Rasanya baru kemarin
Aku berjingkrak-jingkrak karena keinginanku terkabul untuk dipertemukan denganmu
Rasanya baru kemarin
Aku tersenyum diam-diam sambil membatin “abis ini ketemu dia lagi!”
Rasanya baru kemarin
Aku memperhatikanmu diam-diam
Melirikmu dengan sembunyi-sembunyi
Rasanya baru kemarin
Aku dan kamu pulang bersama
Yah meskipun tidak sering, setidaknya beberapa kali
Rasanya baru kemarin
Kita saling bercerita satu sama lain
Saling berbagi tawa dan keceriaan
Rasanya baru kemarin
Kita bertukar pikiran dan pendapat dengan yang lain
Rasanya baru kemarin
Kita berbicara soal cita-cita
Saling memotivasi satu sama lain
Mengingatkan satu sama lain
Rasanya baru kemarin
Kita berkumpul untuk menonton film bersama dengan teman-teman yang lain
Rasanya baru kemarin
Aku merasakan kenyamanan yang luar biasa berada di dekatmu
Ya. Memang. Rasanya baru kemarin. Tapi kemarin yang kurasakan bukan benar-benar kemarin
Tak terasa mulai hari ini dan kedepannya kita sudah sibuk dengan urusan masing-masing
Satu persatu dari kita akan pergi menggapai cita-cita
Suatu saat ketika kita kembali mungkin akan terlihat perbedaan yang jelas
Siapa yang akan menebak, kau yang berantakan akan menjadi rapi dengan jas/kemeja yang membalut tubuhmu?
Kau yang kurus akan menjadi atletis atau bahkan lebih berisi
Kebiasaan makanmu yang berantakan akan menjadi tertata
Siapa yang tahu, kan?
Begitu pula denganku
Siapa yang tahu aku akan mulai bersolek dan memperhatikan penampilan?
Aku yang berisi akan memiliki tubuh yang ideal
Cara tertawaku pun mungkin agak sedikit berubah. Mungkin saja
Kita memang punya kesepakatan bersama teman-teman yang lain untuk saling berkomunikasi
Tapi siapa yang tahu?
Saat kita semua bertemu nanti, ada pertanyaan yang muncul di benakku saat ini
Apakah aku melihatmu masih sama seperti dulu?
Apakah perasaanku masih sama tehadapmu?
Aku senang bisa mengenalmu sejauh ini
Bisa berbagi tawa, bingung, kesal, marah dan diam bersamamu juga teman-teman yang lain adalah hal yang paling aku syukuri
Kita akan pergi mencari kebahagiaan kita masing-masing
Kau nantinya akan bahagia dengan pilihanmu
Aku yakin itu
Begitu pula denganku
Aku akan dan harus bahagia
Kalau aku bayangkan untuk berdamai dengan rasa ini rasanya berat
Tapi tak apa, pasti hanya awalnya saja
Aku hanya berharap kita terus berkomunikasi dan tentunya kau tak lupa denganku
Itu saja
Karena aku sadar. Aku hanyalah pengagum rahasiamu.