Cerita dari Sungai Juwana
Kunjungan kami ke pati kali ini disambut dengan mobil mewah dengan modifikasi yang cukup kece ketika kami sampai disatu buah desa, dipinggiran kali juwana.
*Mbatin Motor wae dimodif ragat e wes akeh, pie menh mobil.. hmm
Sesampainya dipinggir sungai, kami terpanah dengan jejeran kapal nelayan yang biasa untuk mengangkut ikan ikan berukuran besar.
" Mas buat mbikin kenalpot nya aja bisa habis 5 - 8 juta " seru bapak bapak yang sedang asik duduk dikursi panjang sesambi menghisap sebatang rokok ditepi sungai.
" Nek reti mas, nggo nggawe kapal cakalang kae *Sambilnunjuk sek ono gendero genderone kae, kui paling ora duit e sepuluh miliar mas. " Saut bapak disebelahnya.
Wedyan *batinku. Kapal cakalang ini biasa dipake untuk berlayar dengan intensitas waktu yang cukup lama. Paling tidak 4 sampai 4 bulan ke atas
Bapak penikmat pinggir sungaipun juga bercerita, bahwa untuk berlayar dari pati hingga tanah papua membutuhkan waktu paling tidak 8 bulan. Kebayang ngga tuh 8 bulan hidup dilautan
" Untuk yang berlayar kurang lebih 3 - 4 sasi ae, kui per awak kapal e biasane entuk 35 juta. Pie le neng Papua ? " Sahut temanku ketika berada dirumahnya.
" Terus le bali pie ? " Aku bertanya. " Hayo nek neng papua kon numpak kapal meneh memeng to mas, tumpakke pesawatlah.. asyiaapp *batinku
Tak heran ketika kami sampai disana, kami disambut dengan mobil mewah ala ala modifikasi kece. Ternyata untuk buat kapal nelayan ukuran 30 GT ( Gross Tonnage ) aja minimal biaya 1 miliar itu aja masih bisa kurang. Ngga heran, kalau buat modif mobil habis berapa si wkwk
Ternyata begitu kaya negri indonesia kita ini, nelayan nelayannya pun masih sanggup makmur ( ketik mampu memberdayakan dan mengelola lingkungan dengan baik ).
Tapi tidak menutup kemungkinan juga banyak, nelayan nelayan kita yang kurang makmur dalam kehiduap sehari harinya.
Mungkin kali ini aku beruntung, dipertemukan dengan bapak bapak pejuang lautan yang memiliki penghasilan diatas rata rata.
Banyak diantara kita yang berusaha meniru pekerjaan orang lain, namum nyatanya hasilnya tak menjanjikan. Banyak pula diantara kita yang merasa perkerjaan kita tidak menjanjikan dengan penghasilan yang pas pas an.
Temen temen, percayalah setiap dari kita memiliki ladang rezekinya masing masing. Mungkin kita belum bisa maksimal pada satu titik pekerjaan, namun bukan berati menutup pintu rezeki kita dari pekerjaan yang lain bukan ?
Bayangkan saja dengan penghasilan yang cukup tinggi. Namun harus mengarungi lautan kurang lebih 3 bulan untuk mendapatkan sebuah penghasilan. Mempertaruhkan nyawa dilautan, demi keluarga yang menanti dirumah kediaman.
Setiap pekerjaan punya resikonya masing masing. Namun juga punya hasilnya masing masing.
Jalanni, Syukuri, Tingkatkan dan Rasakan Kenikmatan.
Semoga cerita ini bermanfaat, manambah wawasan kita terhadap lingkungan disekitar kita :)
Yogyakarta, 15 Februari 2019