Grup Line 2045 kembali menyambut tamu luar biasa. Dengan perbedaan waktu sekitar 6 jam, tidak menyurutkan semangat anggota grup untuk menyerap ilmu dan pengalaman dari seorang sosok kakak bagi kami semua. 17 April 2016 lalu, kami berdiskusi mengenai “Allah Maha Baik” bersama Muhammad Zulfikar Rakhmat. Mahasiswa S3 jurusan Politik Timur Tengah di University of Manchester. Kak @muhzulfikar ini aslinya dari Pati, Jawa Tengah.
Kami sudah membaca cerita tentang kisah masa SD sampai SMP kakak, boleh diceritakan kisah bullying saat itu kak? Apa yang kakak rasakan?
Saya lahir dengan keterbatasan di tangan, sehingga saya tidak bisa melakukan beberapa hal seperti menulis, dll. Bisa sih, cuma aneh kalau dilihat, hehe. Karena keterbatasan itu saya dianggap lemah oleh teman-teman di sekolah dan dijadikan sasaran bullying oleh mereka semua….
bullying yang saya dapatkan bermacam-macam, seperti ditertawakan, diejek, pergerakan tangan saya yang aneh juga sering diperagakan di depan kelas, dikunci di kamar mandi, dan barang-barang saya juga sering hilang entah kemana. Alhasil, Saya akhirnya takut bergaul, kalau datang ke sekolah dilambat-lambatin pas bel berbunyi, kalau istirahat di kelas, dan kalau pulang juga dilambat-lambatin supaya menghindari teman-teman.
Tapi…….. Bullying terberat dan tersakit yang pernah saya alami datang dari guru saya. Seorang yang saat itu seharusnya membantu saya keluar dari masalah ini. Kejadiannya pas hari pertama kelas 2 SD. Kami punya guru baru waktu itu. Kami diminta untuk berkenalan sambil berdiri, menyebutkan nama dan cita-cita. Karena saya memang suka duduk di pojok belakang [untuk menghindari bullying] jadi saya mendapat giliran terakhir. Ketika teman-teman saya berdiri, seluruh kelas akan bersorak ‘Aminnn!’ dan tepuk tangan. Namun, saat giliran saya tiba, saya bilang saya ingin menjadi guru… tapi bukannya ‘Amin’ dan tepuk tangan yang saya dapati malah tawa dan cemoohan, dan lebih lagi sang guru bukannya malah menenangkan, tapi berkata ’Fikar, kalau kamu mau jadi guru, belajar dulu di papan tulis.’
waktu itu sempat down…… tapi saya gak bisa ngapa-ngapain. Alhamdulillah, kejadian itu semakin menguatkan keinginan saya untuk menjadi guru, seorang guru yang percaya bahwa muridnya mampu meraih mimpi mereka dengan kondisi dan keadaan apapun yang dipunya. Jadi bullying paling berat adalah ketika seseorang mematahkan mimpi yang kita miliki. :)
Kak, kalau dari keluarga? support semua selalu? bully terberat biasanya juga terjadi kalau bahkan orang yang kita cintai tidak mendukung kita..
Alhamdulillah dibalik kesusahan selalu ada kemudahan… saya punya keluarga yang sangat mendukung dan bijaksana. Entah kenapa, Saya, dan beberapa teman yang juga dibully, memiliki satu keunikan; kita nggak suka mengadu. Saya kira cuma saya, Tapi saya mendapati bahwa mereka yang dibully lebih sering untuk tidak mengadukan kondisi di sekolah ke rumah. Jadi, sampai kelas 3, orang tua saya nggak pernah tau apa yang terjadi di sekolah. Sampai suatu hari saat Bapak menjemput saya, tukang sapu di sekolah akhirnya bercerita tentang apa yang saya alami ke Bapak. Saat itu, Bapak bukannya marah, beliau hanya menenangkan. Bapak tidak mau mengajarkan saya ‘dendam’ tapi ‘pembuktian’. pembuktian bahwa diri ini tidak seperti apa yang mereka katakan dan lebih berharga dari apa yang mereka tertawakan. jadi, jangan dendam, tapi pembuktian :)
Apakah kak Fikar masih bercita-cita menjadi guru sampai saat ini? Kira-kira kak Fikar akan membuat sekolah sendiri atau bagaimana?
