Salah satu hal yang aku syukuri dari amanah sebagai "sandwich generation" kalau orang menyebutnya meskipun aku tidak menganggap ini sebagai sebuah beban, adalah posisi ini mendatangkan banyak kebaikan disamping pro dan kontranya.
Beberapa hal yang kuambil pelajarannya dari kondisi ini adalah :
1. Tidak ada orang tua yang sengaja meletakkan anaknya pada posisi ini. Mereka hanya belum punya ilmunya saat itu, karena bisa jadi dalam hal pendidikan juga tidak terfasilitasi layaknya orang² jaman sekarang. Sehingga refleksi untuk diri sendiri adalah, nanti aku harus bisa memberikan pendidikan yang baik untuk anak²ku agar kehidupan kedepannya lebih baik.
2. Alih-alih menganggapnya sebagai beban, aku lebih memilih untuk menjadikan posisi ini sebagai ladang pahala. Karena sedekah terbaik toh dilakukan ke orang terdekat which is keluarga apalagi orang tua adalah orang terdekat kita. Bahkan Allah mention secara langsung di dalam Al Quran untuk mengasihi orang tua kita.
3. Manajemen keuangan yang lebih baik. Aku lebih bisa memanajemen keuangan dengan baik untuk beberapa pos kebutuhanku, aku bisa lebih mengontrol diri untuk hal² yang aku rasa tidak begitu aku butuhkan. Dan mengalokasikannya ke hal yang lebih penting.
4. Dapat doa terbaik dari orang tua. Aku menyadari bahkan meski aku tidak berkirim ke orang tua sekalipun, ibuku, bapakku selalu mendoakan yang terbaik untuk setiap langkah hidup yang aku ambil. Dan aku juga meyakini bahwa kebaikan Allah yang hadir di hidupku pasti ngga jauh jauh dari doa doa yang diberikan orang tuaku kepadaku. Kalau dibilang aku bisa membeli doa orang tuaku, bahkan mau seberapa besarpun rupiah yang aku kasih untuk ortu, ngga akan pernah bisa membeli doa tulus dan terbaiknnya bapak ibu.
5. Lebih mindful dalam menjalankan pekerjaan. Bekerja adalah ibadah karena ada tujuan yang sifatnya baik di dalam bekerja. Dan membantu orang tua adalah maksud dan tujuan yang baik, yang akhirnya kutambahkan sebagai bagian dari niatku dalam bekerja. Dengan mengharapkan keridhaan Allah, semoga niatan ini menjadi kebaikan yang menyumbang lebih banyak kebaikan lainnya.
6. Bahkan sudah sampai di usia seperempat abad ini aku merasa belum bisa membahagiakan orang tuaku. Kontribusiku dengan sadar sebagai seorang anak masih kurang jika dibanding bagaimana susah payahnya ibuku dan bapakku berkorban atas kebahagiaan mereka demi membesarkanku dan menghadirkan kebaikan untukku sampai aku dewasa ini.
Apakah menjalani posisi ini mudah ? Tentu tidak mudah, apalagi sebagai seorang perempuan yang hidup di perantauan. Tetapi aku kembali meyakini bahwa setiap manusia dilahirkan sudah lengkap sepaket dengan kesiapan dia menjalani takdir hidupnya.
Dan aku juga refleksi bahwa hal sulit itu tidak selalu sulit untuk dilakukan. Tidak mudah tapi bisa diusahakan, tentu dengan pertolongan terbaik dari yang Maha Baik, Allah SWT. Kalau aku bilang aku bisa karena diriku, aku salah. Tapi aku bisa karena Allah yang buat aku bisa.
So, bagiku berada di barisan ini adalah jalan yang Allah kasih untuk membantuku lebih baik dalam menjalani kehidupan ini yang aku harapkan muaranya juga sampai di kehidupan abadi nanti. Bismillah...










