Assalamualaikum.. saya Alin. Mau bareng bunda safscool bertumbuh ♡

blake kathryn
Jules of Nature
Monterey Bay Aquarium

PR's Tumblrdome

izzy's playlists!
tumblr dot com
Show & Tell
art blog(derogatory)
YOU ARE THE REASON
No title available
Not today Justin

oozey mess
One Nice Bug Per Day

Product Placement

shark vs the universe
Claire Keane
hello vonnie
almost home

pixel skylines
todays bird
seen from United States

seen from United States

seen from Norway

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Malaysia
seen from Australia

seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from France

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@safscool
Assalamualaikum.. saya Alin. Mau bareng bunda safscool bertumbuh ♡
Wasilah Keajaiban
Allah menitipkan rahim kepada perempuan, sebagai tempat Allah menitipkan manusia lahir dengan aman dan selamat. Ia subur kemudian luruh, hingga Allah ijinkan menitipkan alaqah dan meniupkan kehidupan baginya. Dan selama 9 bulan lamanya Allah menitipkan proses keajaiban itu terjadi. MasyaAllah
Hatimu akan berdebar saat pertama kali bertemu dengan kekasihmu, kemudian berdebar lagi saat dua garis itu muncul perlahan, saat kamu pertama kali melihat ada janin dirahimmu, lihat ia bergerak dan jantungnya juga berdebar, saat pertama kali kamu merasakan tendangan halus diperutmu, saat pertama kali tendangan kuat bahkan disetiap tendangan-tendangan yang membuat perutmu berubah bentuk. MasyaAllah alhamdulillah..
Bagaimana bisa dari segumpal darah berkembang hingga menjadi makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna ?
Bagaimana bisa ibu makan kemudian janin juga mendapat rejekinya sendiri
Bagaimana bisa ia bergerak-gerak didalam rahim
Bagaimana bisa ia tahu bahwa apa yang harus ia lakukan ketika Allah sudah memerintahkan ia untuk lahir.
Sakit yang mulanya ringan dan berjeda itu menandakan "ayo bunda bertemu". Semakin lama semakin bertambah sakitnya. Bahkan ketika ibu dan bayi sama sama berjuang untuk saling bertemu disanalah rasa sakit yang berlipat lipat harus sama sama dirasakan.
Kalau bukan Allah yang mengijinkan, apa boleh buat ? Kun fayakun.
Alhamdulillah kami bertemu dalam keadaan sehat. Meski harus berpisah dulu 2 hari. Tetap syukur itu yang membuat rindu tidak lagi menyiksa. Kami saling tenang.
Keajaiban itu hadir lagi ketika mengasihi, bagaimana bisa Allah mengolah tubuh ibu dan mengalirkan rejekinya kepada bayi ini ?
MasyaAllah, masyaAllah...
Semua hari ternyata keajaiban.
Bersyukur diijinkan melalui hari menjadi istri, ibu hamil, ibu menyusui, dan semoga seterusnya..
Bersyukur dan mengambil hikmah serta peka atas keajaiban yang hadir disetiap detik kehidupan ini.
Hadirnya Keajaiban
Cerita ini dimulai dari beberapa pagi yang dilalui dengan kegiatan testpack. Beberapa pagi testpack namun Allah belum memberikan garis duaNya. Karena hanya terpaku pada ambisi beberapa pagi itu nyatanya mengundang pilu. "Kok belum yaa..." sampai pada titik oke gausah dicek lagi, nanti aja kalau mual baru tespack kembali.
Bukan berarti setiap hari menjadi lega, harapan itu tetap ada, sambil menata hati kembali. Apa yang diusahakan karena Allah kemudian diserahkan kepadaNya, maka itu sudah tanggungjawab Allah. Memberikan yang terbaik bagi hambaNya. Setiap hari hati dididik kembali, dibersihkan dan dinasehati. Kemudian tiba dititik Allah tahu kapan waktu terbaik, dan misal begini begitu Allahpun sudah berikan ilmuNya untuk begini dan begitu.
