Lucu. Krn keluarga sendirilah yang paling banyak ngomong ttgku di belakang.
Lucu. Krn mereka anggap aku tdk dengar apa2.
Lucu. Krn mereka menganggap paling kenal diriku,
Padahal aku sudah lama mati.
RMH
official daine visual archive

Game Changer & Make Some Noise

roma★

pixel skylines
KIROKAZE
occasionally subtle

Product Placement
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

blake kathryn
art blog(derogatory)
I'd rather be in outer space 🛸
🩵 avery cochrane 🩵
h
todays bird

Andulka
No title available
No title available
tumblr dot com
Xuebing Du
seen from Myanmar (Burma)

seen from United Kingdom
seen from Bangladesh
seen from Chile

seen from United States

seen from United States

seen from Panama
seen from United States
seen from Thailand
seen from Ireland

seen from Mexico

seen from Argentina

seen from Bangladesh
seen from Venezuela
seen from Brazil

seen from Türkiye
seen from Netherlands

seen from Ukraine

seen from Saudi Arabia
seen from United States
@penyendiripayah
Lucu. Krn keluarga sendirilah yang paling banyak ngomong ttgku di belakang.
Lucu. Krn mereka anggap aku tdk dengar apa2.
Lucu. Krn mereka menganggap paling kenal diriku,
Padahal aku sudah lama mati.
Gimana caranya supaya g selalu dituduh melakukan sesuatu yg mmg tdk dilakukan?????????
Kadang yang bikin malas keluar kamar y ini.
Baru keluar tbtb dimarahi, dituduh ini itu. Pdhl baru keluar kamar.
Mau dijelasin jg percuma. Udh kek ngemis supaya dipercayai. Ujung2nya, y nrimo pdhl g ngelakuin.
Emng segala hal buruk tu selalu aku y yg ngelakuin. Yg baik, boro2 diapresiasi.. pura2 ga liat.
Yg paling anjing adalah yg ngelakuin diem aja. Seakan2 senang ngeliat org lain yg dituduh.
Memang udah sepatutnya aku g perlu keluar kamar.
Gapapa diomongin krn g pernah keluar kamar..
Gapapa dimarahi krn selalu di kamar..
Gapapa, ga dianggap ada.
Krn dituduh ini itu jauh lebih sesak dibanding dianggap tidak ada.
Berharap sedikit aja ada rasa memahami kenapa aku g pernah mau keluar kamar. Sedikit aja. Ga peduli harus berapa lama aku menunggu. Paling tidak harus ada waktunya.
Aku hampir celaka dibuat oleh carut marutnya pikiran.
Aku telah mati berkali-kali
Dibunuh oleh ungkapan yang tak perasa
Dihidupkan oleh raga yang memegang asa
Lalu dibunuh lagi oleh sunyi yang menyuruh mati.
Aku hidup, dibunuh, dihidupkan lagi hanya untuk dibunuh lagi.
Darah kini tak ada rupa sebab ia sudah bercampur dengan semua nestapa.
Aku telah hilang rasa,pun raga yang kini tidak seperti diriku punya.
Cukup aneh.
Karena aku hidup hanya sekali tapi bisa mati berkali-kali.
Ard.,2026
Its like i got shot in so many sides. And it got my mental. So i lose.
Sebuah respon yang diberikan pas aku bilang lupa saja.. sangat berbeda ketika itu orang lain yang bilang lupa. Dan mereka mengatakan untuk bersikap sewajarnya. Sewajarnya yang seperti apa? Seperti orang normal? Lalu aku apa? Abnormal? Sebagaimana yang pernah dibilang ke aku. Dan aku masih sangat ingat, sementara yang bilang sudah pasti lupa. Lalu, seperti apa orang normal itu?
Padahal, bagaimana diriku pada hari ini adalah bentuk dari apa yang selama ini diberikan kepadaku. Persetan dengan kata sudah dewasa jika mereka juga begitu terhadapku di saat mereka sudah dewasa. Lelucon. Hanya jadi bahan lelucon. Aku merespon dengan hanya diam, diolok-olok. Aku merespon dengan biasa saja, juga diolok-olok. Aku merespon dengan amarah, terlalu berlebihan katanya. Dengan catatan, juga diolok-olok. Segala bentuk responku, hanya jadi bahan olokan tanpa pernah berpikir apakah itu menyakitkanku atau tidak. Tapi peduli apa tentang rasa sakitku? Aku adalah lelucon itu sendiri. Hiburan bagi mereka..
Dan di saat-saat seperti ini, aku menyesal kenapa tidak mati saja ketika kecelakaan itu berlangsung. Karena aku selalu berpikir, mungkin saja puncak dari hiburan mereka adalah melihat aku sudah tak ada.
Maaf, di bulan suci kali ini.. aku berlebihan.
Mungkin benar aku tidak normal sebagaimana orang biasanya.
Ard. Maret 2026
Suka.
Aku selalu pengin menjadi sosok yang disukai banyak orang. Tapi aku lupa, untuk disukai aku juga harus memberikan energi yang sama. (Juga) Menyukai banyak orang. Sayangnya, itu tidak pernah tumbuh di diriku.
