
izzy's playlists!

No title available
Jules of Nature

@theartofmadeline

No title available
Xuebing Du
Sweet Seals For You, Always
No title available

JVL
Game of Thrones Daily

roma★
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Alisa U Zemlji Chuda

Kaledo Art
cherry valley forever
Show & Tell
YOU ARE THE REASON
todays bird
occasionally subtle
sheepfilms
seen from Philippines
seen from United States
seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Taiwan
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@seputih-salju
Semoga kita tidak dibutakan dengan emosi dan perasaan yang berlebihan.
No more temporary’s. Give me something to grow with.
i like people who keep their word
Kenangan itu tetap tinggal. Tidak ikut pindah. Tidak ikut hilang.
For the sake of your mental health, choose people who communicate, take accountability, and treat your heart with care.
True story
Ada orang yang bahkan nggak pernah benar-benar jadi siapa-siapa dalam hidup kita, tapi namanya bisa tinggal lebih lama dari banyak orang yang pernah kita panggil sayang.
“Di tangan lelaki yang tepat, solatmu akan diingatkan, auratmu akan dijaga, adabmu akan ditegur dan agamamu akan dibimbing.”
Seolah-olah kebaikan seorang wanita hanya sah bila ada lelaki yang “menjaganya”.
Seolah-olah iman kita hanya hidup bila ada tangan lain yang memimpin. Sedangkan hakikatnya, di zaman wanita berdikari dan bekerjaya ini, yang lebih mendesak bukan mencari lelaki untuk mengingatkan, tetapi yang selalu ingin upgrade diri sendiri menjadi wanita yang qanaah, yang sedar dan beragama walaupun tiada siapa memerhati.
Kalau seumur hidup kita menunggu satu susuk untuk mengingatkan tentang solat, menjaga aurat, menegur adab dan tanggungjawab, maka apa sebenarnya yang kita sediakan untuk anak-anak yang akan kita didik nanti?
Adakah iman itu pinjaman? yang hanya hidup bila ada pasangan, dan mati bila perkahwinan berakhir?
Itulah yang paling menyedihkan. Bila seorang wanita berubah selepas berkahwin, namun apabila diuji atau diceraikan, dia kembali kepada diri yang lama…lalu dikatakan, “itu bukan diri dia yang sebenar.”
Hakikatnya, itulah diri yang tidak pernah dibina dari dalam. Ia cuma bergantung. Dan jujur, ayat itu sangat mengecewakan.. kerana ia merendahkan keupayaan wanita untuk beriman dengan kesedaran sendiri.
Lelaki yang baik itu peneman, bukan asas. Pembimbing itu pelengkap, bukan sumber iman. Wanita yang benar-benar kuat akan tetap menjaga solatnya walau siapa pun di sisinya.
Akan tetap menjaga auratnya walau tiada yang menegur. Dan akan tetap beradab kerana dia tahu Tuhannya melihat…bukan kerana suaminya ada.
Dan itulah wanita yang bila diuji, tidak runtuh bersama runtuhnya rumah tangga. Kerana dia berdiri di atas iman yang dibina sendiri.
Menemukan kalimat indah dari Syekh Said Ramadhan Al-Buthi: "Sekalipun kau tidak disukai, kau hanya tidak disukai oleh manusia, lantas kenapa kau harus menderita? Sekalipun engkau dicintai, kau hanya dicintai oleh manusia, lantas mengapa kau harus sangat bangga?"
Maka cobalah menelisik hatimu kembali, lalu bisikkan pada jiwamu: "Wahai diriku, orang yang tidak menyukaimu itu hanya manusia—yang juga pernah lelah, juga luput pada prasangka. Esok ia bisa lupa, lusa ia bisa berubah, atau mungkin ia sendiri sedang terluka. Kenapa kau biarkan hujan kesedihan turun terlalu lama di rumah hatimu hanya karena tatapannya yang dingin? Dan ketika engkau dipuji dan dicinta, ingatlah mereka juga manusia; yang nafasnya pendek; ingatannya mudah kabur; dan cinta mereka bisa pudar sebelum matahari terbenam. Pujian mereka selembut kapas, tapi bisa terbang ditiup angin. Maka jangan kau jadikan suka dan benci mereka sebagai takdirmu; cukup jadikan hatimu seperti danau yang dalam nan tenang—riak dari batu yang dilempar manusia akan reda dengan sendirinya, karena dasarmu bukan di tangan mereka, melainkan di pangkuan Yang Maha Kekal. Cukup tersenyumlah, lalu kembalilah berjalan menuju Tuhan yang tak pernah lupa padamu."
Ponorogo, 12 Juni 2026. Hamba yang (semoga) selalu menjaga jalan pulangnya.
even when I needed help. I helped
life is so much better when nobody knows what you’re up to
people really do say fuck you in different ways, just pay attention
The unbothered sadness I swallow to stay respectful, would bury you.
"Kesedihan yang aku telan demi menjaga adab, demi menghormati keadaan, demi tidak menyusahkan orang lain... jika kau terpaksa menanggung walau sedikit daripada apa yang aku simpan, mungkin kau sendiri tidak akan mampu bertahan."
Ada kepedihan yang tidak menjerit, ada juga luka yang tidak membalas.
Ada kekecewaan yang memilih diam kerana masih mahu menjaga hubungan, menjaga maruah, atau menjaga hati orang lain.
Dan kadang-kadang, orang luar tersalah tafsir diam itu sebagai "Oh, dia okay."
Sedangkan mereka tidak tahu berapa banyak kesedihan yang telah ditelan tanpa pernah diluahkan.
Ayat ini mengingatkan aku kepada orang-orang yang kelihatan paling tenang di luar. Yang masih mampu tersenyum, masih mampu bersopan, masih mampu hadir seperti biasa.
Tetapi di dalam hati, mereka sedang membawa sesuatu yang berat seorang diri.
at war with myseIf because I know I can do better.
Ada tangisan yang tidak keluar sebagai air mata. Ia hanya menjadi sesak di dada, senyap di belakang sejambak bunga, sambil berpura-pura kuat agar orang lain tidak nampak betapa dia masih merindui mamanya.