Karena hati yang ikhlas itu kembali bersih kemudian Allah benar-benar menggiring semesta untuk mengirim pesan "ayo tes lago coba". Karena sudah begini dan begitu yang seharusnya ada perubahan namun tidak ada hasilnya. Kemudian salah seorang teman bertanya "gimana caranya beli alat testpack ?", dan memutuskan untuk "tak belikan". Beli 2 sampai hati tergoda, ayo coba lagi deh, udah lebih enteng hati misal hasilnya masih garis satu.
Dan Subhanallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mannasir, Alhamdulillah Allah kasih diwaktu itu, waktu yang tepat. Alhamdulillah. Alhamdulillah.
Sudah sering hati terlalu ambis tetapi lupa untuk tugas semestinya, yaitu tawakal. Padahal jarak antara tawakal dan hasil itu sangat dekat bahkan sangat berdampak pada hati yang bahagia dengan bersyukur.
Awal keajaiban yang hadir sebab hati yang ikhlas.
Istri vs Pembantu
Tadi liat postingan media sosial yang mengatakan "Istri bukan Pembantu". Isu tersebut sudah ramai digaungkan sangat lama. Para istri yang sudah kelelahan menyetrika, masak, menyapu rumah, mengandung, melahirkan, mengasuh anak dan sebagainya protes kepada para suami yang tidak pernah mau membantu pekerjaan rumah dan banyak menuntut istrinya.
Namun setelah dipikir-pikir istilah istri sebagai pembantu itu salah, hanya karena pada jaman sekarang pembantu yang melakukan pekerjaan rumah itu. Beberapa orang (wanita) terlihat duduk anteng main hp, sedangkan semua pekerjaan rumah tangga bahkan untuk yang mengurus anak pun diserahkan kepada pekerja.
Disamping itu para wanita yang senang bekerja daripada dirumah aja menyelesaikan pekerjaan rumah juga lebih memilih memperkerjakan dan menitipkan anaknya.
Wah enak yaa bisa kerja dapat uang, atau merasa kehidupan wanita yang tinggal duduk manis dan shoping itu diperlakukan sebagai ratu oleh suaminya.
Padahal kalau ditelusuri, pekerjaan rumah seperti memasak, menyetrika, menyapu, mengasuh anak dan sejenisnya memang pekerjaan dasar dalam suatu instansi bernama rumah tangga. Adanya pekerjaan-pekerjan tersebut memang lahir dari fitrah seorang istri dan ibu rumah tangga yaitu ingin memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Mulai dari aspek fisik, psikologis dan kesehatan keluarga.
Ia memasak sendiri makanan yang sehat untuk keluarganya, memberikan kenyamanan dengan membersihkan rumah, mengasuh anaknya sendiri karena ia tahu kewajibannya untuk menjaga fitrah anak dan membimbing anaknya dalam ranah ketauhidan, tidak sembarang memberikan tanggungjawab pengasuhan tanpa mempertimbangkan ideologis ketauhidan.
Lalu mengapa tugas-tugas istri tersamar bahkan teralihfungsikan menjadi pekerjaan pembantu ?
Kalaupun dalam keluarga akhirnya memperkerjakan oranglain untuk membantu pekerjaan rumahnya, itu bukan tugas murni pembantu. Sudah menjadi kewajiban istri untuk memanage semuanya, meski dengan bantuan pekerja.
Kalau hal-hal dirumah sudah beres dan enak dipandang mata hal tersebut akan berpengaruh pada kenyaman suami dan anak. Artinya anak dan suami menjadi semakin sayang dan betah dengan diri anda.
Waallahu alam..
Fattaqullah
*Saya terima baik dan kurangnya, dengan ikhlas dan keyakinan untuk bertumbuh*
Setelah hari berganti hari, kisah berganti kisah yang kita ceritakan, kita menjadi saling tahu kurangnya kita. Kita juga saling menyaksikan bagaimana 24 jam kepribadian kita. Aku yang sangat pendiam dan kamu yang senang bercerita. Aku yang begini dan kamu yang begitu. Sedikit demi sedikit kita menjadi saling mengetahui.
Satu persatu kita berdiskusi bertukar adat, mana yang baik dan yang lebih baik. Memilih yang paling baik dan meminimalisir yang kurang baik.
Bukan saling menuntut, namun bagaimana proses bertumbuh ini hadir dari kesadaran diri dan jiwa yang bersemangat menuju kebaikan.
