Ketika mendengar kata "perfect muslimah" seketika fikiran ku tertuju pada sesosok wanita yang sangat luar biasa hebat, karena ia mampu memerankan peran yang Allah beri dengan sempurna, wanita mulia, cerdas, terhormat lagi hebat, bahkan tak hanya sekedar "perfect muslimah" tapi "perfect woman" yang tak hanya sempurna di kalangan muslimah tetapi juga sempurna dan menjadi tauladan bagi wanita di seluruh penjuru dunia.
Yaa... siapa dia?? Sayyidah khodijah r.a
Sesosok wanita yang mampu menggambarkan bagaimana menjadi seorang wanita yang memiliki predikat sempurna. Menjadi seorang wanita lagi hamba yang taat pada segala aturan dan perintah Rabb nya, ke tauhidan pada Tuhannya menjadi landasannya berdiri memperjuangkan islam.
Menjadi seorang istri dari manusia hebat di muka bumi ini juga mampu beliau perankan, menjadi seorang ibu yang dari rahimnya lahirlah putra putri mulia serta mendidiknya untuk menjadikan anak anak nya berjasa dalam kejayaan islam. Lebih dari itu beliau juga lah yang menjadi partner dakwah Rasulullah saw, Keyakinan akan kasih-Nya, telah menjadi visi dan misi perjuangannya, perjuangan dakwah awal Islam di bumi nan gersang Makkah Al-Mukarramah. Sebuah jiwa besar sesuai julukannya “Al-Kubra” yang bersandar pada keyakinan tauhidullah menjadikan sayyidah Khadijah berjuang tanpa takut dan tanpa menyerah, meskipun harus dilakukan dengan susah payah.
Hingga dengan kegairahan akan meraih ridha-Nya, ia memiliki tekad kuat mengawal perjuangan Nabi hingga tuntas. Komitmen inilah yang menjadikannya berani membela Nabi, melawan para penentang dan menanggung penderitaan bersama dengan Nabi. Yaa, itulah cinta berkorban tanpa di minta, memberi tanpa meminta ganti,,
Tak hanya berhenti sampai di situ, beliau juga lah pebisnis wanita yang sukses, yang menjadikan bisnis nya tidak untuk ke untungan pribadi tetapi untuk kejayaan islam, disiapkannya seluruh kemampuan yang dimilikinya. Seluruh harta benda miliknya dikorbankan kepada perjuangan suci suaminya untuk membebaskan umat manusia dari kesesatan dan kejahiliyahan. Beliau tidak pernah mengeluh dan menghitung-hitung berapa besar yang dikeluarkan untuk perjuangan suaminya, bahkan beliau juga menyerahkan jiwa dan raga nya hanya untuk islam. Seperti yg beliau ucapkan,, "Wahai Rasul utusan Allah, tiada lagi harta dan hal lainnya yang bersamaku untuk aku sumbangkan demi dakwah. Andai selepas kematianku, tulang-tulangku mampu ditukar dengan dinar dan dirham, maka gunakanlah tulang-tulangku demi kepentingan dakwah yang panjang ini”. Betapa hebat dan mulia nya beliau yang menyumbangkan seluruh hidupnya hanya untuk islam.
Ketika kita mampu membuka mata, hati juga fikiran, seketika itu pula kita mampu memilih sesosok figure yang pantas untuk di jadikan tauladan dalam hidup kita, yang menjadikan kita terobsesi untuk selalu dalam ketaatan, dan pasti akan banyak hadir the next khodijah dari segala penjuru dunia, yang tak hanya mementingkan ke indahan fisik yang hanya untuk membuat lawan jenis tertarik, tetapi lebih mengutamakan kualitas iman juga benar benar memahami peran dan posisinya sebagai wanita lagi hamba.
Islam sangat memuliakan wanita, tapi terkadang wanita itu sendiri yang membuat diri nya terhina karna akhlak nya, terlebih dalam bersosial media menjadikan dirinya sebagai tontonan publik yang menjatuhkan iffahnya sebagai seorang muslimah .
Semoga Allah mampukan kita menjadi the next khodijah atau the next wanita hebat lainnya.. Aamiin.
Widy, Lampung 05 Agustus 2020