Setiap kali bertemu sudah Yusuf banyak sekali hal yang rasanya membuat bersyukur dan merindu.
AnasAbdin
taylor price
No title available

ellievsbear
styofa doing anything
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Product Placement
Mike Driver
Show & Tell

祝日 / Permanent Vacation

Discoholic 🪩
Three Goblin Art
will byers stan first human second

@theartofmadeline
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

⁂
todays bird
noise dept.
Sade Olutola

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Nigeria
seen from Thailand
seen from Saudi Arabia

seen from Spain
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from Argentina
seen from Russia

seen from Hong Kong SAR China
seen from Brazil
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@putrinilamsari
Setiap kali bertemu sudah Yusuf banyak sekali hal yang rasanya membuat bersyukur dan merindu.
Hiduplah bahagia, dan bahagilah dengan hidup yang sekarang.
Sudah sejauh ini, jadi tolong bertahan ya.
Aku tahu perjalanannya ga mudah, banyak sekali yang membuat kamu ingin menyerah dan berhenti, bahkan mungkin berbalik arah lalu hilang begitu saja.
Tapi, sudah sejauh ini, tolong bertahan ya.
Tidak ada perjuangan yang sia-sia, jika hasilnya belum sesuai dengan yang kamu mau, mungkin akan ada kabar gembira sebagai gantinya di depan sana.
Tetap semangat, ya.
Kamu tidak sedang bersaing dengan siapapun, melainkan dengan dirimu dengan semua rasa takut, khawatir, ragu, malas, ingin menyerah, dan lainnya sebagainya yang ada dalam dirimu.
Ahad, 2 Februari 2025 || 5.42 AM waktu lokal Kairo.
Sekecil apapun kebahagian yang datang menghampiri, jangan lupa bersyukur ya, karena boleh jadi itulah yang menjadi faktor hadirnya keberkahan dan kebahagian yang lebih besar lagi.
(Sebuah refleksi di penghujung Episode pertama untuk tahun 2025)
31 Januari 2025 || 11.30 PM
Episode pertama pada 31 hari di tahun 2025 berlalu sudah, yang namanya hidup tetap saja seperti roller coster ya, gelombangnya menakutkan dan penuh kejutan.
Hari-hari yang dipenuhi rasa takut, khawatir, cemas, pelan-pelan mulai percaya diri lagi, pelan-pelan bangkit, pelan-pelan mencari cara untuk sembuh, meski harus bertarung dengan isi kepala sendiri, meski harus bertarung dengan ego dalam diri sendiri, meski tidak pernah ada kata mudah, tapi aku memilih untuk tidak menyerah.
Melanjutkan hari pada episode kedua untuk 28 hari berikutnya, semoga akan lebih baik dan lebih percaya diri lagi.
Kairo, 31 Januari 2025
Pesan Untukmu
Tulisan ini mungkin akan segera menemukanmu, atau mungkin membutuhkan beberapa waktu, entah sehari, seminggu, sebulan, bahkan mungkin beberapa tahun kemudian.
Tulisan ini dibuat di 23 Januari 2025, sebuah penanda waktu yang mungkin bagimu adalah hari yang membahagiakan atau mungkin hari yang membuat sedih. Setiap orang punya ceritanya sendiri di tanggal yang sama.
Aku hanya ingin mengatakan kepadamu bahwa kamu telah berjalan sejauh ini, masih bertahan hingga saat ini. Meski pikiranmu berkecamuk, beberapa kali ingin menyerah, banyak sekali pertanyaan di kepalamu yang membuatmu sulit tidur, serta bingung menerka kemana dan seperti apa ujung dari jalan yang lagi kamu lalui. Bahkan beberapa di antaranya, ada yang sempat kepikiran untuk mengakhiri hidup tapi itu tidak dilakukan hingga saat ini. Bukankah itu hebat? * * * * *
Saat orang lain mungkin telah memiliki apa yang kita inginkan, mencapai apa yang kita harapkan. Sering kita bertanya-tanya, mengapa bagi kita jalan ke sana itu terasa sulit. Ada banyak hambatan, bahkan harus muter-muter. Kadang kita juga berpikir, kenapa untuk memahami sesuatu butuh waktu yang lama. Saat belajar hal baru, kita butuh waktu setahun, mereka sebulan sudah bisa. Kenapa semuanya terasa sulit buat kita? Bahkan saat mereka memiliki impian-impian, hal-hal di sekitarnya tak memberatkan. Mereka mendapatkan dukungan tanpa harus memikirkan tanggungan lain, seperti kita yang mungkin harus banyak berkorban untuk keluarga, saudara, bahkan diri sendiri.