"Ya Allah semoga keluargaku tetap rajin ke masjid" katanya saat itu,
Itu menandakan bahwa tempat berharap hanya kelada Allah saja. Bukan suami atau istrimu.
Astagfirullah hal adziim atas keburukan kita di masa lalu, dan berjanji pada diri sendiri untuk tidak lagi melakukannya.
Bismillahirrohmaanirrohiim untuk setiap proses belajar sekarang dan seterusnya.
Setelah kita saling menerima, maka selanjutnya adalah saling memahami. 🥰
#Safsstory❤
Pernikahanku : Kejutan 🌿
Kejutan itu datang, tak pernah sama sekali terpikirkan. Hanya saja bapak selalu minta bertanya sama calon suami, bagaimana hasil swab. Ngajak swab bareng dll.
Dan kejutan itu datang sore hari
"Shof, aku positif, ini semua sudah atas kehendak Allah"
Deg..... langsung bingung mau ngapain, kudu ngapain. Setelah ibuk sama bapak tau juga yang langsung kalut, semua proses rewang juga diberhentikan. Sambil menunggu kepastian langkah selanjutnya.
Malamnya kedua keluarga bermusyawarah untuk menentukan keputusan terbaik. Yaitu penundaan.
Oke its okaay, Allah hadirkan hari ini pasti sudah dipersiapkan hamba ini pun beserta hikmahnya.
Gpp bukan hari ini, pasti akan ada hari baik.
Alhamdulillah tanggal 10 9 2021 itu hari baik kami. Alhamdulillah dilancarkan kami untuk saling mengikat dan berjanji atas nama Allah.
Pernikahanku : Proses
Pernah difase yang galau karena belum dijemput jodoh, atau belum yakin 100 persen sama perkenalan baru. Jadi galaunya berlebihan. Sampai akhirnya mencoba ikhlas, karena barangkali banyak hal yang Allah akan siapkan dalam rentang waktu yang ujungnya tidak ku ketahui sama sekali. Saat sudah tenang dan nyaman dengan apa yang aku lakukan.
Tarraaaaa..... Allah hadirkan kejutan
Seseorang itu tiba tiba bertanya dan bermaksud untuk melamarku. Masa-masa galau terulang kembali, bukan galau sih tepatnya adalah rasa dimana harus berpikir keras, berpikir mantab, menimbang-nimbang dan sebagainya sehingga yang ada dipikiran sangat sibuk.
Setelah 1 pekan menimbang-nimbang, berdiskusi alhamdulillah i said yes to him. Pas hari kamis, malam jumat dan besoknya dia datang ke rumahku bertemu bapak untuk mengungkapkan niat baiknya.
Kemudian hari ahadnya dilangsungkan acara lamaran. Its so fast, sampe aku tidak berkabar dengan orang-orang terdekat. Karena sibuk berpikir memutuskan masa depan. Its so hard, but Alhamdulillah lancar.
Sampai sudah ditentukan hari pernikahan, dan semuanya berjalan baik, lancar, tidak ada hal-hal yang memberatkan.. Namun h-1 pernikahan ada kejutan lagi....
Pernikahanku : Awal
Sebelum benar-benar memutuskan untuk menerima pinangan dari suami saya memutuskan untuk membuat indikator siap menikah versiku. Karena banyak literatur yang membahas bagaimana seseorang siap dan pantas untuk menikah, atau dalam islampun di atur juga sedemikian rupa.
Jadi dari literatur literatur itu jadi paham aku kurang pada aspek apa untuk bersiap menikah atau modal (skill etc) dalam menjalani pernikahan seterusnya. And this is my indikator aku siap menikah
1. Tuntaskan tahsin
Kenapa sih ini perlu, karena Al-Quran adalah pedoman kita maka mempelajarinya hingga tumbuh rasa cinta yang mendalam adalah keharusan. Pelajaran yang harus diutamakan, dan aku ingin mengajarkan keturunanku untuk hal itu dan inshaAllah menjadi hafidz.
2. Bisa masak minimal 5
Jadi kalau libur atau semangat bener-bener belajar masak, mulai dari cari menu, pelajari menu sampai eksekusi, belajar terus dari yang terlalu asin, sering gosong dan sebagainyaaa... dan sampai pada udah bisa 5 menu ituu belum datang juga jodohnya maka ditambahkan 3-5 menu lagi. Meski balajarnya gak sering, tapi tetap harus upgrade.