Iya alhamdulillah sampai sekarang ingin menjadi guru (kenapa jadi guru? ada ceritanya juga hehe)…….pingin pulang ke Indonesia dan mengajar, belum tahu mau kemana - kalau buat sendiri sih belum ada rencana karena pasti biayanya mahal - jadi mungkin bergabung ke sekolah yang sudah ada dulu aja.
gimana caranya orang tua kakak dan kakak bisa menemukan atau mengasah kelebihan bahkan menepis ketidakmungkinan kakak saat pertanyaan yang ada “kayaknya gak mungkin” dan sekarang menjadi “sangat mungkin”?
Biasanya surah dari Al Quran yang orang tua ajarkan kepada anak-anaknya adalah Surah Al Fatihah. Tapi, ketika saya kecil dulu surah/ayat dari Al Quran yang diajarkan oleh Bapak kepada saya adalah Surah Al Baqarah 286. dimana Allah mengatakan bahwa:
Dia tidak pernah membebani hamba-Nya melebihi kemampuan yang telah diberikan.
Awalnya, karena saya masih kecil, saya gak paham kenapa Bapak mengulang ayat itu terus menerus agar saya paham. Tapi saat beranjak dewasa, saya paham bahwa Bapak ingin menjadikan ayat itu sebagai kompas kehidupan. bahwa kedepannya pasti banyak yang akan ‘mempertanyakan’ kemampuan saya, tapi satu yang perlu diingat bahwa Zat yang Maha Menepati Janji telah menjanjikan bahwa tidak ada beban yang lebih susah dari kondisi yang telah diberikan-Nya. Jadi, kita harus menguatkan iman kita bahwa Allah telah menjanjikan itu. Di setiap keterbatasan yang kita miliki, Allah PASTI sudah memberikan lebih kelebihan untuk kita menghadapi keterbatasan itu.
kemudian, perlu adanya apresiasi - kebanyakan kita menyuruh tapi saat sudah terlaksana jarang memberi apresiasi atau hadiah #notetoself. ini penting karena akan menumbuhkan semangat buat mereka yang diberikan apresiasi. Yang lebih penting adalah Doa, karena apa daya usaha manusia tanpa ada kekuatan dari Surga.
apa motivasi terbesar kakak dalam menjalani hidup, dan apa yg ingin diubah dengan kk sekolah lagi sampai S3?
Pembuktian yang saya jelaskan tadi
Sejak kecil ayah saya selalu menanamkan kepada saya tentang dua bentu mimpi - mimpi kecil dan mimpi besar.
Mimpi kecil adalah mimpi yang dimiliki oleh kebanyakan orang. Kuliah - Kerja - Nikah - Hidup bahagia selamanyaaaaa, hehe. Nggak ada yang salah. Tapi ada yang lebih baik dari mimpi kecil, yaitu mimpi besar.
Saat Bapak menjelaskan apa itu mimpi besar, beliau selalu merujuk ke kisah Umar ibn Khattab. Suatu hari, Umar, yang saat itu belum menjadi seorang Muslim, didatangi oleh Amr bin Ash yang juga belum memeluk Islam. “Wahai Umar, apa mimpimu?”. Umar menjawab, aku ingin punya banyak ternak sehingga aku bisa menghidupi keluargaku. Sederhana. Namun, Beberapa tahun kemudian, saat Umar sudah masuk Islam dan menjadi Khalifah, Umar ditanya lagi oleh Amr. Tapi jawaban Umar berbeda. Beliau mengatakan ’Aku ingin menyebarkan Islam dan kedamaian ke seluruh penjuru dunia’.
Lihat bedanya? beda cita-cita seorang dari masa jahiliyyah dan seorang Muslim. Seorang Muslim harus punya mimpi besar yang bisa bermanfaat bagi semua orang. Dan itu motivasi hidup saya, meski masih jauh untuk digapai. Mewujudkan mimpi besar, menebar manfaat kepada banyak manusia. apalagi Rasulullah SAW bersabda, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Dan itulah kenapa juga saya ingin menjadi guru. karena guru berbagi manfaat banget. Dari guru, dokter jadi dokter, presiden jadi presiden, insinyur jadi insinyur. dan perlu diingat, bahwa tanggung jawab seorang Muslim tidak hanya pada diri sendiri dan keluarga saja, tapi seluruh alam semesta.
jadi itu motivasi terbesar hidup saya - bermanfaat bagi sesama - doakan ya…… :)
Nah untuk menjadi seorang guru kak, kenapa ambilnya politik timur tengah? Sesuatu yang dianggap orang awam jauh dari kompetensi yang dibutuhkan seorang guru. Apalagi guru di Indonesia..
saya kuliah S3 karena pingin jadi guru, baik guru di sekolah ataupun ditingkat universitas. Yang ingin dirubah nggak banyak kok, diri sendiri dan sekitar, terutama pingin ngajak teman-teman yang sampai hari ini masih tersisihkan karena keterbatasan.