Aku buta tentang bagaimana rasanya suka terhadap banyak orang karena aku lebih suka di waktu-waktu tidak adanya orang. Seperti;
Aku suka malam hari karena tidak ada suara orang banyak selain kipas angin dan carut marut dari kepalaku.
Aku suka perpustakaan karena di sana sepi. Ramai pun orang akan sibuk dengan urusannya sendiri.
Aku suka pergi ke kafe-kafe yang sepi pengunjung. Meski rasanya biasa saja.
Aku suka berdiam diri di kamar dari pada harus duduk berlama-lama bersama orang.
Separuh hidupku sudah dihabiskan tanpa pernah menyukai banyak orang. Aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya. Aneh. Terlebih.. ku rasa untuk menyukai banyak orang, aku perlu menyukai diriku sendiri terlebih dahulu.
Dan itu, satu hal yang tidak pernah terjadi. Meski aku pernah berharap akan terjadi.
Ard. 2026
Tangisan pertama di 2026..
Setelah diserang anxiety beberapa jam lalu. Clueless. Inhale exhale udh dilakukan ttp ga bisa. Guess im not strong enough to stay calm. Im human after all. Hehe. Its okay. Thats how life works, isnt it?
You did your best, D. Just how u always did.
-2026.
and i accidently delete it. all of those things.
i dont know, should i sad or happy...
i suppose it is the time. and it is always its time.
i just like to deny.
Hidup di setengah 2025
I reckon this midyear ive been kind of productive, but not a very productive person overall. Still, if I compare it to how i was years ago, this feels a lil bit,,,,,,okay. I guess.
Theres lots of things happen, lots of new perspectives i get, got a new experience(?) I guess. I really enjoy my progress. Eventhought somehow there was still bad day and bad thoughts. But not as much as how i was before . And thats okay, thats enough.
You did your best Ard.
Satu hal yang patut disyukuri pada pertengahan tahun ini ialah perasaan tidak baik-baik saja itu mulai berkurang. Biasanya, setiap awal tahun selalu ada perasaan-perasaan tak nyaman di hati. Tapi tahun ini, saya disibukkan dengan berbagai hal. Menyibukkan diri tepatnya dan saya senang.
"oh begini rasanya jika pikiran kita ngga tentang hal-hal yang sedih saja."
Beberapa bulan ini banyak disibukkan dengan berbagai agenda. Ketemu orang baru juga. Bagus sih banyak belajar dari mereka tapi capek juga. Energi saya cepat terkuras. :D.. saya juga mendapatkan hal yang cukup baik di 6 bulan pertama ini. Bersyukur banget tapi tetap siap siaga dengan rencana-rencana darurat.
Terus juga baru saja selesai mengikuti seleksi. Udah yakin sih ngga akan lolos, tapi seenggaknya saya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan yang pastinya selalu ada pelajaran yang saya dapatkan.
Beberapa bulan belakangan ini, pikiran belajar buat tenang. Sekarang, jika melakukan sesuatu saya percaya akan selalu ada hal baik yang datang. Saya kerap kali mengingatkan diri saya bahwa: jika memang bukan waktunya, mungkin akan ada waktu-waktu lain. Ngga sekarang, tapi nanti. Things take time.
Jadi teringat kata sahabat saya, bahwa sejak kecelakaan pikiran saya jadi sok positif gini wkwkwkw. Perihal kecelakaan, ada trauma pasca kecelakaan yang belum sembuh. Ngga terlihat, tapi terasa dan saya percaya bisa melewatinya.
Tersisa 6 bulan lagi. I know it will be tough but it will be pass. Kebayanglah gimana capenya nanti tapi saya ada vitamin :D dan saya tahu saya mampu melewatinya.
Terima kasih, Ard. Terima kasih sudah bisa sejauh ini.
Lets make it through 2025.
Menurutmu aku harus bagaimana?
Sebab hal ini tidak pernah direncanakan,
Menyukaimu ku pikir hanya sebatas perasaan main-main saja bagi anak sekolahan.
Tidak dipikirkan, tidak diambil pusing.
Dibiarkan ia begitu saja karena yakin akan reda pada waktunya.
Tahun-tahun sudah berlalu..
Kini, aku bingung entah rasa suka atau ada perasaan lain yang jujur aku takut untuk mengakuinya.
Semakin takut, ketika ku baca salah satu kalimat dari cerita yang ku baca. Katanya:
Sebab hal ini tidak pernah terpikirkan,
Memikirkanmu di setiap waktu hingga aku butuh pengalihan agar tidak berlarut-larut.
Sangat ku pikirkan, sangat membuatku pusing.
Dibiarkan ia begitu saja aku takut menjadi gila.
Hari-hari telah berlalu sejak terakhir kali aku mengganggumu.
Kini, aku berusaha menjauh untuk fokus ke diriku.
Aku pasti bisa, kan?
-Ard. 2024
Hidup di setengah 2024
