Siapa yang menyangka
Siapa yang menyangka, kalau orang yang berada di dekat dia ternyata yang paling membuatnya sakit; membuat dia lebih menyalahkan diri atas kemunduran dalam hidup. Dia yang sangat mengharapkan dukungan dari orang terdekat hanya mendapatkan dorongan; dorongan untuk tidak beranjak dari kemunduran itu.
Dia tidak bodoh; dia pun bukan seorang fakir dukungan. Nalurinya sebagai manusia yang menggerakkan hatinya untuk mencari dukungan dari orang-orang yang katanya menyayanginya. Sebentar... Apakah mereka menyayangi dia?
Siapa yang menyangka, bahwa hidup dia akan jadi seperti sekarang ini? Merantau di kota yang baru, dengan lingkungan dan budaya yang berbeda dari kota rantauan sebelumnya. Berjumpa dengan kawan-kawan yang memiliki sifat dan pola pikir yang sama sekali belum bisa dia pahami. Sambil merantau, dia memikirkan apakah ini hidup yang dia inginkan, mengapa dia harus menjalani kehidupan yang sama sekali tidak ada dalam rencananya, kapan kehidupan seperti ini akan mencapai titik ujung, dan apa yang harus dia lakukan agar kehidupan ini boleh berjalan dengan mulus tanpa ada hambatan?
Siapa yang menyangka, kalau ternyata dia takut menjalani kehidupan ini...













