MENDIDIK ANAK SESUAI FITRAH
🖇️ Pendidikan Anak Usia 0-7 Tahun
Bagian #9 (Cara Menumbuhkan Karakter Anak)
Mereka masih kecil, karena itu mereka puncak puncaknya egosentris. Jadi inti dari metode pendidikan untuk anak usia 0 sampai 7 tahun adalah membahagiakan mereka.
🔏 Apa target Pendidikan Anak Usia 0 sampai 7 tahun ini ?
Yaitu tumbuhnya Mahabbah (cinta). Ini cinta kepada siapa? Cinta pada rukun iman; Cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, cinta kepada malaikat Allah dan seterusnya, inilah target pendidikan anak anak kita.
↪️ Kalau mahabbah ini tidak tumbuh, maka tidaklah tumbuh karakter keimanan, karena pokok dari keimanan adalah dari mahabbah atau kecintaan. Seseorang beriman kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam karena cinta kepada Rasulullah, demikian jika seseorang akan cinta kepada Allah akan beriman kepada Allah karena kecintaannya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
↪️ Mahabbah ini yang terpenting target pada usia ini, walaupun anak belum hafal "Rukun Iman" pada usia 0 sampai 7 tahun tapi tumbuh kecintaan mereka kepada yang ada di dalam rukun iman tersebut ini. Jadi targetnya adalah cinta dan cinta itu muncul karena karena rasa senang, karena rasa kagum.
↪️ Maka sebenarnya pendidikan yang paling hebat pada usia 0 sampai 7 tahun ini adalah menjadikan anak terkagum-kagum. Kalau kita kembalikan contoh dari Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam ketika anak di ajak bermain Rasulullah, disemprot pakai air, anak terkagum-kagum dengan permainan itu, sehingga mereka mencintai Rasulullah. Ketika anak digendong ketika sholat, anak terkagum kagum dengan perilaku Rasulullah maka anak-anak akan mencintai Rasulullah. Dan ketika nabi sujud ditunggangi naik dipunggung, anak terkagum-kagum karena senangnya maka munculah kecintaan kepada Rasulullah Sholallahu 'alaihi wasallam.
🔐 Pendidikan usia TK targetnya adalah kecintaan bukan banyaknya hafalan, kecuali anak itu meminta sendiri. Yang dikhawatirkan, kita tergesa menjadikan anak kita sholeh walaupun belum baligh, akhirnya anak tergesa-gesa diberikan penjejalan materi yang begitu banyak.
✿
↪️ Anak mungkin belum tertarik untuk menulis tapi dipaksa untuk menulis karena khawatir anak tidak bisa masuk SD. Anak belum tertarik dengan membaca, masih suka bermain, berekspresi, tapi ternyata khawatir tidak bisa masuk SD harus dipaksa untuk bisa membaca, apa yang muncul walaupun kita niatnya baik. Tapi karena tidak sesuai dengan usianya, pada diri anak tersebut ada luka "luka Fitrah" yang menunjukkan persepsi negatif ; "Oh ternyata belajar itu tidak menyenangkan, menulis tidak menyenangkan, membaca tidak menyenangkan, buktinya aku dipaksa-paksa padahal aku nggak mau.
↪️ Anak dipaksa untuk shalat. Padahal Rasulullah memerintahkan kita untuk anak shalat usia 7 tahun. Tapi kita kadang tergesa-gesa ingin menjadikan anak sholeh sebelum waktunya, akhirnya kita paksa anak dibawa untuk shalat dan muncul persepsi negatif ternyata shalat tidak menyenangkan, aku dipaksa-paksa. Di masjid hanya bermain dengan teman-teman dimarahi, sehingga aku tidak suka dengan masjid-masjid tempat yang paling menyeramkan."
🔏Mahabbah ini sangat penting, ini target dari pendidikan, maka bisa kita ambil faidahnya; antara ketika ada seorang anak kecil sedang bermain di masjid mereka datang bersama orang tuanya ke masjid. Atau mungkin ada yang datang ke masjid tanpa orang tuanya, karena tanpa orang tuanya sehingga tidak ada yang mendampingi, mereka ramai, mereka lari-lari ketika para orang tua sedang melaksanakan shalat berjamaah.