Saat malam menjelang, pelan kita tutup pintu kamar dan sendirian. Pikiran kita terasa rumit, terasa sulit untuk melihat kenyataan bahwa menurut kita, kita belum mencapai apapun. Hal-hal yang jadi impian kita rasanya seperti khayalan saja.
Itu adalah pikiran yang membuat kita sulit bahagia.
Sementara di lain waktu, saat kita berkendara, saat kita bertemu dengan banyak orang di luar sana. Hidup yang menurut kita merana ini, ternyata adalah hidup yang begitu nyaman. Kita masih bisa berteduh saat hujan, masih bisa menikmati makan setiap hari, masih ada waktu untuk berselancar di dunia maya, masih memilik pakaian yang bisa berganti-ganti, masih punya waktu untuk mengaji, dan banyak hal lainnya.
Ahhh kadang hidup yang kita jalani ini, terasa sesak bukan karena apa yang kita miliki, tapi kita terlalu banyak memikirkan apa yang tidak kita miliki.
Rasanya, kita sebenarnya sedang diuji dengan ketakutan diri. Takut akan penilaian orang, takut akan kemiskinan, takut akan hilangnya kesempatan, takut akan umur yang semakin bertambah, takut salah memilih pasangan. Semua rasa takut itu seolah menjadi pemutus jalan antara kita dan masa depan. Sehingga kita terus menerus hidup di hari ini, dengan keadaan yang seolah tak pernah beranjak karena kita tidak pernah berani.
Tidak berani untuk kelelahan nmemperjuangkan impian, tidak berani untuk membuat kesalahan, tidak berani untuk membuat keputusan, tidak berani untuk menghadapi kenyataan, tidak berani untuk bertemu dengan hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi.
Jangan-jangan jarak kita dengan tujuan hanya sejengkal, hanya saja butuh keberanian. Sementara kita terus menerus hidup dalam rasa takut seolah tidak punya Tuhan? * * * * *
Tulisan ini mungkin akan kamu temukan suatu hari nanti, entah kapanpun itu ditemukan dan kamu sedang tidak nyaman menjalani hidupmu sendiri? Coba lihat lagi, ada berapa banyak pilihan yang kamu miliki jika kamu berani? Sesuatu yang selama ini kamu berpikir bahwa kamu tidak punya pilihan. (c)kurniawangunadi
Ketemu tulisan ini di tanggal 27 Januari 2025, tengah. Malam 3.18 AM waktu lokal Kairo, setelah aku menangisi diri sendiri, mengeluh, merasa tidak berguna dan hopeless banget.
Tulisan ini membuatku tersadar, bahwa sebenarnya aku hanya “takut” akan sesuatu yang belum terjadi, dan dari dulu aku juga sudah menyadari.
Tapi lagi-lagi untuk benar-benar sampai di titik sembuh itu sulit.
Sudah lama sekali tidak berada di aplikasi ini, dulunya ini aku rancang untuk menjadi ‘diary perjuangan’ selama di Mesir, lalu hal yang begitu menyakitkan dan tidak terduga pun terjadi, wal hasil aplikasi dan akun ini pun aku biarkan begitu saja.
Daily Life 10 Agustus 2022
perjalanan hari ini mengantarkan aku pada peerenungan panjang, berawal dari kesalku pada seorang teman yang menurut sangat menyebalkan, keluar grup whatsapp seenaknya saja, padahal kita sedang ada proyek penting.
ku akui, aku juga bersalah dalam hal ini, aku terlalu mengabaikan amanah, dan juga sangat slowrespon padanya, hingga mungkin dia tak sanggup lagi melihat semua respon dari ku dan tim.
bukan ingin membela diri, namun dari awal menerima tawarin ini, aku juga sudah tiodak nyaman dengan kepribadiannya, banyak ego yang ku redam rasanya, demi jalannya project bareng ini, tapi mungkin boom api di hatinya meledak sudah. hingga akhirnya harusa sampai left grup gitu.
tapi tak mengapa, semua ada hikmah dan pelajarannya, aku percaya itu.
Keresahan Hati
Waktu berjalan sesuai dengan edarannya, perjalanan pun terus melangkah pada tujuannya, namun diriku semakin jauh rasanya, seperti kehilangan arah, sangat menyesakan dada, aku tak lagi mengenal siapa diriku, tujuan ku sudah tak jelas, aku hanya mengikuti perjalanan ini tanpa arah yang pasti, kemudian tersesat didalamnya, hari hariku penuh tanda tanya, bimbang, resah dan di selimuti rasa takut, khawatir insecure dan overthingking yang berlebih.