3. Konsisten bangun dinihari
Ini lumayan menantang sih menurutku haha, dan alhamdulillah setelah sah juga makin disupport suami, ini Alhamdulillah bangeeeet
4. Self manage
Belajar mengeloa diri, mulai dari fisik seperti olahraga, makan etc, ini juga cukup menantang bagiku. Kemudian aspek rohani, terus belajar tauhid, aqidah dkk. Aspek emosi, belajar mengelola emosi, yang paling ampuh untuk manange emosi ini bagiku adalah bertanya pada diri sendiri " Kenapa aku marah ? , kenapa aku sebel ?" dari situ aku tau apa yang sebenarnya terjadi padaku dan bisa tau harus melakukan apa, tanpa harus marah.
5. Interkasi
Ini adalah aspek, bagi seorang pendiam sepertiku interkasi itu rasanya hemmm pengen pulang aja, dirumah daripada harus ketemu manusia. Tapi gak bisaaa, kita manusia ditugaskan sebagai khalifah fil ard. Jadi Allah sudah kasih ilmu adab, dari situ aku termotivasi untuk belajar lagi, tidak pelru berlebihan atau memaksakan diri, hanya bersemangatlah dalan kebaikan sesama. Contohnya tidak melukai perasaan oranglain. Waktu itu aku jadi beli buku Adab dan membaca konten dari @kiflyf. Alhamduliah dari makin bisa upgrade skill interaksi.
6. Birrul walidain
Disini aku berusaha yang terbaik, dan berusaha membantu apa yang bisa kukerjakan, atau aku berikan dengan uang gajiku. Komunikasi juga diperbaiki, alhamdulillah untuk komunikasi tentang pernikahan lancar, sebab bapaku itu sudah kepingin anaknya nikah dari semester 1 kuliah.
Nah ituu, karena aku merasa kurang di keenam aspek tersebut maka harus aku upgrade sungguh sungguh.
Ide ini baru muncul setelah lulus kuliah, karena emang udah ditanyain mulu kapan nikah tapi kenapa jodohnya belum datang. Jadi harus menyusun strategi. Bahkan ketika ceklis 6 hal itu sudah terpenuhi namun belum datang jodoh, maka tinggal diupgrade lebih lagi.
Ketika nanti sudah ada yang datang melamar jadi lebih siap. Dan akan terus belajar hingga ajal menjemput.
Barakallah, semoga niat baik teman teman dilancarkan, dan terus berproses-bersiap.
Saat itu..
Beberapa hal datang jauh diluar harapan bahkan pada sesuatu yang tidak sama sekali dibayangkan. Saat itulah hati benar benar shock, belum siap, karena sebelumnya memang tidak dalam list yang harus disiapkan. Jika kalian menganggap seperti "dunia runtuh" its okay anggap saja seperti itu
Tapi bagiku bukan begitu, bagiku ini adalah "Shof not today yaa". Yes Allah, i accepted i said it. Kalau aku mau nangis ya udah nangis aja. Kalau aku gak nangis banjir ya gpp kan ? Aku tertawa bahkan setelah aku menangis juga gpp kan ?
Bahkan saat itu aku sangat bersyukur karena yang pertama aku sadari adalah Allah, bukan yang lain. Saat aku selalu berdoa "Ya Allah dalam keadaan apapun, senang atau sedih pun mohon bantu aku untuk mengingatMu pertama kali, detik pertama kali bahkan sejak seperdetik saat itu" dan Allah kabulkan ituu, betapa kita senang dan bersyukur mendapat apa yang saaaangat kita harapkan ?
Saat itu juga bukan waktuku menangis, nanti saja.. biarkan ibuku menangis terlebih dahulu. Aku tidak harus menambah sedihnya kan ?
Saat itu juga yang lebih terpukul juga dia pun keluarganya. Saat apa yang sudah saangat dipersiapkan dengan semangat bahkan sudah siap tinggal hari esok dijalani tapi Allah berkata lain "not today" . Bahkan setelahnya pun masih ada lagi hal yang tidak diharapkan datang.
