Hal yang selalu perlu untuk diingat; Doa.
Untuk pekerjaan yang belum selesai dengan sempurna,
Untuk karir dan masa depan yang belum terlukis dengan nyata,
Untuk hari-hari yang seringkali penuh dengan harap dan juang,
Dan juga, untuk kalimat-kalimat yang belum mendapat kesempatan untuk diucapkan,
Allah kasih satu opsi; Doa.
Di antara banyaknya peluang untuk mencapai garis akhir, manusia selalu butuh tempat mengadu.
Bukan karena lemah atau tidak kuat dalam menyelesaikan perjalanan, melainkan karena terkadang akal ini tidak selamanya bisa dijadikan sandaran untuk membuat rencana demi rencana.
Nyatanya, manusia yang kemampuan memimpinnya sudah diakui hebat oleh dunia, ialah yang pikirannya tidak pernah absen untuk mengingat Sang Pencipta.
Manusia yang dititipkan amanah untuk menunjukkan jalan terang kepada bangsa Arab yang saat itu keras, teguh prinsip, pintar sekali dalam berdebat, namun juga bersikeras tetap menganut kebiasaan-kebiasaan buruk, ialah juga manusia yang pernah bengkak kakinya karena begitu lama mengadu pada Sang Pengampun.
Manusia yang cerdik sekali mengatur strategi perang, namun juga tetap mengasihi musuh-musuhnya, ialah manusia yang setiap hidupnya dihabiskan untuk berdzikir, mengingat dan meminta dikuatkan kepada Yang Maha Besar.
Manusia itu, yang namanya tidak pernah bisa lenyap dari sejarah, yang telah dinobatkan sebagai kekasih Tuhan semesta alam, realitanya adalah seseorang yang tidak henti meminta rahmatNya, meminta hikmah kepadaNya setiap hari, setiap menit dan detiknya.
Karena ia, Rasulullah, saat ini kita bisa memahami sebuah agama dinamis yang mengatur segala maslahat kehidupan manusia.
Keberhasilan ia sebagai pembawa risalah di muka bumi ini, ternyata memang selalu dihiasi dengan doa, bukan hanya usaha. Sembari menciptakan pemikiran-pemikiran jeniusnya, ia tidak lupa selalu mengadu kepada Sang Khaliq. Karena satu hal, ia sadar bahwa tanpaNya, sungguh, seluruh dunia ini tidak akan ada artinya. Kesadaran itulah yang menuntutnya untuk selalu berserah kepadaNya, siang dan malam tanpa lelah.
Lalu kita, dengan banyaknya permintaan dan keinginan, juga bukan siapa-siapa ini, alasan apalagi kah untuk tidak berdoa dan mengadu kepadaNya?
Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, kita punya Allah Yang Maha Besar, yang tidak pernah pergi, bahkan ketika sudah sejauh apapun kita melupakannya :")
Kairo, 19 Desember 2019 || 22.39 clt