malam malam ku terlewatkan dengan sangat menyedihkan, berlimang maksiat, jauh dari kata taat, ibadah hanya sebagai selingan sesaat, tidak pernah puas dengan apa yang di dapat, aku juga lelah jika harus begini terus, aku ingin kembali, Tuhan jalan ku sudah terlalu tersesaat, bimbing aku kembali menuju jalanmu.
Akhir akhir ini aku emang kacau, aku sangat bingung dengan diriku, natah kemana arah perjalanan ini akan ku tempuh. maksiat mematikan hati terasa begitu nikmat dan penyesalan hanya fatamorgana semata.
aku rindu diriku yang dulu
Aku tidak sebaik ucapan dan postinganku
putrinilamsariy
Hari ini tiba tiba adikku menelefon, sambil menangis dia bercerita tentang nilai ujiannya ada yang mendapatkan nilai E, dengan penuh kemunafikan aku mencoba menenangkannya, membuatnya lebih tenang meski hati ku rasanya bergemuruh lenih kencang, mengingat nilai ku juga belum keluar. Sungguh aku takut sebenarnya.
Kairo, 08.08.2022
Bertemu denganmu bawaanya pen curhat terus.
Gapapa sakit sebentar
Gapapa lelah sedikit
Gapapa beneran gapapa
Nanti juga terbiasa
Kairo, 23 Oktober 2021 | 07.18 clt
Ketika Waktu dan Takdir Berkata Tunggu
Untuk tiap jiwa yang lelah karena sudah terlalu lama berkelana, ketahuilah bahwasanya perjalanan ini pada akhirnya akan menjumpai batas waktunya.
Untuk tiap teka-teki yang dirangkai bersama kata demi kata agar bisa terisi sempurna, bersabarlah dalam membacanya.
Karena benar, isyarat tentang nama selalu saja hadirkan ragu pada palung hati. Memaksa kita untuk berhenti pada persimpangan yang hendak dilalui. Seraya kembali menimang-nimang dan memilih serta bertanya pada nurani, "Benarkah ini?"
Saat waktu terus saja bergulir, tak bisa dimungkiri bahwa ia membawa kita pada usia yang kian menua, juga raga yang semakin renta serta ingatan yang lambat laun mengalami lupa. Hingga tiap rencana di depan sana membuat kita paham bahwa ia adalah sesuatu yang tidak pernah bisa diduga.
Maka pada apa pun rencana yang sedang coba kita taklukkan alurnya, sungguh rencana-Nya masih menjadi yang paling sempurna. Takdir-Nya masih menjadi warna paling agung yang tiada tara. Walau barangkali pada tiap jejak langkah, pekat malam dan teriknya siang, selalu saja hadirkan lelah dan perasaan ingin menyerah.
Tapi badai yang membawa angin serta petir tidaklah bisa menolak perkataan waktu dan takdir. Saat keduanya serempak berkata, "Tunggu, bahagiamu sebentar lagi hadir."
Lalu mungkinkah kita pernah berpapasan pada sebuah jalan di sudut kota? Atau barangkali dari banyaknya cerita dan puisi yang pernah kutulis dan kubaca, namamu pernah menjadi bagian yang kueja. Entahlah.
Namun yang kutahu adalah ketika waktu dan takdir berkata tunggu, dari situ aku belajar hal baru. Bahwa tentang ikhlas, lapang, maaf dan tenang adalah kumpulan kata yang tidak bisa dipisahkan. Dan semua itu adalah tentang kita - manusia yang tidak akan pernah mampu menebak tentang waktu - kapan, bagaimana serta dengan cara apa Tuhan mengijabah doa-doa itu.
Takdir hanya berkata, "Tunggu."
Dan lagi-lagi, semuanya berkelindan menjadi tanya yang meracau, "Siapakah kamu?"
06:55 p.m || 02 Agustus 2021
JODOH TAK TERTUKAR~ .. . Adalah Ali Bin Abi Thalib, seorang pemuda yang sangat mencintai Sayyidah Fatimah Az-Zahra, Berawal dari rasa kagum akan kecekatan Fatimah saat mengobati luka sang ayah, berujung pada tekad ingin menikahi wanita mulia tersebut. . Namun tersadar akan siapakah dirinya, hanya seorang pemuda miskin yang mencinta dalam diam. Namun hati tak bisa di bohongi, hingga akhirnya ia bertekad untuk menabung agar mampu memberikan mahar terbaik untuk Fatimah. . Belum cukup tabungan nya, sebuah kabar menyesak dada datang dari Sahabat Rasulullah yang kalau di bandingkan dengan dirinya ga ada apa-apa nya. Abu Bakar As Shiddiq datang kepada Rasulullah untuk melamar