Saat itu aku lebih siap untuk tegar dengan segera, untuk menopang satu kaki yang belum sempurna itu. Sampai Allah siapkan kaki yang lebih kuat dari saat itu.
Tetapi orang-orang juga sangat bersedih, bersimpati berempati atau bahkan menganggap aku aneh, karena tidak sesedih oranglain. Aku menjawab segalanya dengan tenang, menceritakan kisahku tanpa suara serak. Bahkan ekspresif.
Karena aku siap untuk tegar dengan segera, daripada mendahulukan rasaku. Aku berterima kasih pada Allah karena diijinkan untuk membuat keputusan ini "tegar dulu, rasaku nanti ya kita bertemu lagi, ada waktunya sendiri okay".
Aku juga takkan bisa setegar itu kalau bukan Allah yang ijinkan, Allah yang bantu aku untuk mengambil keputusan mendahulukan oranglain, dan mengelola rasaku dari waktu ke waktu bersamaMu.
Aku juga tidak bisa memaksa oranglain untuk sepertiku karena keputusan kita berbeda, keinginan kita berbeda, dan value yang dipegang juga berbeda, cara penerimaan masalah juga berbeda.
Terimakasih segala bentuk kepedulian itu. Semoga yang telah terjadi ini menjadi hikmah bersama. Saling jatuh cinta dan mencintai dengan perbuatan bahkan lewat doa. Subhanallah wal hamdulillah.
Jika kamu ingin menerimaku, aku hanya memilih menerima dengan sangat ikhlas kejadian ini, kemudian segera berbuat sesuatu yang bisa membantu yang lain.
Semoga ini juga sebagai latihan, saat nanti bahteraku diterjang badai. Allah mudahkan untuk tenang menenangkan nahkodaku dan anak-anakku. Bahwa Allah memberikan rahmat dan rohmanNya dengan segala kejadian yang kita alami.
Tentang rasaku, Allah tetap berikan tempat untukku bersedih dan menangis, sampai semuanya keluar. Alhamdulillah.
Tentang hari yang "berat"
Dari hari hari yang berat sebelumnya, hari ini lebih berat, lebih banyak hal yang tak terkira sebelumnya.
Hari yang berat ini ternyata sudah Allah siapkan, sudah Allah berikan bekal ilmuNya, yaitu dari ilmu-ilmu yang telah kamu dapatkan, dan iman-iman yang kamu kokohkan biidznillah.
Hari ini bukan tiba-tiba, sebab Allah datangkan hari ini karena kamu sudah siap, karena hari ini kamu mampu menghadapinya dengan ilmu itu. Dengan usahamu dan doa yang terus kamu panjatkan tanpa henti-hentinya.
Hari ini kamu terus berdiskusi dengan Allah 24/24 jam. Mengingat Allah sepenuh hari dari sebelumnya.
Supaya kamu tahu, supaya kamu semakin yakin bahwa Allah selalu bersamamu, Allah berikan kasih dan sayangNya, Allah siapkan kamu menjadi lebih baik, lebih kuat dan kokoh hatinya, Allah berikan seluruhnya secara apik dan sempurna.
Atas apa yang kita usahakan dan doakan dengan tulus seikhlas-ikhlasnya itu. Allah berikan yang terbaik, sangat baik. Supaya kita selalu mengingatNya, bertaubat, dan terus berjalan pada jalan ridhoNya.
Barangkali dan tentu Allah sisipkan hikmah yang luar biasa, bertambah ilmumu dan bertambah imanmu.
Ya Allah, jika hari ini aku masih buta dengan hikmahMu, mohon petunjukMu. Mohon ampunanMu, dan berikan rahmatMu.
Ya Allah... kuserahkan segalaku kepadaMu, fagfirlii ❤️
Aku Sedih
Sebelum hari ini, sedihku penuh perjuangan. Menangis sejadinya, galak, murung berhari hari dsb. Marah saat kenyataan tidak sesuai harapan, atau terjadi kesalahan. Tapi aku tidak menyelesaikan, hanya membiarkan sedih luruh bersama waktu yang mengalir. Biarkan saja..