Entahlah. Semua masih abu-abu.. tapi kabar baiknya aku seperti melihat abu-abu itu menjadi putih. Sepanjang 2024 ini banyak hal yang dipelajari. Tapi tetap saja bayang-bayang masa lalu selalu menghantui. Sempat terperangkap di sana, namun tahun ini aku bisa keluar dari perangkap itu.
Banyak hal terjadi di pertengahan tahun ini. Hal yang tidak disangka-sangka, kecelakaan misalnya. But i learned from that.
Kiranya, tahun ini merasa aneh pada diri sendiri lebih tepatnya pada perasaan sendiri. Rasa-rasanya seperti ada yang hilang tapi bersamaan ada perasaan lega. Well, comparing to how my life back then, 2024 is not really bad. Not bad neither good.
Still find out about what my life means this year. Karena kadang, ketika melihat tulisan-tulisan lamaku atau cuitan-cuitanku di Twitter aku cuman bisa tersenyum seakan-akan "yaaa aku pernah berada di fase itu and you did it, Ard."
Bisa melalui tahun-tahun yang tidak mengenakan, fase-fase yang melelahkan. Itu sudah cukup baik untuk diriku.
You did your best, Ard.
Let's make it through 2024
hi
Jangan-jangan diri kita, memang tidak pantas?
Sekarang aku jadi tau kenapa dulu aku gampang nyerah, gampang kalah, dan mudah gagal.
Ternyata jawabanya sederhana, karena aku memang banyak engga siapnya. Aku banyak engga pantasnya.
Salah satu alasan kenapa jadi punya tubuh yang lamban dan mudah tumbang alias sakit.
Karena ya kurang gerak, engga pernah olahraga. Engga jaga dan pilih makanan yang pantas diterima oleh tubuh.
Salah satu alasan juga kenapa malas ketika bangun pagi dan memulai hari. Karena buat bangun subuh aja emang susah.
Apalagi buat bisa datang lebih awal menuju masjid sebelum adzan berkumandang.
Dari situ aja udah engga pantas. Udah kalah duluan. Dan memang jauh dari kata pantas buat jadi pemenang.
Gimana mau pantas punya duit banyak, kalau ngelolanya aja engga pernah belajar. Berapapun dapetnya, pasti habis.
Gimana mau pantas jadi pemecah masalah, menjadi pemberi solusi. Kalau ilmunya aja engga punya.
Nihil pengalaman, engga pernah baca buku.
Jadi ya wajar, kalau gampang kalah kan. Karena memang daya tahan buat berjuangnya engga ada.
Udah daya tahan berjuangnya engga ada. Alat perang buat melawannyapun engga punya.
Ya modyarrrr bosss
Ternyata memantaskan diri itu memang penting.
Dan buat bisa menjadi pantas dalam segala hal, awalnya memang perlu banyak yang disiapin.
Banyak yang bikin engga nyamannya.
Biasa makan enak, lalu tiba-tiba ngatur pola makan. Ngurangin konsumsi gula, ngurangin konsumsi minyak. Beuh...susah bro.
Biasa rebahan, lalu tiba-tiba diajak lari. Ya jelas ngosngosan.
Biasa tidur sampe siang, lalu tiba-tiba diajak bangun sepertiga malam. Ya merem melek.
Tapi sebenarnya beratnya itu hanya ketika memulainya aja. Berat di langkah pertamanya.
Berbulan-bulan berikutnya sudah menjadi kebiasaan yang kalau engga dikerjaain, seperti kaya ada yang kurang.
Rebahan jadi aneh, makan junk food kok ya jadi eman-eman.
Jadi kalau diri kitanya engga siap, mau sehebat dan sebanyak apapun kesempatan, ya percuma.
Dan untuk bisa mengambil kesempatan, diri kitanya harus siap lebih dulu.
Jangan nunggu sakit dulu baru mau olahraga. Jangan nunggu boncos dulu baru mau belajar mengelola uang.
Jangan nunggu sulit jalan dulu, baru mikirin gimana caranya berangkat ke masjid.
Atau jangan-jangan, diri kita memang tidak pernah pantas?
—ibnufir
2023
entahlah. semuanya berjalan dengan baik, meski ketakutan-ketakutan itu masih ada. hanya saja tidak pernah terpikiran, bahwa ketakutan itu beneran terjadi bahkan sebelum saya benar-benar siap.
2023 menjadi tahun dimana, saya ternyata lebih banyak pusing dan overthinking terhadap segala hal. takut, sedih, marah, menyesal, kesal, kecewa, bingung menjadi satu kesatuan.
sialnya,hal yang paling tidak menyenangkan di tahun ini ialah: perasaan tidak memiliki siapa-siapa kecuali dng bersedih, tidak ada yang dipeluk ketika sedang bersedih, tidak ada yang bisa dijadikan tempat berkeluh kesah. hanya diri sendiri.
pusing-pusing sendiri, nangis-nangis sendiri, takut-takut sendiri. kadang pengin rasanya menjadi orang yang bisa menceritakan apa saja ke keluarganya.
aku tidak pernah bisa
mungkin karena takut akan mengecewakan, atau takut diejek, atau takut dimarahi. rasa-rsanya diumur segini lebih banyak rasa takutnya.