Jangan menerka semuanya sendiri, lebih baik tanyakan agar pasti. Terkaan yang jelek pada seseorang, bisa menutup mata dan telinga dari kemungkinan-kemungkinan baik yang siapa tahu dia lakukan tapi tidak dia ceritakan.
(via kotak-nasi)
No title available
AnasAbdin
$LAYYYTER

pixel skylines

Love Begins
One Nice Bug Per Day
NASA
almost home
Sade Olutola
wallacepolsom

tannertan36
Lint Roller? I Barely Know Her
Three Goblin Art

PR's Tumblrdome
Keni
todays bird
Mike Driver

No title available
d e v o n
Monterey Bay Aquarium

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from Netherlands

seen from Singapore

seen from Germany
seen from Sweden
seen from Belgium
seen from India

seen from Malaysia
seen from United States
@rezahandaru
Jangan menerka semuanya sendiri, lebih baik tanyakan agar pasti. Terkaan yang jelek pada seseorang, bisa menutup mata dan telinga dari kemungkinan-kemungkinan baik yang siapa tahu dia lakukan tapi tidak dia ceritakan.
(via kotak-nasi)
Lelaki selalu saja bodoh. Kenapa? Karena tidak bisa menjelaskan arti dari sikap penolakan. Contohnya saat mengkategorikan sikap saat "Tidak Bisa" dengan "Tidak Mau".
RTM : Untuk Terus Mencintainya, Kamu Harus Berjuang.
Catatan ini mungkin lebih khusus ke laki-laki. Sebab nanti, selepas menikah. Mungkin dalam pandangan matamu, istrimu tidak akan secantik-semanis-sebaik-dan sesempurna sewaktu kamu dulu memperjuangkannya. Saat ini, bisa jadi kamu bisa menyangkal. Tapi, nanti selepas menikah dan menjalaninya, kamu mungkin baru akan memahami maksudku ini.
Kamu harus berupaya untuk bisa terus mencintai istrimu. Perasaan itu tidak tumbuh seperti rerumputan yang terkena hujan. Perasaan itu adalah pohon besar dan kamu menanamnya sejak bibit. Kamu harus merawatnya, menyiraminya, melindunginya dari hama, menyiangi rerumputan disekitarnya, dan juga kamu harus selalu waspada agar ketika nanti ia sudah cukup besar, tidak ada orang lain yang tiba-tiba datang dan menebangnya.
Perempuan yang barangkali adalah temanmu, rekan kerjamu, atau orang yang tiba-tiba kamu temui di jalan. Mereka mungkin tidak melakukan apapun, tapi matamu tidak. Matamu bisa membuat apa yang terlihat menjadi beribu kalilipat lebih baik, lebih cantik, dan segala kelebihan lainnya yang mungkin akan menyulut perasaan lainnya. Tantangan. Seperti kala dulu kamu memperjuangkan perempuan yang menjadi istrimu saat ini.
Untuk itu, ingat-ingatlah selalu kebaikan perempuan yang sedang di rumah menunggumu pulang. Siapa orang yang paling khawatir kala kamu sakit. Siapa orang yang bisa menerimamu apa adanya saat kamu bukan siapa-siapa dan tak memiliki apa-apa selain kenekatanmu menikahinya dulu. Siapa orang yang rela bersusah payah mengurus segala keperluanmu, juga keperluan anak-anakmu nanti. Ia bersedia bersusah payah mengandung anakmu sembilan bulan dalam kepayahan yang kamu tidak bisa merasakannya. Anak yang mungkin lebih kamu cintai nantinya daripada istrimu.
Sungguh, untuk terus mencintainya, kamu harus berjuang. Bualanmu tentang cinta saat ini, juga bualanmu tentang segala janji itu bisa aku katakan adalah omong kosong. Sebab nanti, jalan yang amat panjang dan mungkin akan membosankanmu telah menanti. Biar tak bosan, kamu perlu menghidupkan setiap ingatanmu mengapa dulu kamu mau memperjuangkannya, setiap rasa syukurmu, dan iman.