Namun hari ini sedih itu harus dikelola dengan baik, segera ingat fakta dan melihat sekitar. Bukan menahan atau mengubur TAPI dikelola. Karena yang sedih bukan hanya aku tapi banyak lagi. Pikiran liar juga datang tapi ingat, sudah diserahkan Allah semenjak pertama niat itu diadakan.
Sudah harus menyeleraskan kognitif dan emosi. Ketika ditempat yang mengharuskan tegar ya tegar biidznillah, di tempat yang diterima untuk menangis ya nangis aja.
Saya terima keadaan ini dengan ikhlas dan sabar. Maka yang terjadi adalah tetap semangat, tetap menjalani dengan hebat. Atas izin Allah.
Bener bener bukti saling bekerjasama mewujudkan impian namun Allah berkata, belum hari ini yaa.. bukti bahwa manusia berencana dan Allah yang menetapkan yang terbaik.
Tugas kita memang berusaha, sejak awal hingga akhir. Jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai harapan kemudian besok lagi gak berusaha yang terbaik ya berbeda nilai dan hasilnya.
Sungguh dari awal harus lillah, kemudian mengusahakan yang terbaik dan menerima dengan ikhlas hasilnya.
Fattaqullah ♥️
Dipersimpangan Pilihan
Sedang difase menginginkan sesuatu tetapi bingung menentukan antara beberapa opsi, atau yang walaupun sudah didapat jawaban untuk memilih opsi pertama, tapi belum pasti juga berpengaruh pada tercapainya tujuan. I mean iya sih ada dua opsi, tapi ternyata masih ada ribuan opsi menanti.
Keduanya sama-sama harus disikapi dengan tawakal. Benar-benar dibersihkan hatinya dari keduanya dan berserah Allah akan memberikan jawaban dari dua opsi itu atau bahkan memberikan opsi yang ketiga (yang tidak pernah kita duga).
Keduanya harus dilandasi keyakinan penuh, bahwa Allah tidak pernah memberikan kejahatan sama sekali. Dialah yang maha pengasih dan penyayang. Dengan cara apa dan kondisi seperti apa Allah selalu memberikan kebaikan kepada hambaNya. Dalam kondisi ideal yang kita harapkan maupun yang jauh dari kondisi ideal. Just temukan hikmahNya sekalipun yang pertama kesedihan, tapi akhirnya dan yang bertahan lama adalah kebersyukuran yang luar biasa.
Keduanya dieja dengan sabar, kenapa begini kenapa begitu, baiknya ini, buruknya itu. Memahami dengan bersih atas petunjuk-petunjuk yang Allah berikan.
Keduanya harus dihadapi dengan tenang, berada ditengah-tengah sampai Allah berkata "ini untukmu". Supaya kita nyaman menerima pilihan itu. Tidak berbekas luka ataupun keresahan. Yang hadir adalah keyakinan yang bertambah dan kebersyukuran kemudian menguatkan perjalanan setelahnya.
Jika ternyata Allah berikan jawaban "belum ya". Kita juga akan nyaman menerima bahwa keinginanku belum kuperoleh sekarang, mungkin besok dengan opsi satu, opsi dua, atau ada opsi lagi dari Allah. Sampai akhirnya ketika sudah didapat kita juga makin bersyukur, ternyata ini waktu yang tepat, sebelumnya aku belum sebaik ini sehingga Allah memberikan waktu untuk mendidikku lebih siap seperti saat ini.
Jika kamu dipersimpangan jalan, selalu cek hatimu dan hubunganmu dengan Allah yaa.. disaat-saat itu Allah berlari padamu, saat kamu berdoa "Ya Allah. Tolong Hamba.....". Saat-saat hati penuh bersamaNya dan menjalani hidup dengan nyaman.
Fattaqullah ❤
Menghargai Proses
Ketika menyimak Teh Nadhira Arini bercerita pengalamannya di masa lalu, beliau mengatakan *Sudah berprogres nih*. Oiya betul yaa kita harus menyadari setiap progres bertumbuh kita, dibanding terlalu fokus dengan tujuan yang sempurna. Jika kita hanya menyadari tujuan saja, jalan yang dilewati serasa hampa, menuntut segera tercapai yang entah kapan Allah hadirkan ?