Fathimah. Namun Di tolak lembut oleh Rasulullah. . Kabar tersebut cukup membuat hatinya sedikit tenang. Namun ketenangan itu tak bertahan lama, karena Umar pun menginginkan Sayyidah Fatimah, namun kedatangan Umar untuk melamar Fathimah pun di tolak oleh Rasulullah. Kabar tersebut membuat nya Merasa bahagia sekaligus bersedih, secara bersamaan. Bagaimana tidak, orang sekelas Abu Bakar dan Umar saja di tolak, apa lagi dirinya, yang hanya seorang pemuda miskin. . Namun skenario Allah sungguh lah indah. Ketika dengan segenap keberanian Ali mencoba mendatangi Rasulullah, niat baiknya pun disambut indah oleh Rasulullah. Dengan bermaharkan baju besi. Itupun hadiah dari Rasulullah sebelum nya, Maka Fathimah Az-Zahra sah menjadi Istri Ali bin Abi Thalib. . Cinta nya dalam diam selama ini kini sudah berbalas, wanitanya juga telah lama mengagumi sang suami, hanya mampu melanjutkan doa doa. Dan menyimpan nya rapat. Bahkan syetan pun tak mengetahui bahwa dua insan ini telah lama saling mencintai. (Yaaa gua kebablasan*ucap sang syetan :D) ........ "Sungguh pernikahan yang berkah, sebab sebelumnya Allah sudah menikah kan ke duanya di langit". _____ Mencintai lah dalam diam, dan ketaatan. Dekati pemilik cinta, agar dirimu takkan di kecewakan oleh cinta. . . Sumber : Taujih Ust @umarmahmud.lc Podcast Ngaji budaya @risalah_amar Kajian ust @_hananattaki_ 📝@putrinilamsariy #belajarsejarah #shiroh #kisahberhikmah #taujih #usthanan #amarrisalah #ngajibudaya #nilamstory #tulisannilam #baper #kisahnyata (di Laut Mediterania) https://www.instagram.com/p/CQ6XP1bsen4/?utm_medium=tumblr
CINTAKU TULUS DARI HATI DAN TAK BERBAGI Adalah Khadijah binti Khuwailid, Afifatun Thohiroh yang sangat mulia, seorang wanita teguh, penyabar dan sangat terhormat. Terlahir dari nasab yang mulia, terhormat juga kaya raya. __ Singkat cerita, setelah mendengar berbagai kisah tentang kemuliaan Al Amin, Khadijah pun mulai di landa asmara dan ingin menjadi pendamping Hidup setia Al Amin. Segala keluh kesah nya pun ia ceritakan pada sahabat nya, Nafisah binti Munyah. Hingga akhirnya Nafisah menemui Al Amin dan menanyakan kesiapan Al Amin untuk menikah mengingat lelaki seusianya seharusnya sudah menikah. Namun Al Amin mengatakan bahwa ia tak memiliki modal untuk menikah. "Bila engkau tak perlu lagi memikirkan hal itu dan engkau di tawari menikah dengan wanita yang cantik, berharta dan terpandang, apakah engkau mau?" Ucap Nafisah. "Siapa wanita itu?" Tanya Al Amin penasaran. "Khadijah" jawab Nafisah singkat. "Binti Khuwailid?" Tanya Al Amin memastikan. "Ya benar" jawab Nafisah. Dengan gembira Al Amin Berkata "bagaimana aku bisa seberuntung itu?" Dan akhirnya Al Amin Berkata "Aku menerima nya". Setelah berbagai proses di jalani, akhirnya kedua belah pihak keluarga Ridha dan merestui, terjadilah akad pernikahan dua keluarga mulia dan terhormat, dengan penuh suka cita. Samudera Rumah tangga yang penuh kasih sayang dan keberkahan itu pun berlangsung selama 25 tahun, dari Khadijah Rasulullah mendapatkan keturunan, kesetiaan, dan ketulusan cinta yang haqiqi. Khadijah sangat mencintai Rasulullah jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, Khadijah memberikan seluruh jiwanya kepada beliau, beliau pun membalas dengan kesetiaan pula. Karena nya beliau tidak menikah dengan wanita lain sebagaimana budaya bangsa Arab kala itu. Khadijah benar benar setia menemani Rasulullah, ia berkorban segala nya untuk dakwah Rasulullah. Ia benar-benar telah menjadi wanita yang sangat beruntung, mulia dan penuh keberkahan. ________ Aku bukan Khadijah, kamu bukan Muhammad, tapi bisakah kita mengukir kisah seindah Mereka, Bersama dalam perjuangan hingga nanti cita cita dan cinta kita menyatu hingga ke syurga Nya. . . 📝 Diringkas dari Taujih ust Umar dan Buku Bidadari 2 Negeri. @putrinilamsariy (di حي السابع، القاهرة، مصر) https://www.instagram.com/p/CQ0pV0oMd0I/?utm_medium=tumblr