Mekar
Bahkan di malamku yang tenang, engkau hadir mengadang. Susah payah ku singkirkan kau dari kehidupan siang, rupa-rupanya kau tetap memaksa datang, dikala bunga tidurku merekah.
Kau menyelinap lewat jendela kamar. Menyusup perlahan ke dalam selimut. Menaiki kepala, berjinjit diatasnya. Melompat, sebelum akhirnya terjun masuk ke dunia mimpi.
Setibanya disana, kau singkirkan tokoh-tokoh yang sedang beraksi. Menyisakan dirimu sendiri.
Seketika itu pun kau tersenyum, seolah puas bisa membalas perbuatanku siang tadi.
Aku hanya terdiam. Amarah padam.
Dipikir-pikir, keusilanmu itu, berhasil memekarkan bunga tidurku malam ini.