Sebab menikah dengan seseorang yang kamu cintai saat ini bukanlah hadiah, melainkan sebagai ujian baru. Ujian yang hanya bisa kamu jawab ketika kamu menjalaninya, bukan dengan lisan, melainkan perbuatan.
©kurniawangunadi | 10 September 2017
Sudah saatnya kau kembalikan tanya tanpa jawab itu pada Tuhan-mu. Ia lebih tahu persis isi hati dibandingkan dengan mahluk penuh aib seperti kita.
Bagaimana jika esok tubuh ini menjadi dingin, pucat pasi, kemudian membiru? Seraya menyatakan bahwa Izrail baru saja ‘bertamu’. Akankah diri ini masih jumawa? 'Bertamu’-nya Izrail tak mampu mengejawantahkan ribuan alasanku untuk membuatnya mengurungkan niat.
Sekelebat Renungan (via rezahandaru)
Trapped in Ego Loops
Tiba - tiba saja aku teringat saat dimana kita duduk di depan meja bundar. Dan gelas kopi yang masih terisi penuh, sementara cahaya matahari yang menembus jendela jarang jarang. Aku tak menyangka bahwa itu adalah momen terakhir yang kita cipta.
Sampai sekarang pun masih kuingat dengan jelas, saat air matamu meluap yang kulihat dengan memiringkan kepala. Seakan masih belum percaya apa yang aku telah kulakukan. Entah apa yang kupikirkan atau memang aku tak sempat berfikir saat itu.
Kukira ego yang sedang meluap saat itu tak sampai merobek robek hatimu, menghimpit sesak dada sampai tangis terisak. Kukira ego yang membuat otakku tak berfungsi sebagaimana mestinya, seperti biasanya, sewajarnya.
Sekarang, ketika kesempatan mempertemukan kita pada satu percakapan, aku tahu bahwa jauh didalam matamu ada cermin yang berdiri dihadapku. Dengan ini aku merasa seperti kembali membaca paragraf pertama, kedua, seterusnya. Begitu seterusnya. Berputar, berputar, berputar.
Pernah pada satu saat, ketika kita ada pada satu percakapan pula, aku tak kembali pada paragraf pertama. Aku berjalan kedepan. Hai, kamu tahu apa yang membuatku tidak berputar? Saat itu, ketika kuselami matamu, ada segurat senyum yang terekam di wajahmu. Seolah cermin itu pecah dengan senyummu. Aku bahagia tapi juga sedih. Entah kapan senyummu merekah kembali.
Dik, saat ini kamu memang tak tahu apa yang ada di pundakmu. Aku hanya ingin meminta kemurahan hatimu atas harapanku yang rasanya memang terlalu egois untuk bocah seusiamu.
"Aku berharap besar padamu, kelak nanti kamulah yang akan menjadi kebangaan keluarga kita"
Tidak pernah mudah meninggalkan sesuatu yang selama ini kita cintai. Hanya saja untuk tumbuh kita perlu memberi jarak dan memberi waktu. Karena hal itulah yang akan mengajarkan kita banyak hal tentang kehidupan yang lebih bijaksana, terutama dalam menghadapi pertemuan dan perpisahan yang memang sebuah keniscayaan. Untuk tumbuh, kita harus meninggalkan kenyamanan. Untuk tumbuh, kita harus belajar mengikhlaskan.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Seandainya takdir kita sudah kita ketahui sekarang, bisa dipastikan bahwa perjuangan kita takkan semanis dan seindah ini
bethanurina (via kurniawangunadi)
Malam ini, aku mengharu biru. Raffa, adik kecilku yang bulan lalu genap berusia 3 tahun, berjoget ria dengan lucunya. Tawa riangnya membuat mataku sembab. Karena ia belum mengerti apa yang sedang terjadi saat ini.