↪️ Nah..ini ada orang tua yang berpandangan ini perlu diadabkan. Ini perlu ditegur biar dia tahu adab tentang orang yang shalat. Tentu saja kita harus melihat kondisi usia anak itu, kalau anak itu sudah baligh kita kasih hukuman, mungkin kalau anak kita sendiri kita kasih pukulan.
↪️ Tapi kalau anak ini usianya mungkin 5 tahun mereka belum faham, mereka yang sedang puncak-puncaknya egosentris. Yang dia lakukan benar walaupun bagi orang tua itu salah tapi bagi dia benar. Dan dia sedang puncak-puncaknya Imaji bahwa ternyata masjid itu tempat yang paling indah, aku bisa bermain. Tapi ketika dia langsung dimarahi, dibentak maka hatinya akan sakit dan rusaklah mahabbah atau kecintaan pada diri anak tersebut, LUKALAH FITROH nya, sehingga dalam pikiran atau dalam persepsi dia bahwa masjid itu tempat yang tidak menyenangkan. Dan ini puncak-puncak imaji maka akan melekat di pikiran bawah sadar anak, maka banyak sekali kasus-kasus bahwa orang itu nggak mau datang ke masjid karena ketika kecil dia pernah dimarahi oleh orang yang ada di masjid tersebut.
🔐 Ini perlu kita pahami bahwa usia 0-7 tahun adalah usia pembangunan pondasi mahabbah itu tidak bisa tampak tapi penting. Pendidikan karakter keimanan tidak kelihatan, tapi ternyata cara mendidiknya luar biasa sulit bahkan mungkin satu anak itu butuh orang 1 kampung untuk menumbuhkan karakter keimanan ini.
✿
↪️ Coba dibayangkan ketika anak kecil ke masjid sampai Rasulullah saja tertunda dan bangkit dari sujudnya, gara-gara ada anak kecil yang bermain. Rasulullah yang tadinya ingin mencari keutamaan salat yang panjang, ternyata ada anak kecil menangis, shalatnya diperpendek karena Rasulullah menghargai hak anak tersebut untuk menangis dan Rasulullah tidak pernah menegur anak itu "kamu jangan nangis itu mengganggu waktu sholat" itu tidak pernah sama sekali, tapi menghargai apa yang dilakukan anak tersebut. inilah puncak-puncak pembangunan pondasi.
🔏 Maka anak usia ini, tidak bisa kita jadikan apa yang namanya ajang untuk tampil. Maksudnya kita bangga ini anak sudah bisa ini sudah bisa itu dan sebagainya. Tapi yang kita bangun adalah pondasi. Kita bisa bayangkan ketika membangun pondasi itu biayanya mahal, tenaganya luar biasa dan waktunya juga agak lama untuk membangun pondasi ini. Namun setelah pondasi ini jadi, ternyata ditimbun dengan tanah yang tampak nanti adalah tembok dan atap dan aksesoris, seperti rumah lainnya.
↪️ Kita mungkin jarang sekali mendengar orang itu memuji bangunan dari pondasinya; " Oh masya Allah... rumah bagus sekali pondasinya. Kita jarang mendengar, padahal kalau pondasi itu rapuh, rumah itu roboh. Tapi yang biasa dipuji itu temboknya, yang dipuji adalah jendelanya atau atapnya.
🔏 Demikian juga anak-anak kita yang dipuji itu apa hafalannya, bacaannya, tulisannya. Hampir-hampir, jarang orang itu memuji tentang kecintaan dia ketika mendengar ada adzan matanya berbinar-binar, kemudian ketika mendengar adzan itu ceria sekali bersemangat walaupun di masjid itu anak itu ramai, mungkin di masjid itu bercanda sama teman" nya.
↪️ Maka ini perlu kita pahami bahwa pendidikan Pondasi adalah sangat penting, cuma tidak tampak. Maka kita jangan bersegera anak-anak di usia ini, kemudian kita pamerkan kepada teman-teman kita sesama orang tua, "Oh anakku sudah bisa ini, sudah bisa itu."
Khawatirnya nanti akan "terluka Fitrah nya", yang ini akan menjadi hutang pengasuhan bagi anak yang terbawa sampai dewasa kelak.
✿
📚Sumber: Notula Kajian Parenting Pendidikan Karakter Nabawiyah, Ustadz Abdul Kholiq Hafidzahullah.



















