Howl’s Moving Castle (2004) dir. Hayao Miyazaki
noise dept.
$LAYYYTER
todays bird
we're not kids anymore.

⁂
No title available
tumblr dot com
ojovivo
Sade Olutola
Alisa U Zemlji Chuda
No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

No title available
hello vonnie

oozey mess
TVSTRANGERTHINGS

izzy's playlists!
Misplaced Lens Cap
NASA

seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Canada

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Italy

seen from Malaysia
seen from Canada
seen from Finland

seen from Brazil

seen from Germany
seen from United States

seen from Canada
seen from Finland
seen from Denmark
seen from Belgium

seen from Malaysia

seen from United States
@pink-flyod
Howl’s Moving Castle (2004) dir. Hayao Miyazaki
it was six months ago when we first met. oh you're there and i don't care.
Everything we hear is an opinion, not a fact. Everything we see is a perspective, not the truth.
(via you-better-lie-low)
simbiosis mutualisme
ART: Neon Sculptures by Dan Attoe
Portland, Oregon-based artist and prophet Dan Attoe uses painting and neon light as a medium to explore his thoughts on reoccurring themes from sex to and violence to death and religion. More after the jump:
Read More
saraf motorik tangannya alus banget
They should reprint this book
Philip Garners ‘Better Living Catalogue’
Pernah ada satu kasus dimana aku tahu ada sekelompok orang yang diam diam menilai rendah seseorang, tapi menutupinya dengan sangat halus, yang ketika di depannya, kupikir mereka bertingkah seolah-olah mengagumi orang itu dan mengaku kepada dunia bahwa mereka tidak pernah menghina orang-orang lain dan menghakimi orang lain yang menghakimi orang lain. (Hey, bukannya itu menjadikan kita pada akhirnya tipikal orang yang sama saja? Sama sama menghakimi orang lain. Dan aku pikir itu impas.). Kebetulan waktu itu waktu luang masih banyak dan kugunakan untuk mengatakan satu hal sederhana terhadap salah satu orang: “Wah kamu mirip dia ya.” Lalu tibalah saat dimana dia nggak terima dengan asumsi itu. Lalu dia marah. Dengan tolol aku bertanya “Kenapa marah?”
Dijawab “Aku ga terima dibilang mirip dengannya.”
Aku balas “Apa masalahnya, menurut KU kalian mirip kok. Dan itu wajar, kan?”
Dia balas “Ya aku gak terima aja dibilang mirip sama dia!”
Aku balas “Memang DIA kenapa? Apa yang salah dari DIA?”
Aku tahu, aku tahu, aku tahu jawabannya. kira-kira illustrasi perasaan hatimu bakalan kayak: Kamu menganggap diri kamu Leonardo DiCaprio dan tiba-tiba seseorang mengatakan kamu mirip sekali dengan Jim Carrey (yang notabene kamu temannya Jim Carrey dan tidak berani main main sama Jim Carrey karena kamu belum pernah berjalan di red carpet hollywood bersama Jim Carrey, apalagi berjalan di atasnya sebagai Leonardo DiCaprio), gimana kira-kira?
(Silakan interpretasikan sendiri dan aku tidak dapat mengontrol hasil interpretasi kalian, jika itu meresahkan hatimu, itu masalahmu dan demi tuhan aku sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan perasaan sentimentil kalian.)
“Ya…. Dia….”
Ada jeda sebentar yang mana aku paham, saat itu dia tahu bahwa aku hanya sedang menjebaknya dalam permainan kata-kata.
“Ya… dia kan pintar, wawasannya luas, koneksinya juga banyak dan aku gak terima saja disamakan dengan orang sehebat dia, padahal aku tidak seperti itu!”
Sungguh saat itu aku ingin pergi ke ruang sidang DPR dan ketawa ngakak di mikrofonnya. (Tidak ada alasan khusus mengapa aku memilih gedung DPR, hanya terdengar epik saja.)
Teori membalik kata sifat. Sengaja merendahkan diri sendiri agar orang lain tidak berpikir bahwa dia sebenarnya ingin merendahkan orang lain. Lagipula siapa juga yang secara tidak langsung memujinya memiliki wawasan luas dan pintar. Aku tidak sedang membicarakan sesuatu yang tidak terlihat. Hahaha.
“Oh.. Hahaha, tenang saja, nggak kok, aku nggak bermaksud begitu. Tapi lebih kayak, kau tahu, kalau kamu ketemu orang dan reflek mengatakan ‘Hey lihat! Dia mirip kamu!’. Sederhana.”
Aku yakin dia pengen marah. Yakin banget. Karena dia tahu aku sedang mengejeknya tapi dia terjebak dalam situasi dimana kalau dia marah, artinya ia sedang menghina temannya secara tidak langsung yang selama ini ia tutupi dengan sangat halus atas nama diri yang tidak pernah menghina orang lain.
Percakapan selanjutnya menjadi alot dan keluar topik. Entahlah aku tidak pernah menemukan sesuatu yang masuk akal dari segala hal yang dibicrakannya. Yang jelas aku gak mau berurusan lagi sama orang macam gini. Tidak sama sekali.
Apa yang aku tangkap dari permainan ini adalah, masih banyak orang lain yang menilai dirinya terlalu tinggi. Sama sekali tidak masalah, beneran. Aku hanya ingin menanggapinya sesekali seperti menonton drama komedi.
“we were called sluts from the time we were five and teased so fucking bad that we thought we would die we were the girls in tight jeans who always walked alone and rode our bikes late at night to avoid going home we numbed ourselves out on peppermint schnapps and super sized sundaes with chocolate sauce we stole cheap locks from the hardware store and put em up with butter knives on our bedroom doors We ran so fast”
-The Julie Ruin, Run Fast
No one is ever too busy, it’s about priorities.
my life motto
(if someone meant the world to you, you’d always find time)
in steps
following emergencies we might feel the same only silhouettes are left now even when we're down you're too early, June i'll always try to move with you i can hardly wait for our second fame
اللهم ارنا الحق حقاً وارزقنا اتباعه وارنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه Allahumma arinal haqqa haqqaw warzuqnat-tiba’ah, wa arinal batila batilaw warzuqnaj-tinabah O Allah! show us the truth as true, and inspire us to follow it. Show us falsehood as falsehood, and inspire us to abstain from it.
Don’t care too much, for some hearts can’t feel. لا تكن مهتما كثيرا، فبعض القلوب لا تشعر
(via nizariat)
save this for my thesis.
KSW <3
you’re talking, i’m drawing.
(menggambar di paint. 2)