Semuanya akan sampai pada waktunya, jangan kita buta terhadap kenikmatan-kenikmatan yang Allah berikan di dalam setiap detik langkah kita. Dari tanga satu ke tangga lain yang kadang mudah juga sulit. Yang menyebabkan kita semangat juga sedih.
Mata hati kita harus awas, terhadap hikmah-hikmah yang lebih menenangkan, membuat kita kembali bersyukur tanpa henti, malah berasa sering kufur nikmat. Karena ketika menerima hikmahNya yang menandakan Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Sangat-sangat malu jika kita sebagai manusia selalu dilimpahi kebaikan dariNya namun sering salah kira hanya karena tidak sesuai yang kita bayangkan dan harapkan.
Semoga Allah memberikan hidayahNya, memberikan kita semakin tajam hati untuk memahami maksud dan petunjukMu, menjadikan kita manusia yang berserah dan semakin kuat.
Fattaqullah
Perjalanan Belajar
Mengingat-ingat bagaimana ilmu dapat menetap dan jika diperlukan dia akan hadir dalam diri saya, its so amazing. MasyaAllah. Ketika seluruh diri ini ikut belajar juga, fisik, kognitif, dan afektif. Seluruhnya ikut bekerja keras dalam memahami ilmu dan bekerja keras mengamalkan sehingga menjadi akhlaq. Biidznillah.
Setelah bertahun-tahun saya menyadari tipe belajar saya adalah belajar teori, pengalaman nyata, menganalisis teori kembali, dan akhirnya pada hasil, dan ini bisa diulang berkali-kali sampai pada hati yakin Allah Maha Kuasa.
Kadang juga saya mendapatkan pengalaman terlebih dahulu, baru mendapat konsepnya, kemudian analisis. Tipe ini juga malah makin cepat dipahami prosesnya daripada yang belajar teori duluan. Tetapi resikonya berpengaruh pada emosi yang cukup lama untuk mendapatkan ketenangan.
Tetapi dari semua proses jatuh bangun, gagal berhasil itu mohon proses hingga muaranya adalah Allah. Sebab tanpaNya dan kehendakNya manusia tidak bisa apa-apa.
Semoga apa yang kita lalui mendapatkan hikmah, mendapatkan ridho dan hidayah. Sebab dariNya lah ketenangan dan keselamatan didapat.
Fattaqullah ♥️
Salah Paham (?)
Seringkali apa yang kita lihat hakekatnya tidak seburuk atau sebaik yang kita pahami. Sebagai oranglain yang melihat, itu hanya terbatas pada pandangan kita. Pandangan yang kemudian kita korelasikan dengan pengalaman pribadi. Padahal belum tentu oranglain mengalami apa yang kita alami.
Seperti pengunjung yang tak sengaja melihat pameran lukisan di pinggir jalan. Mereka ada yang melihatnya kemudian mengatakan "indah" ada juga yang mengagakan "biasa saja". Tergantung minat, pemahaman masing-masing.
Maka, dalam rumah tangga pun sebagai individu yang unik dan berbeda satu sama lain. Perbedaan ini lah yang kadang memunculkan problem jika tidak dimanage dengan ilmu yang bijaksana. Kesalahan berpikir/memahami misalnya.
Jangan kita mengira-ngira apa maksud dibalik perilaku oranglain. "Mesti nih ada maunya kalau lagi rajin bersih-bersih nih ?". Bisa jadi orang tersebut memang sedang senang hati untuk bersih-bersih. Kemudian kita patahkan semangatnya karena disalahartikan niatnya. Sekalipun bercanda. Atau yang paling ekstreem, memaksakan pikiran kita kepada oranglain padahal belum tentu pendapat kita sesuai dan solutif.
Sebagai keluarga yang solid, harusnya kita berusaha saling support bukan sebaliknya. "Keluarga yang baik selalu berusaha memahami persoalan dengan cermat".
Menurut buku ini ada 5 tips untuk tidak gegabah berpendapat ;
1. Sabar dan tidak cepat-cepat reaktif
2. Mendengarkan dan memahami persoalan (postit ataupun negatif),
3. Tabayun
4. Longlife learning, dan observation sehingga menemukan makna yang tepat dari persoalan.
5. Menolak tafsiran buruk dan berusaha mencari alternatif.
Saya kira benar adanya, apalagi sebagai keluarga baru. Menyediakan kertas putih untuk saling memahami dan menuliskan kebiasaan (mengingatnya), menanyakan maksud dan tujuan dalam sikap dan perilaku satu sama lain. Sehingga kita punya database yang akhirnya tercipta suasana penuh perhatian dan kepekaan. Biidznillah.