Saya sebenarnya belajarnya Politik Islam dan Politik Timur Tengah. Alasan kenapa ngambil ini berawal dari sejak S1 dulu. orang yang belajar ekonomi syariah udah banyak, bagaimana mendirikan sistem ekonomi berbasis quran dan sunnah. Tetapi masih jarang orang yang belajar Politik Islam dan bagaimana membangun sistem politik berbasis Islam, ini yang juga mimpi saya sebenarnya - memasukkan Islam kembali di dunia politik - karena menurut saya panggung politik sekarang sering membuang Islam jauh-jauh.
Tapi ada berbagai macam cara untuk melakukan ini - saya Mungkin nggak bisa terjun sendirian untuk melakukan ini. oleh karena itu saya berharap menjadi guru dengan harapan suatu saat murid-murid saya bisa menjadi agents of change pembawa Islam ke dunia politik di Indonesia maupun di dunia.
fokus penelitian saya adalah tentang huubungan Indonesia dan negara-negara timur tengah. Indonesia sebagai negara berpendudukan Muslim terbanyak dan timur tengah sebagai kelompok negara-negara Muslim.
menurut saya salah satu alasan kenapa dunia Islam carut marut sekarang adalah kurang bersatunya negara-negara Muslim. oleh karena itu saya berharap riset S3 saya bisa memberitahukan kepada orang-orang bahwa hubungan kedua pihak sangat mungkin dan suatu hari dengan hubungan yang baik bisa mengembalikan kedamaian dunia Islam seperti dulu lagi.
Kak Fikar sendiri tertarik untuk terjun langsung di ranah politik kah?
melihat kondisi fisik saya, saya masih percaya bahwa cara terbaik saya untuk berkontribusi adalah dengan menjadi guru, dengan harapan suatu hari murid-murid saya akan melakukan perubahan. amiiin. terjun sendiri belum ada, karena lagi-lagi, pingin jadi guru dulu, hehe.
Boleh share tips belajarnya kak, dari mulai meraih beasiswa dan predikat memuaskan di Qatar, sampai menjalani S3 di Manchester saat ini?
Cari informasi, ada internet yang memudahkan sekarang jadi banyak sekali info yang tersedia.
Sebenarnya beasiswa ke Qatar itu banyak, cuma entah kenapa negara itu belum menjadi tempat favorit mahasiswa Indonesia yang masih selalu pingin ke Mesir, Turkey, atau Saudi Arabia (untuk kawasan Timur Tengah).
Informasi langsung di website-nya: http://www.qu.edu.qa dibagian scholarship
Jangan takut soal bahasa Arab, karena biasanya setelah diterima ada pelatihan bahasa Arab disana
Sabar (lagi-lagi, nggak ada yang instan) - kadang perjalanannya juga berliku-liku, tapi sabar dan istiqomah
manajemen waktu - Banyak orang yang sudah melaksanakan ini. Ada yang menyusun prioritas berdasarkan penting-tidak penting, susah-mudah, atau berdasarkan waktu kapan pekerjaan tersebut harus diselesaikan. Tapi guru saya mengajarkan tentang pembagian urusan dunia-akhirat. Coba atur waktu dengan memprioritaskan urusan akhirat. Karena percayalah yang mementingkan urusan akhirat, akan dimudahkan urusan dunianya
mencicil - jangan menunda. saya lebih suka mengerjakan tugas mencicil. daripada mengerjakan 3-4 hari sebelum deadline, kenapa nggak nyicil dari awa. Misal saya punya tugas esai 3000 kata, maka saya akan bagi seperti 500 kata dalam dua hari. nanti terasa ringan dan bisa selesai tanpa terburu-buru.
punya goal kecil dan berkomitmen - misal goal kecil saya 500 kata dalam sehari - maka saya nggak akan pulang dari perpus sampai 500 kata tercapai. Dan sebaliknya jika saya sudah selesai 500 kata sebelum hari usai, maka saya akan tetap berhenti karena goal saya 500 kata.
seharusnya nomor 1, BERDOA ;), coba cek surah 11 ayat 88 - kesuksesan kita CUMA datang dari Allah - jadi doa dan ibadah dikencengin.
jangan segan nolong orang lain. Barangsiapa menolong sesama akan ditolong oleh Allah. Dan kadang ada aja yang minta tolong di saat kita juga lagi butuh - kadang ada rasa sebel hehe - tapi percayalah mungkin Allah pingin menguji kita, mau nggak sih kita nolong? - dan bisa jadi dengan kita meringankan urusan sesama, urusan kita akan dimudahkan oleh-Nya.
