Bila pada akhirnya orang-orang yang selama ini kau hargai begitu sangat, yang kau jaga begitu hati-hati meninggalkanmu begitu saja tanpa bertanya, tanpa memberi tau, tanpa memikirkan perasaanmu. Ku katakan padamu tidak apa, sayang.
Bila pada akhirnya tangismu pecah, membuncah, tidak apa. Menangislah, tapi serahkan semuanya kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Sebab orang-orang yang memilih untuk meninggalkanmu, mereka pergi dari hidupmu atas izin Allah. Meski terasa sesak, meski penuh tanya mengapa, tetap teguhkan hati serahkan semuanya kepada Allah, sayang.
Ingatkah engkau akan doamu yang terucap bahwa engkau ingin hatimu terus dibalut oleh keimanan selama hidup dan pulang kepada Allah dalam keadaan baik? Sayang untuk pulang kepada Allah dengan kepulangan yang baik itu tidak mudah. Ada banyak ujiannya. Ujian perasaan, ujian memegang teguh Tauhidmu kepada Allah di kala orang lain menganggapmu berlebihan, bahkan bertahan di kala ujian melanda adalah ujian keimanan dari Allah untukmu.
Selain itu pernahkah engkau tanya kepada dirimu apakah hatimu barangkali lebih mencintai orang yang kau cintai itu daripada Allah? Apakah hatimu menaruh harap selain kepada Allah? Apakah engkau mulai berpaling dari Allah kepada dunia?
Ah sayang begitu banyak cara Allah menjagamu dari hiruk-pikuk dunia. Begitu banyak cara Allah mengembalikan kesadaran hatimu kepada-Nya. Begitu banyak cara Allah mengungkap rindu kepadamu. Kabar gembiranya dari kesedihanmu saat ini ialah bahwa Allah mencintaimu, sayang. Sungguh-sungguh mencintaimu.
Perbanyak ingat Allah. Hati galau sebab engkau barangkali lebih banyak mengingat yang lain dibanding mengingat sang pemilik hati. Sayang apapun yang melandamu Allah tau. Allah tau. Tak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Serahkan semua urusanmu kepada Allah. Biarlah Allah yang perbaiki semuanya sebab engkau sejatinya takkan pernah mampu menyelesaikan nya walau sesaat tanpa izin Allah. Serahkan kepada Allah. Perbanyak taubat. Bukankah dari tangis ini engkau banyak melihat hikmah, sayang?
Engkau sejatinya tak pernah kehilangan apapun selama engkau tak kehilangan Allah.