Inginku bisikkan ketelinga kecilnya lalu berkata lirih, "Dik, rumah kita baru saja berubah menjadi neraka."
Ah, kamu memang selalu bisa mencuri perhatianku, Senja. Seperti sore tadi, warna pendar keemasan mengawali kemunculanmu yang kemudian berubah jingga kemerahan dalam sekejap.
Ya Tuhan, sungguh, aku tak mampu merengkuh pahalaMu. Yang kupinta hanyalah semoga Engkau memberikan tetes tetes istiqomah untuk menujuMu.
Kebenaran memang sejatinya adalah salah satu sifat Tuhan. Namun bisakah kita menemukan kebenaran pada manusia? Manusia, yang notabene tempat dari segala macam salah.
Muslim Memilih Pemimpin
Terlepas pro/kontra atas isinya (walaupun seharusnya ayat Al-Qur'an gak perlu di-kontra lagi sih :p), saya suka logika berpikir Muslim yang seperti ini
Ya, kadang-kadang Muslim memang harus ngeluarin kecerdasannya untuk menghadapi yang sok pinter.
——
“Dialog antar Muslim ttg Bagaimana Memilih Pemimpin”
Muslim Pendukung Ahok (MPA): “Gua Muslim tapi gua dukung Ahok. Hidup Ahok!”
Muslim: “Kalo yang non muslim dukung Ahok, wajar karena faktor sentimen agama. Tapi kenapa anda yang muslim dukung Ahok?”
MPA: “Semua orang Islam maling, semua orang Islam korupsi, yang bersih cuma Ahok!”
Muslim: “Semua orang Islam maling? Semua orang Islam korupsi? Yang bersih cuma Ahok? Kata siapa?”
MPA: “Ya baca aja Kompas, Detik, Tempo dan Tribunnews cs, tiap hari kan dimuat berita betapa bagusnya Ahok, dan dimuat berita korupsi orang-orang Islam. Makanya gua dukung Ahok. Ya, semua orang Islam maling, semuanya korupsi!”
Muslim: “Ooh media-media itu, pantes saja :), kerjaan media sekuler dan anti Islam ya memang gitu, memberitakan yang buruk-buruk tentang umat Islam, tapi kejahatan-kejahatan korupsi skala dewa Eddi Tansil, Hendra Rahardja, Samadikun Hartono, Anggoro Widjaja, David Nusa Wijaya, Maria Pauline, Andrian Kiki Ariawan, Eko Adi Putranto, Sherny Konjongiang, Sanyoto Tanuwidjaja, Theo Toemion, Olly Dondokambey, Rusman Lumbatoruan, Willem Tutuarima, Poltak Sitorus, Aberson M Sihaloho, Jeffey Tongas Lumban Batu, Matheos Pormes, Engelina A Pattiasina, Sengman Tjahja, Basuki, Elizabeth Liman, Yudi Setiawan, Artalyta Suryani dan kaum non muslim lainnya ditutup-tutupi :). Hmm, oke menjawab statemen anda, barusan anda mengaku muslim… Bapak anda Islam, kakek anda Islam.. Kalau anda bilang semua orang Islam maling dan korupsi… Berarti bapak anda juga maling? Bapak anda koruptor? Kakek anda maling? Kakek anda koruptor? Seluruh leluhur anda maling dan koruptor semua???”
MPA: “?!=÷&£[!÷»,”!¥}±"
Muslim: “Lho kok diam?”
MPA: “Enak aja lu ngomong! Iya bapak gua muslim, kakek gua muslim, kakek-kakek buyut gua juga muslim, gua sudah berpuluh-puluh generasi turun-temurun keluarga muslim, tapi bapak dan kakek-kakek buyut gua bukan maling dan koruptor lah! Gua turunan keluarga baik-baik bukan turunan maling!”
Muslim: “Nah! Jadi yang bersih cuma ahok, dan diluar Ahok dari milyaran umat Islam cuma bapak dan kakek-kakek buyut anda saja yang tidak korupsi?”
MPA: “Bukan gitu… Selain bapak dan kakek-kakek gua pasti banyaklah orang Islam yang gak korupsi! Orang Islam yang baik masih banyaklah”
