Jatuh ku sudah hilang rasa sakitnya, pedih pun sudah tiada, lukanya sudah terabaikan. Bukan karena aku kuat, bukan. Ini karena sebelumnya sudah ada banyak luka, dari jatuh-jatuh sebelumnya. Pedihnya belum betulan sembuh sudah ditimpa luka baru, dijatuhkan lagi. Begitu terus, berulang. Kabar buruknya lukanya belum benar-benar sembuh, atau mungkin tidak akan pernah sepenuhnya sembuh. Kabar baiknya sakitnya sudah tidak terasa, jadi biasa saja, lama-lama terbiasa, atau malah berujung mati rasa, entahlah.
—Prasetyani Estuning Asri