Yang terakhir, jangan galau #eeeaaa
Amalan apa yang biasa kk lakukan sampai Allah sangat sayang sama kakak?
berperasangka baik sama Allah
gak ada yang spesifik sebenarnya. ada satu doa yang selalu diajarkan guru saya,
“Allahumma la sahla illa ma ja'altahu sahlan”
Allah, tidak ada yang mudah kecuali apa-apa yang Engkau telah buat mudah.
Dari doa ini saya belajar bahwa dalam berdoa kita harus rendah diri, merasa tak mampu apa-apa dan salah satunya jalan keluar hanya melalui Allah.
Kak, kakak pernah merasa sangat gagal dalam hal apa?
Saya pernah gagal dalam berbagai macam hal, pernah nggak keterima sekolah karena keterbatasan saya, nilai jatuh meski sudah belajar, sekarang pun sering hasil kerjaan yang saya buat dikatakan tidak sesuai. Dan masih banyak lagi. Tapi saya selalu percaya bahwa Allah tidak pernah menyelipkan kata 'kecewa’ di lauhul mahfudz. Selalu ada hikmah di dalamnya. Dan selalu ada pengganti untuk setiap kegagalan.
Saya jadi teringat teman saya, dia asli Jambi, dia lulus UN SMA cuma paket C, sekarang di UK ambil masters. dia merasa bahwa dirinya nggak pernah gagal. karena gagal atau tidak tergantung kita melihat kegagalan itu. sebenarnya yang ada hanya batu sandungan yang buat kita jatuh, kita bisa bangun atau nggak tergantung kita. Tapi kembali lagi, kunci dasarnya adalah 'Allah tidak pernah menyelipkan kata 'kecewa’ di setiap rencana-Nya.’
Kak, mau tau pendapat kakak dong soal politik di Indonesia. Tentang pernyataan 'lebih baik pemimpin kafir, daripada muslim tapi korupsi’, terutama soal calon pemimpin non muslim yang maju dalam pilkada.
saya punya dua kebijakan untuk hal ini untuk diri saya sendiri [mungkin saya salah]
sudah jelas bahwa sebagai Muslim kita tidak boleh dipimpin oleh seorang non-Muslim. Ini sudah jelas.
tetapi, menurut saya, kita juga nggak usah ikut-ikutan menjelek-jelekkan yang bersangkutan untuk memojokkan dia.
alasan kita sudah jelas tidak memilih karena prinsip agama, jadi nggak usah dijelek-jelekkan pun, kita nggak akan milih.
Tentang Allah Maha Baik, sebaik apa Allah menurut kak Fikar?
Allah lebih baik dari definisi terbaik kita tentang baik :). Coba buka surah al Baqarah 286, al an'am 73, dan Ghafir ayat 60. ayat-ayat tersebut menunjukkan betapa baik-nya Allah sama kita. Bahkan saat ujian datang, Allah turunkannya karena Dia pingin menghapus dosa kita dan karena Allah pingin mendengar kita merintih kepada-Nya.
'Apakah kamu mengira bahwa kamu sudah beriman tanpa ujian dariKu?’
semakin yakin hati kepada Allah, semakin ringan menjalani hidup ini, semakin kuat dan yakin bahwa pertolonganNya dekat sekali. pintu-pintu solusi semakin terbuka lebar, ide - ide cemerlang semakin ada dalam pikiran, hati pun akan semakin tenang.
Jadi kalau ditanya, bagaimana Allah maha baik, jawaban singkatnya, Allah jauh lebih baik dari definisi terbaik kita tentang baik….. Wallahu'alam
Terakhir kak, pesan untuk kami semua disini…
1. Selalu bermimpi untuk menebar kebermanfaatan bagi orang lain
2. Jangan pernah berhenti berdoa
3. Allah tidak pernah membebani hamba-Nya melebihi kemampuan-Nya
Saya doakan yang terbaik untuk teman-teman semua - doakan saya dan saudara-saudara kita yang hari ini mungkin belum bisa mendapatkan kebahagiaan yang kita punya
Melalui sharing bersama kak Fikar, kami semakin percaya bahwa Allah Maha Baik, lebih dari apa yang kita sangkakan. Terimakasih kak Fikar atas pengalaman hidupnya. Senang bisa memiliki kesempatan berbagi bersama kak Fikar. Semoga Allah kuatkan setiap langkah perjuangan kita.