Muslim: “Nah! Kalo umat Islam yang baik, berakhlak, beradab, berprestasi, santun, jujur dan bersih dari korupsi masih banyak… Alasan apa lagi anda pilih Ahok? Kinerja Ahok buruk, skandal korupsi banyak (baca: Korupsi Ahok), tutur kata dan perilaku teramat kasar, alasan apa lagi mendukung Ahok?”
MPA: “Ya terserah gualah, pokoknya gua cuma mau dukung Ahok, gpp kan gua pilih Ahok? Hak gua ini!”
Muslim: “Anda muslim kan?”
MPA: “Iyalah! Muslim 100%!”
Muslim: “Umat Islam tidak hanya punya hak, TETAPI JUGA PUNYA KEWAJIBAN!”
MPA: “Iya gua tau. Tiap hari gua sholat, bulan Ramadhan gua berpuasa, gua tunaikan zakat, dll. Gua selalu berusaha mentaati segala perintah Allah, dan menjauhi segala laranganNya”
Muslim: “Anda makan daging babi?”
MPA: “Hahaha… Aneh pertanyaan ente. Ya kagaklah!”
Muslim: “Kenapa anda tidak makan babi?”
MPA: “Ya karena Allah SWT Tuhan gua mengharamkan umat Islam memakan daging babi. Agama gua melarang coy, ya gua kagak mau makan babi! Najis tralala babi!”
Muslim: “Anda tau dari mana Allah SWT mengharamkan daging babi?”
MPA: “Ya dari Al-Qur'anlah, pedoman umat Islam kan Al-Qur'an”
Muslim: “Walaupun kata Ahok dan non muslim lainnya… Daging babi itu enak, daging babi itu gurih, daging babi itu menyehatkan, anda tetap menolak makan babi?”
MPA: “Cuih! Mau enak kek, mau lezat kek, mau menyehatkan kek, bukan urusan gua! Urusan gua adalah Allah SWT Tuhan gua memerintahkan umat Islam TIDAK makan babi, dan sebagai hambanya tentu gua terikat dengan perintah Tuhan gua, ya sampe kiamat gak bakal gua sentuh tuh daging babi! Najis!”
Muslim: “Oke. Bagus. Istri anda berjilbab?”
MPA: “Ya iyalah! Istri gua berjilbab. Dari sebelum menikah sama gua dia udah berjilbab, alhamdulillah istri gua orang yang taat sama agamanya, seorang muslimah yang istiqomah, bukan muslimah Islam KTP yang menyepelekan perintah Allah. Emak gua berjilbab, udah naik haji pula, masa’ gak pake jilbab? Malu donk!”
Muslim: “Kenapa mereka berjilbab?”
MPA: “Lha pan Allah SWT yang suruh, menutup aurat itu perintah Allah SWT!”
Muslim: “Tau dari mana Allah SWT menyuruh muslimah menutup aurat?”
MPA: “Ya dari Al-Qur'anlah, pedoman umat Islam kan Al-Qur'an”
Muslim: “Tapi kata orang liberal kan berjilbab itu budaya Arab, dan banyak kalangan yang bilang ‘jilbabkanlah hatimu dulu sebelum jilbabkan auratmu’”
MPA: “Mereka mau teriak itu budaya Arab kek, mau dibilang budaya Cina kek masa bodho amat! Yang gua pegang, taati dan jalani adalah perintah Tuhan gua, bukan kata-kata mereka. Pedoman hidup gua Al-Qur'an bukan Koran! Itu lagi aneh logika jilbabkan hati dulu… Gimana hatimu yang gak bisa kita liat bisa elu jilbabin kalo auratmu yang bisa diliat mata orang kagak bisa elu jilbabin?”
Muslim: “oke.. Kesimpulannya, walaupun katanya babi itu enak, walaupun katanya berjilbab itu budaya Arab dan gak perlu diikuti… Anda tetap mengharamkan babi dan mendukung pemakaian jilbab”?
MPA: “Tepat sekali! Terserah orang lain mau ngomong ape kek! Kalo Allah SWT udah kasih perintah, ayat-ayatnya jelas ada di Al-Qur'an, ya orang Islam wajib menjalankannya! Kalau ngaku Islam tapi menyepelekan apalagi melanggar perintah-perintah Allah… mending sekalian aja keluar dari Islam!”
