi gue ga ikutan makan bareng suami, suami menanyakan gue mau makan apa,
"terus mau makan apa? Ketoprak? Lele? Soto?......"
Gue cuma jawab, "Ga. Udah lewat."
"Ih ga enak banget jawabnya"
"Ya atuh minta tolong gitu, beli ini itu. Kamu mah cuma berandai doang, pulang kerja beli bebek di kalimalang, ya atuh masa saya harus ke Kalimalang dulu. Mau apa?"
Gue cuma menggelengkan kepala. Gue lapar tapi gatau mau makan apa. Suami tetap berusaha nanya ke gue mau makan apa setelah solat isya. Hahahaha, dia tahu nantinya gue bakalan ngambek, mungkin.
"mau makan apa?" tanyanya
"emang ada kalau bebek?" gue labil
"(muka ngeselin), ya paling di Warna sari, kalau ga ada, yaudah yang di dekat aja sih."
"yaudah ketoprak aja dan bubur kacang"
Dan suami pergi membelikannya.
Jadi apa intinya? Ga ada. Cuma menceritakan keseharian hari ini aja... Yang entahlah.
Dan tentang komunikasi sama suami itu perlu yaaa. Jangan pakai kodekodean. Kalau mau A, bilang. Kalau mau ini itu nya bilang, jangan pakai kode ke suami. Ga bakalan berangkat suami kalau dikodein. Kitanya yang harus bilang dengan jelas dan tegas.
Aaah gitulah pokoknya. Padahal mah pengen cerita si bocil yang gampang rewel kalau ngantuk tapi ga bisa tidur. Harus digendong dulu. Pokoknya kalah deh kalau bocil udah nangis. Ga kayak biasanya. Huft... Begitulah pokoknya...
Makemak satu ini lagi diuji sama Allah. Mungkin karena suka ngomentarin anak orang yang rewel, yang susah tidur, terus yang mungkin ngebanggain anak sendiri yang anteng, nangisnya ga bikin orang tuanya pusing, kalau tidur gampang, terus sama Allah dikasih deh, "tuh kamu coba rasain yang orang itu rasakan"
Aku, "Bhaiqlaaah, semoga aku bisa bersabar dan lulus. Kalau ga? Yaudah kasih aja ke ayahnya atau ke yang lain biar anaknya tidur"