Saling berdiskusi apa yang dilalui seharian, akan menambah pemahaman bagaimana pola pikir oranglain/keluarga kita secara unik. Ketika kita sudah paham dan benar pemahamannya maka akan tercipta keharmonisan, saling support dan membantu, meski persoalan datang lagi dan lagi kemudian hari.
Mendengarkan Cerita
Menjadi teringat salah satu teknik konseling adalah roleplay. Dengan begitu kita menjadi tahu secara luas situasinya, kadang bertukar peran, supaya masing-masing paham kepada satu sama lain.
Sama dengan mendengarkan cerita pun bercerita. Saat kita berusaha merangkai situasi dari apa yang dilihat, dirasakan dan dipikirkan, kita malah merangkum pemahaman yang benar. Kadang ada part yang terlewat saat pertama kali memahami, namun setelah diceritakan kembali ada insight yang ditemui.
Memikirkan situasi secara luas, bukan hanya perspektif rasa tapi realitanya. Darinya kita makin tahu rasa yang tersembunyi itu, meski realitanya kadang terpahami tidak baik. Sehingga yang didapat adalah rasa syukur.
Ketika mendengarkan cerita, kita tahu bahwa diposisi netral dan logis, kita menjadi paham harus bersikap bagaimana, bisa menentukan sikap yang bijaksana. Dibanding dengan orang yang mengalami cerita sedih, yang telah fokus dengan kesedihannya.
Maka disuatu saat kita sedih, jadi tahu bahwa menenangkan diri sendiri dan berbicara hal logis-realitas adalah kunci keselamatan di awal. Menanyakan yang meresahkan, dan mengikhlaskan kejadian untuk hikmah yang lebih berharga.
Fattaqullah ♥️
Tentang sesuatu yang tidak berubah
Beberapa waktu lalu aku melihat series yang dimana seorang wanita menanyakan kepada lelaki "Kenapa mas mau nikahin aku ?". Lelaki tersebut menjawab "Karena mas tahu kamu dari kecil, baik, sholehah. Mas yakin kamu bisa jadi istri yang baik". Setelah dijawab perempuan tidak puas, ia ingin menikah dengan rasa cinta.
Bagiku, alasan laki-laki tersebut sudah cukup kuat untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Sebuah nilai yang telah menjadi akhlaq yaitu sholehah. Nilai yang tidak akan berubah-ubah dibandingkan rasa cinta.
Beberapa literatur yang saya baca cinta itu tempatnya dihati, hati sifatnya berubah-ubah. Sehingga ada doa "Ya muqollibal qulub tsabit qolby 'ala dinik". Rasa itu bisa berubah dari cinta kemudian lain hari bisa jadi benci.
Maka, mencintaimu adalah perhiasan dari perjuangan menumbuhkan nilai-nilai syariat, sunnah, menjaganya dengan cara yang benar, dan bergantung mengharap sakinah mawaddah warahmah dariNya.
Jika cintaku tumbuh dan bercahaya itu karena Allah menghadirkan sebab kita taat, sebab kita taqwa. Sebaliknya, benci itu datang ketika aku dan kamu lupa, bahwa Allah adalah satu-satunya alasan kita menjalani keputusan demi keputusan hidup ini.
Beberapa hari lalu aku juga belajar, bahwa setiap kejadian tidak melulu berpihak sesuai kemauan kita. Ada kalanya aku sakit hati supaya aku sadar ada keyakinan yang jelas salah didalam pikiranku. Supaya aku ingat bahwa dibalik semua cerita kehidupan yang hadir adalah pembelajaran, hikmah yang Allah berikan untuk diri ini menjadi semakin paham, semakin ikhlas.
Supaya aku belajar memilah mana kebenaran dan mana yang sudah dicampuri pikiran negatif. Supaya aku baik dalam bersikap dan memilih sesuai kebenaran. Bukan gegabah nafsu dunia.
Fattaqullah ♥️