Dulu ada yang pernah bertanya padaku, Tentang pantai dan pegunungan, Aku jawab, Pegunungan, Lalu ku tanya balik dirinya, Dia jawab, Pantai, Namun.. Tak sekalipun kami ke pantai, Ia malah mengajakku ke pegunungan. Dan aku... Aku sudah terharuskan untuk melepaskan waktu itu. Tadinya aku pikir... Ah sudahlah... Aku khawatir menjadi ghibah... Jadi, sudahi saja untuk kali ini sampai di sini, Lalu mari berterimakasih kepada Rabb semesta alam, Untuk pantai dan pegunungan, Untuk dunia yang tak nyata, Untuk kemustahilan.. Yang pernah aku semogakan, Eh lha ko dilalahnya kesampean? Meski akhirnya lagi-lagi aku Terharuskan "membunuh aku" Dengan melepaskan lagi. Berat..., Dylan 95 mungkin paham, Itu pun kalo ada, Bertahun belajar untuk mengerti dan memahami. Aku pun mendapat ketenangan. Sampai... Sudahlah.. Bagian ini tak perlu diceritakan. Pantai dan pegunungan, Sejatinya kami tak pernah hidup lama di keduanya. Kami orang dataran, Bukan di pesisir atau di perbukitan, Aku yang ketika itu merindukan kesejukan udara pegunungan dan terbiasa kepanasan di dekat wilayah berpantai, Sementara dia yang lebih sering di wilayah perbukitan. Terimakasih Tuhan, Untuk semuanya. Tanpa itu semua, Aku mungkin takkan pernah tahu banyak hal. Misalnya bahwa Engkau benar menjawab doa dalam tiga caranya, atau tentang bagaimana jarak dan ruang bukanlah suatu masalah berarti, tentang bagaimana pria dan wanita diciptakan satu jiwa beda raga untuk kemudian dipertemukan untuk kembali saling melengkapi separuh bagian dari mereka yang engkau titipkan pada separuh bagian lainnya, dan tentang... Banyak hal bertolakbelakang yang terjadi dalam kurun waktu singkat. Salah satu bagian baik dalam hal ini adalah, Tersenyum ketika air membasuh mata. Dear Rabb, Terimakasih untuk segalanya Jujur aku sulit menemukan satu bagian itu Jujur aku sulit menemukan keunikan jiwa baik itu Pada jiwa yang lain. Bukan karena jiwa itu, Tapi karena Engkau, Yang menjatuhkan hatiku kepadanya. Sesuatu yang sampai saat ini ku anggap Sebuah jawaban atas cerita diantara kita Dihampir setiap saat selepas dua salam. Terimakasih untuk pantai dan perbukitan, Karena tanpa mereka Mungkin aku takkan pernah mengerti. Alhamdulillah https://www.instagram.com/p/B486oXNne5D/?igshid=g084sdnq3xwt