DAY6 <The Book of Us : Negentropy - Chaos swallowed up in love>
Teaser Image #성진
#DAY6 #데이식스 #SUNGJIN
#The_Book_of_Us #Negentropy
#You_make_Me
#JYP

if i look back, i am lost
Claire Keane

#extradirty
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
$LAYYYTER
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
sheepfilms
he wasn't even looking at me and he found me
Show & Tell
Game of Thrones Daily
todays bird

Love Begins
ojovivo
No title available
EXPECTATIONS

roma★

shark vs the universe
Lint Roller? I Barely Know Her
official daine visual archive

pixel skylines
seen from Canada

seen from United States

seen from Singapore

seen from Saudi Arabia

seen from Saudi Arabia
seen from Kuwait
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from Singapore
seen from United States
seen from Russia
seen from Türkiye

seen from Canada
seen from United States
seen from Canada
seen from Nepal

seen from United States

seen from India
seen from United States
seen from United States
@rafikarahmi
DAY6 <The Book of Us : Negentropy - Chaos swallowed up in love>
Teaser Image #성진
#DAY6 #데이식스 #SUNGJIN
#The_Book_of_Us #Negentropy
#You_make_Me
#JYP
Untuk ke sekian kalinya. Datang. Mendekat. Saling damba. Renggang. Hingga akhirnya memutuskan pergi. Sungguh, singgah semudah itu, ya.
Sebelum jauh melangkah
Sebelum saling bertingkah
Sebelum saling sanggah
Sebelum saling resah
Sebelum saling patah
Silakan untuk singgah
Di lain ranah
-rafrahmi
“The Man Who Laughs” Musical poster photoshoot with Kyuhyun. The first performance of this musical will be on the 9th January 2020.
La séance photo pour l’affiche de la Comédie Musicale “The Man Who Laughs” avec Kyuhyun. La première représentation de cette comédie musicale aura lieu le 9 Janvier 2020.
“Melepaskanmu bukan berarti aku tak berjuang untukmu. Aku hanya berhenti memaksamu bertahan pada sesuatu yang kau sendiri enggan.”
— (via mbeeer)
“Kau adalah sepintas yang tak tuntas. Cinta tiba-tiba yang ternyata membekas lebih lama dari kata selamanya. Ketidaksempatan memeluk sebelum kemudian meminta lepas. Dan yang terpenting, kau seperti yang selama ini kucari tetapi tetap harus kurelakan untuk pergi.”
— (via mbeeer)
“Seharusnya kau tahu, perempuan yang kau tinggalkan itu tanpa kau sadari tengah menangis diam-diam, meratap doa pelan-pelan. Mendoakan yang baik-baik untukmu walau kau tetap memilih untuk pergi.”
— (via mbeeer)
Terima Kasih Si Biru Dongker
Denganmu aku belajar menikmati tulisan orang lain. Denganmu aku mulai merangkai aksara. Denganmu aku bercerita. Apapun. Denganmu aku memainkan diksi. Terima kasih si biru dongker. Perihal melepas, aku sanggup. Tanpamu, aksaraku akan tetap ada. Rindu padamu, tak akan berat. Yogyakarta, 8 Maret 2018
Orang yang Pernah Datang Kepadamu tapi Kamu tidak Memiliki Tempat untuk Menerimanya
©kurniawangunadi
Suatu hari, pernah beberapa kali terjadi di hidupmu. Ada orang-orang yang kamu rasa cukup baik, hadir di hidupmu. Ia berkata kepadamu, kata terbaik yang pernah diucapkan oleh siapapun yang berniat baik. Kamu tersipu, kamu merasa menemukan, ia pun demikian. Kamu merasa segala sesuatunya akan berjalan dengan baik.
Siapa sangka. Ia adalah ujian.
Hidup ini kadang membuat kita khawatir, mengapa seseorang dinilai begini dan begitu, mengapa sulit melihat kebaikan orang lain, juga mengapa seringkali - kita pun begitu - lebih mudah melihat sisi buruknya. Mencari-carinya untuk menjadi alasan penyangkalan itu. Juga, ada pikiran-pikiran yang dipaksakan untuk seragam, padahal manusia itu sendiri amatlah beragam.
Ia datang kepadamu sebagai dirinya. Kamu menerimanya, tapi tidak dengan mereka. Alasannya beragam dari mulai terlalu jauh, terlalu asing, berbeda asal, berbeda usul, berbeda ini-itu, yang dicari adalah perbedaannya. Alangkah sedihnya hatimu, mendapati kenyataan bahwa ia adalah ujian.
