Temanmu mencerminkan siapa dirimu?
Banyak dari kita yang ingin orang lain menjadi seperti yang kita inginkan supaya kita menyukai kepribadiannya.
Padahal tidak perlu menyukai kepribadian semua orang hanya supaya bisa dekat dan berteman.
Semua orang punya celah kejelekan. Semua orang punya hal yang bisa membuat kita kecewa.
Ada beberapa yang kematangan pribadinya di atas, setara atau pun di bawah level kita.
Maka, jangan menuntut orang lain seperti yang kita harapkan.
Ada beberapa orang yang sedang menjalani pembelajaran hidup yang sudah kita lewati 1 hingga 5 tahun yang lalu. Dia beberapa tahun di belakang kita.
Ada beberapa orang yang sedang menjalani pembelajaran hidup yang belum pernah kita lewati. Dia beberapa tahun di depan kita.
Jangan pernah menuntut orang-orang dekat kita selaras dengan kita. Selevel dengan kita. Menjadi seseorang yang sesuai dengan kita.
Fokus saja pada diri sendiri.
Setidaknya dari celah-celah yang dimiliki orang lain itu kita bisa belajar.
Apabila orang lain sedang menjalani apa yang sudah pernah kita jalani beberapa tahun lalu. Beri senyum saja. Tambah sedikit nasihat sesuai dengan pengalaman. Jika enggan, biarkan. Jangan mencampuri ujian orang lain.
semua punya lembar ujian mereka masing-masing. Kemampuan masing-masing. Level masing-masing dan takdir pencapaian masing-masing.
Ada ungkapan โteman-temanmu adalah cerminanmuโ, salah besar.
Jangan menuntut orang lain memantulkan kepribadian yang sama dengan kita. Meskipun hukum alam mendekatkan mereka atas dasar kemiripan pribadi, gaya hidup, nasib dan faktor sehari-hari dengan kita, tapi tetap saja mereka tidak lantas menjadi identik, kembar dan sama dengan kita.
Jangan menuntut orang-orang terdekat kita sama dengan kita. Mereka hanya digiring oleh keadaan dan waktu untuk mendekat pada kita. Dan itu semua hanya sementara. Mereka masih memiliki ujian mereka masing-masing, level masing-masing. Mereka bukan kembaran kita, bukan tokoh sampingan kita. Mereka tokoh utama di hidup mereka masing-masing.
Jangan kecewa apabila orang lain sedang menjalani ujian hidup 1 hingga 5 tahun di belakang kita.
Jangan cemburu apabila orang lain sedang menjalani ujian hidup beberapa tahun di depan kita.
Jangan terlalu peduli. Orang-orang hanya sementara di hidup kita. Sementara kita permanen di hidup kita.
โ Kala Lail