Muslim: “Kalau Allah SWT melarang umat Islam memilih pemimpin non muslim termasuk Ahok.. Bagaimana?”
MPA: “Ya akan gua taatilah! Masa’ perintah Allah untuk tunaikan sholat, perintah Allah untuk tunaikan zakat, perintah Allah untuk berpuasa di bulan Ramadhan, perintah Allah untuk haramkan babi, perintah Allah untuk kaum muslimah berjilbab, semuanya gua taati terus perintah Allah lainnya gua tabrak? Ya insya Allah tanpa gua pilah-pilah SELURUH perintah Allah SWT akan gua turuti!”
Muslim: “Sudah tau perintah Allah haramnya umat Islam memilih pemimpin non muslim?”
MPA: “Belum tau, emang ada?”
Muslim: “Ada, banyak perintah Allah tentang haramnya umat Islam memilih non muslim sebagai pemimpin antara lain di Al-Qur'an ayat: Ali Imran 28, Al Maidah 51, An Nisa 144, Al Maidah 57 dll, sangat banyak ayatnya. Sedikit pesan untuk anda, Jangan cari pembenaran yang kita pikir kita bisa lebih hebat dari apa yg telah Allah perintahkan ke kita. Jangan menyangkal ayat-ayat Allah dengan logika sendiri”
Muslim (Eks MPA): “Astaghfirullahaladzim… Ya Allah Ya Rabbi… ” (Mata berkaca-kaca menahan tangis)“
Muslim: "Kenapa saudaraku?”
Muslim (Eks MPA): “Banyak sekali ayat-ayat Allah melarang memilih pemimpin non muslim, Baru tau gua! Allah mengharamkan umat Islam makan daging babi aja gua taati sepenuhnya padahal ayat larangannya dalam Al-Qur'an cuma sedikit, lha ini larangan memilih pemimpin non muslim ayatnya seabreg gini udah gua injak-injak? Malu aku malu ya Allah!!!… Ya Allah ya Tuhanku, ampunilah kekhilafanku, aku ingin mati dalam iman dan taat kepadamu SEPENUHNYA ya Allah… Maafkan aku ya Allah!!!…”
Muslim: “:) Aamiiin. Tidak ada kata terlambat wahai saudaraku. Allah Maha Pengampun, Allah Maha Pemurah. Yang penting setelah tau perintah Allah, ya kesalahannya jangan diulang lagi”
Muslim (Eks MPA): “Tentu! Terima kasih saudaraku! Sekarang gua akan memberitahukan kepada umat Islam lainnya keberadaan ayat-ayat Al-Qur'an tentang haramnya memilih pemimpin kafir”
Muslim: “Baguslah. Karena memang kewajiban sesama umat Islam untuk saling mengingatkan
Kenapa Ia begitu tamak soal jabatan? Entah, mungkin saja ada hal yang menguasai hatinya saat ini. Yang kita tahu pasti, proses buruk pada saat ingin meraih jabatan tersebut tentunya dari hatinya pula, bukan?
Iya, betul. Jika buruk hati seseorang maka buruklah pula sepak terjangnya.
Kawan-kawan setelah mendengar berita pagi ini tentang “Pemblokiran Situs blog Tumblr” maka dengan ini KITA membuatkan petisi di link berikut ini.
https://www.change.org/p/edward-tirta-kita-tolak-pemblokiran-tumblr
saya harap KITA semua mengisi petisi di atas. Reblog, retweet, regram sebarkan sebanyak2nya jika kalian perduli.
@karenapuisiituindah @jalansaja @jagungrebus @jinggakalasenja @hujanmimpi @kelaspuisi @kotak-nasi @aksarannyta @lembarkertas @kitajateng @kitajabodetabek @kitajabar @kitajatim @kitasumatera @kitakalimantan @kitasulawesi gunakan hastag
#savetumblr #KITAbersatu #tolakblokirtumblr #bloggermelawan
target KITA mendapatkan 10.000 dukungan. semoga tercapai, terima kasih
salam
Bang Mamat
Dukung petisi ini, jika teman2 merasa, pemerintah indonesia tidak perlu memblokir situs tumblr.