Dikatakan kepadanya, bahwa tidak ada tempat untuk menerimanya. Ia pun berlalu. Begitu seterusnya hingga berkali-kali terjadi dalam hidupmu, kejadian serupa. Berulang-ulang. Sampai kamu bertanya-tanya, apakah akan selamanya begitu?
Salah satu bagian sulit di hidup ini adalah melewatkan kebaikan-kebaikan. Saat kebaikan itu berlalu, tidak sempat menjadi milikmu, dan ia menjadi milik orang lain. Menjadi pahalanya, menjadi amalannya. Kebaikan itu berlalu berkali-kali.
Kini coba perhatikan. Berapa waktu berlalu. Masih tidak ada ruang di dirimu untuk semua itu. Coba perhatikan bagaimana orang-orang yang dulu berlalu, perhatikan bagaimana hidupnya kini. Itu adalah pelajaran berharga yang amat penting.
Sebab satu hal yang sering luput untuk kita insyafi adalah kita sulit menerima kenyataan, kita sulit menerima perbedaan, kita sulit untuk menerima kebaikan hanya karena orang yang melakukannya tidak kita sukai.
Pelajarilah hal-hal yang berlalu, karena mereka adalah ujian. Tentu saja, mereka dititipi oleh Tuhan pelajaran berharga yang bisa kita petik. Sayangnya, tidak semua dari kita bersedia menerima pengetahuan itu dengan terbuka.
Yang Memelukmu
Saat tak lagi ada sosok yang memelukmu. Kemarilah. Masih ada sepasang tangan yang ingin memelukmu. Saat tak ada lagi kehangatan. Kemarilah. Sekolah adalah rumahmu juga. Saat tak lagi ada yang mendegarmu. Kemarilah. Kita duduk bersama. Berbagi cerita. Berbagi bahagia. Karena aku, ibu kalian. Karena bahagia kalian adalah bahagiaku. Teruntuk dandelion kecil yang belum saatnya sendiri.
Untukmu
Untukmu, partner berbagi rasa. Seseorang yang telah bersedia mendengar kisahku. Yang mungkin hampir sama denganmu. Yang sama-sama ingin berjalan sendiri. Hanya sendiri. Yang sama-sama masih dalam penantian dan masa menunggu. Masa memperbaiki diri. Selamat mengulang hari lahir,sayang. Yang terbaik untukmu. Semoga semesta selalu memelukmu dalam keadaan apapun.
Di pintu ini, senyuman dandelion-dandelion kecil selalu menyambut. Wajah-wajah cerianya selalu tak pernah alfa. Cerita-cerita polosnya selalu terdengar. Di dalam ruang ini, mereka merangkai cerita. Hanya kita. Hanya aku dan mereka. Berbagi kebahagiaan. Ya, karena bersama mereka. Bahagia selalu mengiringi. Dan kelak, dandelion kecil itu akan terbang menebar bahagia di tempat lain. Banguntapan, 11 Januari 2018
Dalam diamnya, dia tahu
Aku pamit ya, katamu
Gerimis mengiringi kata pamitmu. Di luar terlihat lalu lalang kendaraan di tengah gerimis. Di dalam riuh suara orang. Aku, hanya mendengar kata pamitmu. Aku harus jawab apa? Pulanglah ke rumah ternyamanmu.
Terima kasih untuk kesediaanmu menulis kisah bersama, bagiku kamu adalah salah satu hadiah terbaik yang diberikan oleh Tuhan
Mencintaimu dengan biasa saja
Aku akan mencintaimu dengan biasa saja. Dengan degup jantung yang lebih mendebarkan dari biasanya. Bukankah itu biasa saja?
Aku akan mencintaimu dengan biasa saja. Sebab akan ada yang cemburu bila aku mencintaimu dengan terlalu.
Aku akan mencintaimu dengan biasa saja. Agar tak ada rindu yang menggebu-gebu saat kau jauh di mata.
Aku akan mencintaimu dengan biasa saja. Agar aku tak kecewa dengan terlalu saat kau menoreh luka.
Aku akan mencintaimu dengan biasa saja. Meski semua cinta bisa habis masanya, tapi aku akan tetap selalu ada.
Aku akan mencintaimu dengan biasa saja. Agar kau tak jua kecewa, ketika aku berkata, telah pudarnya cinta yang luar biasa.
Aku akan mencintaimu dengan biasa saja. Seperti dedaunan kepada cahaya surya. Tak sedih saat terik mengeringkannya.
Aku akan mencintaimu dengan biasa saja. Agar tak ada cemburu saat perhatianmu terbagi, untuk aku dan keluarga.
Aku akan mencintaimu dengan biasa saja. Hingga kita menua bersama.
Aku akan mencintaimu dengan biasa saja. Tak mau terlalu gila saat kita dipisahkanNya.
Tetapi Tuan, nyatanya tak ada cinta yang biasa. Karena semua cinta adalah luar biasa.
Bekasi, 27 Maret 2015